On Tue, 13 Jul 1999, Teten W. Avianto wrote:

> Sebenarnya masih banyak cerita yang lebih menarik tentang pengendalian
> hama
> ini.
> 
> Harga pestisida yang melambung menjadikan petani lebih kreatif mencari
> pestisida yang lebih murah.
> 
> contohnya :
> Di Kab. Karawang, bagaimana petani mengefektifkan rodenticide (racun
> tikus)
> dengan cara mencampurnya dengan oli bekas, kemudian ditumpahkan di inlet
> sawah.
> Atau bagaimana petani membuat trap tikus yang efektif.
> 
> Di Kab. Subang. Petani membuat pestisida sendiri dengan ramuan minyak
> tanah
> dicampur sabun cap kucing.
> 
> Di Kab. Sumedang. Pak Oyo memelihara capung sebagai predator hama
> wereng.
> 
> Etc. Etc.
> 
> Salam
> Teten W. Avianto

kalau "pestisida kreatif" sudah diujicobakan dan ternyata tidak merusak
tanaman padinya sendiri, bagaimana dengan potensi pencemarannya sendiri?
mengingat oli atau minyak itu tidak bercampur dengan air sehingga sisa
pestisida ini ikut terus terbawa air sampai ke pembuangan akhir. Atau
campuran oli atau minyak ini termakan oleh hama sehingga tidak mengganggu
kualitas air buangan dari sawah?


teti


___________________________________________________________________
Mulai langganan: "subscribe envorum" ke [EMAIL PROTECTED]
Stop langganan: "unsubscribe envorum" ke [EMAIL PROTECTED]
Arsip di http://www.mail-archive.com/[email protected]
atau di http://www.egroups.com/list/envorum

Kirim email ke