danial irfachsyad wrote:
> mmm..yang dua contoh dibawah ini..keliatannya rada nasty buat lingkungan
> hidup... ada berita
> bagaimana hasil panennya?
Ketika itu hama tikus sedang menghebat, umpan-umpan yang disebar sudah
tidak
digubris lagi oleh tikus. Sementara itu rodenticide menjadi sangat
mahal.
Ada petani yang mencoba mengefektifkan rodenticide dengan cara
mencampurnya
dengan oli bekas. Campuran itu kemudian dikucurkan di inlet air petakan
sawah. Campuran itu menjadi suatu lapisan (film) di atas permukaan air
sawah. Air yang terlapisi film itu digenangkan sekeliling petakan sawah
yang
sedang diproteksi dari hama tikus.
Ketika tikus keluar dari sarangnya (biasanya di pematang sawah) menuju
rumpun padi maka tikus itu harus melewati air yang terlindungi film
beracun
itu. Dengan sedirinya oli beracun itu akan menempel lama di tubuh tikus
itu.
Kelakuan (behaviour) tikus bila basah dia suka menjilati badannya
sendiri,
dan jika kembali ke sarangnya tubuhnya akan dijilati juga oleh sanak
keluarganya. Jadi yang terkena racunnya bisa sekeluarga tikus.
Efektif, kan ?
Inovasi yang brilliant dari seorang Petani di Karawang.
Teten W. Avianto
----------------------
# Http://www.lead.or.id/teten
======================
___________________________________________________________________
Mulai langganan: "subscribe envorum" ke [EMAIL PROTECTED]
Stop langganan: "unsubscribe envorum" ke [EMAIL PROTECTED]
Arsip di http://www.mail-archive.com/[email protected]
atau di http://www.egroups.com/list/envorum