Masalah yang terbesar bila berbicara tentang pemukiman kumuh adalah pelibatan secara jujur dari semua stake holder yang berkepentingan dengan pemukiman kumuh, dalam upaya penataan pemukiman kumuh untuk menjadi pemukiman tanpa kekumuhan. Pada dasarnya semua orang tidak menginginkan adanya kekumuhan, namun keadaan yang memaksa mereka selama ini untuk berhadapan dengan kompetisi yang memang tidak sehat di Republik ini. Jarang sekali kita mau melakukan secara "smart" dan menggunakan "hati nurani" dalam melakukan "STAKEHOLDER ANALYSIS" dalam memecahkan masalah apapun di Republik ini termasuk masalah pemukiman "KUMUH". Salam Amrullah Dept. Monitoring "COMMUNITY RECOVERY PROGRAM" -----Original Message----- From: Rudy Yuwono [SMTP:[EMAIL PROTECTED]] Sent: Tuesday, May 02, 2000 7:01 AM To: [EMAIL PROTECTED] Subject: RE: [envorum] Re:[berita-lingkungan] Depkimbangwil Kerja Sama Bank Dunia Wujudkan Kota Tanpa Kawasan Kumuh] Yth. Bapak Johnny Anwar, Banyak runutan, latar belakang, atau parameter pengambilan keputusan mengenai suatu pelaksanaan kegiatan pembangunan yang tidak kita ketahui. Apalagi berita dari media masa yang seringkali tidak dapat menjelaskan complete picture dari suatu proyek pembangunan. Tentu juga bukan salah si reporter, karena mereka dibatasi ruang artikel yang tersedia. Saya tidah bermaksud memberi nasihat, lho. Saya bilang begitu karena mungkin dulu saya pernah terjebak dalam ke-pesimis-an padahal 1) itu tidak menolong, keculai saya punya smarter idea, 2) itu disebabkan gambaran saya yang belum lengkap, 3) adanya hal lain yang menurut opini saya pribadi lebih patut di-prioritas-kan. Akhir kata, kebetulan saya banyak rekan yang bekerja di kantor Kotamadya Bandung, mudah-mudahan saya dapat berita tentang kegiatan itu yang saya bisa sampaikan ke Pak Johnny. Hormat saya, Rudy Yuwono -----Original Message----- From: Johnny Anwar [mailto:[EMAIL PROTECTED]] Sent: Monday, May 01, 2000 8:00 PM To: [EMAIL PROTECTED] Subject: [envorum] Re:[berita-lingkungan] Depkimbangwil Kerja Sama Bank Dunia Wujudkan Kota Tanpa Kawasan Kumuh] Rudy Yuwono wrote: > Mari kita lihat saja sama-sama hasilnya. Saya tidak berani untuk > mem-pesimis-i program ini, karena pesimis saya pasti tidak akan menolong > apapun. > > salam hormat Dengan hormat, Kalau anda berdomisili dekat dengan proyek tersebut; please saya mohon diberi tahu hasilnya, maklum saya berada jauh dari proyek tersebut. Sebab itu saya ingin mengetahui visi dan misi dari program tersebut. Anda benar!! dengan pesimis saja tidak akan menolong apapun, justru sebab itu saya pesimis. Karena, dengan tindakan (act) apapun kondisi tadi tidak akan tertolong (ansich). Kacamata pengguna lingkungan (user) dan pengelola lingkungan (developer) berbeda (baca Kompas, Senin 1 Mei 2000; hal 18 - Kepentingan Pribadi Dulu, Umum Belakangan) dengan suatu ending statement "emangnya gue pikirin". Begitu parahnya kondisi kita, sehingga bukan hanya lingkungan saja yang kumuh tapi mental kita juga ikut kumuh. Akir kata saya mohon nasehat anda, agar saya tidak pesimis dengan melihat "real life" kehidupan kita, terima kasih. Salam, --------------------------------------------------------------------- Mulai langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED] Stop langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED] Archive ada di http://www.mail-archive.com/[email protected] --------------------------------------------------------------------- Mulai langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED] Stop langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED] Archive ada di http://www.mail-archive.com/[email protected]
--------------------------------------------------------------------- Mulai langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED] Stop langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED] Archive ada di http://www.mail-archive.com/[email protected]
