Dear friends,
Ikut urun pendapat.
"Pembisik" atau apalah nama lainnya, sebenarnya tidak hanya
terjadi pada Gus Dur yang, maaf half-blind, namun juga bagi
pejabat/presiden yang normal-eyes juga, baik Soekarno, Soeharto
maupun Habibie. Jadi tidak musti diartikan karena 'blind' maka
bisanya hanya di-bisiki, yang notabene berkiasan negatif.
Padahal yang normal-eyes, tidak kurang juga pasukan 'pembisik'nya,
dengan se-abreg "think tank"-nya.
Mungkin lebih tepat bila disebut pe-lobby, pemberi masukan,
yang punya pengaruh, yang punya access cepat, inner circle, dlsb.
Sedang untuk materi masalah lingkungan,
saya sependapat perlunya orang/lembaga/instansi atau apalah namanya
yang bisa masuk kedalam 'inner circle' tersebut.
Sementara yang di luar circle, jangan berhenti "berteriak" yang keras.
Sekian dulu, semoga informatif dan bermanfaat.
Agung S. Budhi
---------------------------------------------------------------------
Mulai langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Stop langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Archive ada di http://www.mail-archive.com/[email protected]