Hallo,
Terlepas dari kreativitas petani di Karawang pada saat krisis ekonomi,
pertanyaan apakah penggunaan olie untuk mencampur rodentisida (atau
pestisida lain) berbahaya (atau tidak) terhadap lingkungan dan
kesehatan manusia merupakan pertanyaan yang menarik dan perlu
dicermati.
Untuk mengetahui dampak penggunaan olie kita perlu mengetahui
komposisi olie itu sendiri. Sayangnya saya tidak mempunyai data
tentang itu. Apakah teman-teman lain bisa membantu?
Saya agak khawatir dengan penggunaan olie itu karena minyak mentah,
darimana olie diperoleh, mengandung beberapa unsur yang berbahaya:
lead, arsenic, cadmium dan mercury. Entah unsur-unsur ini telah
dipisahkan ketika minyak mentah diproses menjadi produk-produk lain:
olie, bensin, pestisida, dll.
Contoh saja: menurut "Petroleum Contaminated Soil Fact Sheet" yang
diterbitkan oleh Environmental Research Foundation, bensin mengandung
paling tidak 20 senyawa. Selain itu, untuk meningkatkan perfomance
bensin, kadang-kadang ke dalam bensin ditambahkan beberapa additives
yang mungkin beracun: misalnya lead dan benzena.
Bagaimana dengan olie?
"Teten W. Avianto" <[EMAIL PROTECTED]> writes:
> Ada petani yang mencoba mengefektifkan rodenticide dengan cara
> mencampurnya
> dengan oli bekas. Campuran itu kemudian dikucurkan di inlet air petakan
> sawah. Campuran itu menjadi suatu lapisan (film) di atas permukaan air
> sawah. Air yang terlapisi film itu digenangkan sekeliling petakan sawah
> yang sedang diproteksi dari hama tikus.
Ini menarik.
Tahukah Mas Teten, kenapa perlu lapisan rodentisida di atas permukaan
air sawah? Kenapa tidak langsung dicampur air sawah, toh tikus juga
masuk kedalam air?
> Kelakuan (behaviour) tikus bila basah dia suka menjilati badannya
> sendiri,
> dan jika kembali ke sarangnya tubuhnya akan dijilati juga oleh sanak
> keluarganya. Jadi yang terkena racunnya bisa sekeluarga tikus.
Metode yang sama juga diterapkan untuk rayap. Kita tahu bahwa rayap
membuat sarang yang sulit dijangkau (seperti dalam tembok rumah yang
terbuat dari kayu). Untuk mengatasinya, rayap diberi umpan ragi (atau
jamur, atau pestisida yang efeknya baru muncul agak lama) dan ketika rayap
itu masuk kedalam sarangnya dan "berciuman" dengan rayap yang lain (ini
adalah behaviour rayap) maka racun itu akan menjalar ke individu rayap
lainnya.
> Teten W. Avianto
Djoni
+++++++++++++++++++++++++++++++++
D j o n i F e r d i w i j a y a
Yayasan Gemi Nastiti [ G E N I ]
Jln. Cemara II/25, P.O. Box 166
Salatiga 50711, I N D O N E S I A
phone / fax: +62 - 298 - 22418
+++++++++++++++++++++++++++++++++
___________________________________________________________________
Mulai langganan: "subscribe envorum" ke [EMAIL PROTECTED]
Stop langganan: "unsubscribe envorum" ke [EMAIL PROTECTED]
Arsip di http://www.mail-archive.com/[email protected]
atau di http://www.egroups.com/list/envorum