Terima kasih atas tanggapan Bung Amrullah, saya sepakat dengan anda bahwa
Gus Dur mengajak kita berpikir kritis, namun dalam hal pembisik lingkungan
saya pikir bung Amrullah salah persepsi apa yang saya maksud, untuk itu
perlu saya klarifikasi. Pertama, saya sebagai makhluk Tuhan punya kelemahan
fisik yang melebihi orang lain, oleh karena itu tidak ada niat dalam hati
dan tidak akan pernah ada dalam diri saya untuk mengeritik kekurangan fisik
makhluk ciptaan Tuhan. Yang saya kritik adalah kebijakan, pikiran dan
prilaku seseorang.
Kedua, istilah pembisik sudah masuk dalam wacana dan kamus politik
Indonesia. Tidak kurang seperti Amin Rais dan elit politik yang lainnya
berkali-kali memperingatkan para pembisik politik Gus Dur, bahkan Gus Dur
sendiri menyatakan ia memperoleh bisikan atau informasi dari orang-orang
tertentu mengenai skenario besar untuk menjatuhkan pemerintahannya.
Ketiga, pembisik lingkungan yang dimaksud adalah orang yang kredibel dan
mampu memberi informasi serta mempengaruhi kebijakan sehingga pemerintah
lebih cenderung untuk membuat kebijakan dan pernyataan-pernyataan yang lebih
menyentuh dan menyejukkan rakyat dibanding berdampak pada elit politik
tertentu. Paradigma pembangunan berkelanjutan (sangat menyentuh rakyat)
sudah lama dicanangkan, namun sampai kini realisasi masih nihil. Ungkapan
bung Johny Anwar pada milis sebelumnya menjadi indikator betapa sengsaranya
paradigma ini dibanding populernya kebijakan dan statemen politik dari
pemerintah yang kadangkala membingungkan rakyat. Saya menunggu para
associates dan fellows dari LEAD dapat memerankan dan piawai dalam hal
tersebut (saya sepakat dengan bung Amrullah tentang ini).
Salam, Nenny Babo (C8)
Berbeda pendapat tidak haram, mencela fisik seseorang adalah haram.
----- Original Message -----
From: Amrullah <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Friday, February 25, 2000 4:18 PM
Subject: RE: [envorum] Dicari Pembisik Lingkungan
Teman-teman aktivis lingkungan,
Menyikapi keadaan saat ini kita hendaknya perlu banyak belajar dan bukan
hanya mengkritik Gus Dur sebagai Presiden yang telah dipilih secara
konstitusional. Jelek-jelek begitu dia juga adalah mahluk Tuhan yang tidak
boleh dihinakan. Sebagai associates dan fellows dari LEAD seharusnya mampu
menunjukkan kepiawaiannya .. kalau memang piawai ... Kita terlalu lama
menelan mentah-mentah informasi dari pemerintah selama dibawah kekuasaan
SUHARTO, bahkan saat ini masih nampak dalam milis-milis yang menunjukkan
bahwa alam pemikiran kita masih berada di era orde baru namun jasad kita ada
pada era reformasi..... ?????? Fakta toh ..
Seharusnya saat ini kita belajar memulai berfikir kritis dan demokratis
dalam berhadapan dengan era pemerintahan Gus Dur, dan memang beliau saat ini
mengajak kita berfikir kritis, tidak begitu saja menerima informasi dari
pemerintah.. karena pemerintah bukan segala-galanya.. bahkan pemerintah
perlu dikontrol bersama oleh rakyat.
Silahkan masukkan segala keinginan dari keluarga LEAD kalau memang mampu
tidak perlu lewat Tim Pembisik, karena hal itu tidak kredibel. Gus Dur tidak
perlu dibisiki .. karena anggapan adanya tim bisik itu adalah upaya untuk
pelecehan terhadap ciptaan Tuhan. Atheis-kah .. kita saat ini, tidak percaya
pada ciptaan Tuhan. Atau memang sudah terlalu lama kita ber-Tuhan pada
benda-benda dan keuasaan yang ada selama ini. (perlu renungan teologis).
Salam
Amrullah
-----Original Message-----
From: Nenny R Babo [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
Sent: Saturday, March 11, 2000 3:00 PM
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: [envorum] Dicari Pembisik Lingkungan
Gus Dur bisa saja berhipotesis tentang skenario besar yang akan menjatuhkan
pemerintahan yang sah melalui bentuk KUDETA apa saja, terserah !!!!!
Hipotesis inilah yang menjadi acuan diterapkannya SIAGA SATU. Dari sudut
strategi politik, sah saja, tidak haram, demi melindungi dan mencegah
pemerintahan yang legitimasi hancur oleh kekuatan-kekuatan anti demokrasi.
Namun dampak strategi ini yang perlu dicermati lebih dalam, bukan pada
tataran elit politik melainkan pada level rakyat.
Pernyataan-pernyataan Gus Dur sebelumnya berdampak besar pada elit politik
dan kecil dampaknya bagi rakyat, namun SIAGA SATU sebagai tindakan preventif
pemerintah berpengaruh besar pada lapisan bawah seperti para pekerja jasa
dibidang parawisata. Orang-orang yang bekerja di sektor ini harus melakukan
social marketing ulang dan harus ulet hanya gara-gara hipotesis pemerintah
yang tingkat signifikansinya (harus diartikan secara statistik) sangat...
sangat.... sangat.......sangat diragukan.
Sebenarnya ada tindakan preventif pemerintah/Gus Dur yang sangat besar
dampaknya bagi rakyat jika dibanding tindakan preventif KUDETA dan SIAGA
SATU, yaitu menjaga kelestarian lingkungan. Bukankah ekosistem di kawasan
freeport telah rusak berat, hancurnya taman nasional Kutai, terumbu karang
yang baik sisa 6%, banyak kasus2 lingkungan yang kandas. Kelihatannya dalam
wacana Gus Dur hal tersebut bukan prioritas ? Dapatkah menteri LH menjadi
pembisik/intel yang handal ? atau mungkin dicari pembisik/intel lingkungan
yang tangguh dan lebih tangguh dari pembisik/intel politik !!!!
Nenny Babo, Cohort-8
Ingat diam adalah emas tetapi diam bisa menjadi suatu kejahatan atau suatu
bentuk kejahatan?
----------------------------------------------------------------------------
----
>---------------------------------------------------------------------
>Mulai langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
>Stop langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
>Archive ada di http://www.mail-archive.com/[email protected]
---------------------------------------------------------------------
Mulai langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Stop langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Archive ada di http://www.mail-archive.com/[email protected]