hallo..

hallo..

tengkyu atas jawabannya, tapi kalo saya boleh nanya lagi neh, soalnya selama ini 
prinsip saya masih non-organik lebih bermanfaat untuk lingkungan, karena setelah tanya 
sana-sini, masalahnya lebih kepada penggunaan pupuk dan insektisida yang berlebihan 
dan juga setau saya nggak semua tanaman bisa dipertahankan jumlah hasil panennya tanpa 
pupuk, misalnya kentang bisa turun ampe 50%an tanpa pupuk,  kalo jagung  nggak terlalu 
berpengaruh dsb. apa nggak lebih baik kalo nyoba cara yang meminimalisasi tanah untuk 
lahan pangan pertanian/peternakan jadi bisa nyisain yang laen untuk konservasi alam? 
atau emang lumayan susah untuk mempersuasi petani supaya make pupuk & pestisida nggak 
kebanyakan?...

yang tentang irradiasi itu, bener kok, di amerika peraturannya daging organik boleh di 
irradiasi, di australia & new zealand juga taun lalu(1999)ada peraturan  mulai 
dibolehkan produk organik diawetkan dengan irradiasi, cuman baru rempah-rempah 
kayaknya. bukannya saya nolak system irradiasi (paling nggak masih lebih 
'bener'menurut saya daripada cara ngawetin ala nelayan teluk jakarta taon 80'an, yang 
ngawetin ikan asin pake baygon..he he), tapi kebanyakan orang yang pro organik nggak 
tau peng-irradiasian ini. kalo yang mbak produksiin apa ya? hebat juga karena 
produksinya bisa lebih awet dari pada yang konvensional, kali juga emang beda-beda 
hasilnya untuk setiap produk pangan.

dah dulu deh. 

daggg



On Wed, 2 Feb 2000 22:37:51 +0700 Catharina Any Sulistyowati <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>Hallo juga,
>Pertanian organik memang sangat tergantung pada kesuburan alami tanah. Jadi
>kalau anda bertani organik di tanah yang tandus, hasilnya sudah pasti rendah
>sekali. Tetapi kalau di tanah yang kesuburan alaminya baik, hasilnya bisa
>baik juga. Masalahnya sebagian tanah pertanian sekarang sudah rusak akibat
>penggunaan pupuk kimia dan pestisida yang berlebihan. Jadi sudah pasti untuk
>kembali ke pertanian organik dengan produktivitas tinggi dibutuhkan waktu
>untuk mengembalikan kesuburan tanahnya seperti semula.
>
>Kalau ingin melihat hasil lapangannya bisa di Cisarua, di yayasan Bina
>Sarana Bhakti. Mereka mengelola tanah yang secara konsisten (14 tahun)
>dikelola secara organik dan hasilnya baik. Selain itu di Cisarua juga banyak
>petani yang bertani organik di bawah lahan sengon dan hasil penennya baik
>sekali. Atau sekalian saja ke Fukuoka, Jepang. Tulisan Revolusi sebatang
>jerami kan dibuat berdasarkan pengalaman empiris di lapangan.
>
>Tentang tahan lama, kalau sama-sama tidak diberi perlakuan setelah penen,
>menurut ibu-ibu yang jadi konsumen produk organik kami, tingkat keawetannya
>justru lebih tinggi. Demikian juga menurut petani-petani organik di Ds.
>Geblug dan Cisarua.
>
>Tentang jumlah yang setara (untuk satu komoditi) memang tidak mungkin karena
>salah satu prinsip pertanian organik adalah keanekaragaman hayati. Jadi
>pendekatan yang dipakai adalah pendekatan ekosistem. Hasil yang diperoleh
>petani untuk masing-masing komoditi mungkin sedikit, tetapi karena
>variasinya banyak, jadi secara finansial mungkin hasilnya bisa lebih banyak.
>Selain itu metode ini juga menghindarkan petani dari kerugian yang besar
>akibat jatuhnya harga karena panen raya.
>
>Tentang self-claim. Saat ini, apalagi di Indonesia kebanyakan penjual produk
>oragnik tidak menjual produk organik yang disertifikasi (self claimed).
>Pertama, biaya sertifikasi mahal, kedua (mungkin) karena ketidaktahuan.
>Karena itulah muncul banyak produk yang mengaku organik padahal sebetulnya
>bukan. Jika anda berminat untuk mengetahui kriteria produk organik, silakan
>membaca standar yang dikeluarkan oleh IFOAM (international Federation of
>Organic Farming Movement). Dari situ akan dapat dibedakan dengan jelas mana
>produk yang organik dan mana yang tidak.
>
>Sekian dulu, kalau informasi ini kurang lengkap, silakan menghubungi saya
>lagi.
>
>Any Sulistyowati
>ELSPPAT
>


**************************************************************
Danial Irfachsyad
[EMAIL PROTECTED]

Department of Chemistry
University of Southampton
************************************************************** 

---------------------------------------------------------------------
Mulai langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Stop langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Archive ada di http://www.mail-archive.com/[email protected]

Kirim email ke