Rekan-rekan Yth.,

Seperti diketahui S. Bengawan Solo pada musim kemarau 
sering kali terjadi (peningkatan) pencemaran air, seperti saat
sekarang ini. Pencemaran diakibatkan limbah yang berasal (kebanyakan)
dari pabrik-pabrik di sekitar kota Solo. Utamanya industri kimia dan
textile,
sehingga timbul masalah COD tinggi, DO rendah, logam berat tinggi dan 
warna pekat (kehitam-hitaman).

Perhatian saya sementara ini ada di masalah warna, karena secara visual
gampang sekali identifikasinya, meski warna bisa merupakan indikator
pencemar yang lain seperti COD, DO, organik dan logam berat. 
Warna juga sulit di-jernih-kan, karena (konon) industri textile seiring
kemajuan teknologi, memakai warna yang 'sophisticated' alias kuat tahan
luntur,
dan akibatnya tahan di-treatment. 

Kira-kira adakah rekan-rekan di mailist ini yang mempunyai pengalaman,
pengetahuan atau pernah dengar cara men-treatment warna ini dalam
skala supply air yang sangat besar, kelas industri atau PDAM daerah, 
bukan skala rumah tangga. Ataupun mungkin pernah tahu/dengar perusahaan/
konsultan/lembaga penelitian yang pernah (bisa) melakukan hal semacam.  
 
Mohon informasi dan sumbang sarannya.

Salam,

Agung Setiya Budhi

---------------------------------------------------------------------
Mulai langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Stop langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Archive ada di http://www.mail-archive.com/[email protected]
dan di http://www.egroups.com/list/envorum

Kirim email ke