Mau ikutan nimbrung juga nih,
Tentang masalah lahan tak subur lagi:
Menurut yang saya ketahui, banyak lahan menjadi tidak subur lagi walaupun
dikasih pupuk sebanyak apapun, karena lahan tersebut sudah berkali-kali
dipakai (dan dengan tambahan pupuk anorganik) sehingga kemampuan tanah untuk
mengikat ion-ion semakin berkurang (Soil Ion Exchange Capacity (SIEC)
depletion)
Kompos dapat membangkitkan lagi SIEC tersebut karena proses-proses oksidasi
yang terjadi selama proses pengomposan membuat kompos kaya akan IEC.
Tentang self-claim.
Gimana kalau ada yang memotori sertifikasi yang ndak mahal gitu. Sertifikasi
penting lho nantinya di era free trade yang sudah dekat ini.
Misalnya inisiatif sertifikasi bisa dari ELSPAT atau AMPO (jadi nih namanya
AMPO ?) yang katanya akan diresmikan di Jatim ? Atau LEAD leat media envorum
ini bisa menginisisasi terbentuknya lembaga sertifikasi tsb ?
>>Saat ini, apalagi di Indonesia kebanyakan penjual produk
>>oragnik tidak menjual produk organik yang disertifikasi (self claimed).
>>Pertama, biaya sertifikasi mahal, kedua (mungkin) karena ketidaktahuan.
>>Karena itulah muncul banyak produk yang mengaku organik padahal sebetulnya
>>bukan. Jika anda berminat untuk mengetahui kriteria produk organik,
silakan
>>membaca standar yang dikeluarkan oleh IFOAM (international Federation of
>>Organic Farming Movement). Dari situ akan dapat dibedakan dengan jelas
mana
>>produk yang organik dan mana yang tidak.
---------------------------------------------------------------------
Mulai langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Stop langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Archive ada di http://www.mail-archive.com/[email protected]