RADAR JEMBER, Jumat, 23 Juli 1999, Jawa Pos
                         
                              Bandealit Dicoba Untuk Wind Surfing (1)
                              Ternyata Bisa untuk Slalom Selancar

                              Kabupaten Jember ternyata memiliki pantai yang
cukup potensial
                              untuk dikembangkan menjadi tempat olah raga
selancar angin (wind
                              surfing). Pantai Bandealit yang terletak di desa
Andongrejo kecamatan
                              Tempurejo, menurut pihak Balai Taman Nasional
Meru Betiri dinilai
                              sangat layak untuk dikembangkan menjadi tempat
olah raga selancar
                              angin.

                              Kelayakan pantai Bandealit untuk selancar angin
itu didasarkan pada
                              survei dan analisa Balai Taman Nasional Meru
Betiri serta para atlit
                              nasional Persatuan Olah Raga Layar Seluruh
Indonesia (Porlasi)
                              beberapa waktu lalu. Bahkan para atlit nasional
selancar angin itu
                              pernah menjajal pantai Bandealit untuk olah raga
selancar angin. 

                              Menurut Ir Raymond dari Porlasi, dia sama sekali
tidak menyangka
                              kalau masih ada tempat untuk olah raga selancar
angin di wialayah
                              pantai selatan Pulau Jawa. ��Awalnya saya pikir
dipulau Jawa sudah
                              tidak ada tempat untuk selancar angin,�� katanya.

                              Dia sempat putus asa, karena saat ini Porlasi
sedang mencari lokasi
                              baru untuk mengembangkan olah raga itu. Kebetulan
saat itu tim
                              Porlasi yang sedang mencoba pantai Pasir Putih
untuk lomba
                              selancar angin PON 2000 sempat berkenan mampir ke
Bandealit.

                              Melihat kondisi Pantai Banealit, dua orang atlit
selancar angin lantas
                              turun ke laut untuk mencoba ombak pantai
Bandealit. Hasinya,
                              setelah sekitar satu setengah jam mencoba pantai
Bandealit dan
                              melakukan evaluasi, disimpulkan bahwa Bandealit
sangat memadai
                              untuk selancar. 

                              Kesempatan itu tidak disia-siakan oleh Balai
Taman Nasional Meru
                              Betiri yang lantas memberi alternatif Pantai
Bandealit untuk dijadikan
                              tempat pengembangan olah raga selancar angin.
Kondisi itu ditunjang
                              lokasi pantai yang ada di dalam teluk dan diapit
dua gunung kecil
                              sehingga membuat angin di bandealit menjadi
konstan dan tidak
                              terpengaruh oleh musim maupun cuaca. 

                              Keadaan ini berbeda dengan pantai Pasir Putih
Situbondo, yang
                              sempat dijajal para peselancar nasional dari
porlasi. Menurut para
                              peselancar nasional ini angin di pasir putih
sebenarnya kurang
                              memadai. 

                              Hal ini disebabkan angin di pantai Pasir Putih
lajunya dihalangi oleh
                              pegunungan memanjang yang ada ditepi pasir putih,
sehingga angin
                              yang datang tidak terkonsentrasi dipermukaan
pantai, tapi jauh ada
                              diatas permukaan. Baru setelah agak ketengah,
angin ada
                              dipermukaan pantai.

                              Ombak di Bandealit yang dirasa juga cukup stabil
dan tidak terlalu
                              besar sangat ideal untuk pengembangan olah raga
selancar angin.
                              ��Untuk pemula bisa bermain selancar di pinggir,
sedang untuk yang
                              profesional bisa agak ke tengah,�� tambahnya.

                              Menurut Ir Indra Arinal, kepala Balai Taman
Nasional Meru Betiri,
                              faktor keamanan berselancar juga menjadi nilai
tambah Bandealit.
                              "Kalau para peselancar mengalami kecelakaan,
paling-paling
                              terdamparnya ke pantai, tidak sampai ke tengah
laut karena posisi
                              Bandealit di dalam teluk ,�� tandasnya.

                              Keunggulan lain kawasan Bandealit yang tidak
dimiliki oleh
                              tempat-tempat adalah banyak obyek yang bisa
dinikmati. Dibandealit
                              orang juga bisa melihat bunga Raflesia atau
Padmasari pada
                              waktu-waktu tertentu, dan berbagai satwa termasuk
                              bermacam-macam jenis burung yang dengan mudah
bisa dilihat di
                              Bandealit.

                              ��Pulau yang posisinya agak ketengah menurut para
peselancar
                              kemarin juga sangat ideal karena bisa dipakai
untuk maraton selancar
                              maupun slalom selancar. Ini jarang dijumpai
ditempat-tempat lain,��
                              tambahnya.

                              Kejernihan air yang ada di Bandealit juga jarang
dijumpai ditempat lain
                              yang sering dipakai sebagai tempat selancar.
Biasanya kejernihan air
                              laut baru akan dijumpai setelah jarak 2 sampai 3
kilometer dari
                              daratan. Namun di Bandealit kejernihan air bisa
dijumpai sampai
                              kepinggir pantai. (ras)




___________________________________________________________________
Mulai langganan: "subscribe envorum" ke [EMAIL PROTECTED]
Stop langganan: "unsubscribe envorum" ke [EMAIL PROTECTED]
Arsip di http://www.mail-archive.com/[email protected]
atau di http://www.egroups.com/list/envorum

Kirim email ke