Yes, hidup dan rezeki kudu berbagi. Kalau distribusi Audionote tidak melalui Inggris, mana bisa dia sesukses sekarang? Praktis, hampir semua kamar para audiophile kota besar (Jakarta) pernah disinggahi merek ini. Gila benar.
PS: Apakah pada zaman itu orang-orang Inggris dan USA-CA bersedia gampang-gampang untuk terima produk hi-end dari Jepun? Cerita Marantz, dll., adalah contoh lain. Ini adalah produk lifestyle yang rata-rata hanya mampu dibeli kalangan borju saat itu. Kelompok lain, hanya bisa memiliki dengan ber-DIY. Hidup DIY. Salam dari Cibubur, Alex LJ Audio Workshop - www.langsungjadi.com ----- Original Message ----- From: Didik W. Adhi To: [email protected] Sent: Saturday, January 17, 2009 2:00 AM Subject: Re: Bls: [ELPOP-Audio] Re: Cara membuat GC berdinamika??? Ooo...begitu ceritanya. thanks pak Lurah salam, dwa ----- Original Message ----- From: [email protected] To: [email protected] Sent: Monday, January 19, 2009 4:52 PM Subject: Re: Bls: [ELPOP-Audio] Re: Cara membuat GC berdinamika??? Audionote Inggris, dan KSL (Kondo San Limited) Japan, sesuai nama designer sekaligus founder-nya (Mr Kondo). Inggris (Mr Peter) adalah founder, marketer, sekaligus pemegang merek. Sukses besar, mereka kabarnya terbelah jadi AN UK dan AN Jepun. Belakangan, AN Jepun melakukan co-branding dengan Kondo (KSL). Koreksi saya. Salam dari Cibubur, Alex LJ Audio Workshop - www.langsungjadi.com
