Tepuk tangan untuk Nenny !

GTS

-----Original Message-----
From: Nenny Babo <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Monday, June 12, 2000 9:20 PM
Subject: [envorum] pendidikan lingkungan di TK


Dear teman-teman

Saya akan mengetengahkan sebuah hikayat pendek dari negeri Cina,
mudah-mudahan menjadi renungan bersama. Alkisah, seorang pakar lingkungan
yang cerdas dan kritis sedang menyendiri merenung disudut taman kota yang
lengang. Tiba2 keheningan serentak berubah dengan masuknya serombongan
murid2 TK sambil bernyanyi dan mengambil tempat tidak jauh dari sang pakar
tsb. Ia merasa terusik dengan hiruk pikuk keceriaan anak2 dan ingin
berpindah ke tempat yang lebih tenang ketika sang ibu guru menyeru, "Anak2ku
semuanya, sekarang kita belajar lingkungan dan sengaja ibu membawa kalian ke
tempat yang cocok dengan pelajaran kita kali ini. Dengarkan baik2, Ibu guru
punya pertanyaan. Pada saat mana matahari paling panas, apakah pagi, siang
atau sore?"  Luar biasa ibu guru ini, tentu seorang guru yang cerdas atau
pemimpin yang heubat, pikir sang pakar. Karena hanya guru yang cerdas atau
pemimpin yang hebat yang mampu mengajak murid2 atau pengikutnya berpikir
kritis dan memberi alternatif untuk memilih suatu kebenaran. Seorang murid
mengacungkan tangannya dan langsung menjawab, "pagi hari, bu guru". Apa
alasannya ? tanya bu guru kembali. "karena pada waktu pagi seluruh panas
matahari masih utuh, belum terbagi", jawab sang murid tangkas. "Benar
sekali, tepuk tangan untuk dia", kata sang guru. Masih ada jawaban yang lain
? tanya bu guru. "Masih bu guru, matahari terasa paling panas pada siang
hari", kata seorang murid yang lain. Apa alasannya ?, tanya bu guru. "Karena
pada siang hari, matahari tegak lurus terhadap bumi", jelasnya. "Benar
sekali, tepuk tangan untuk dia", kata sang guru.
Tiba2 sang pakar maju dan mendekat dan dengan nada yang tinggi menghardik bu
guru. "Hai bu guru, anda guru yang membingungkan, pemimpin yang kacau. Anda
tidak mengajarkan kebenaran kepada murid2mu" !!!!. Dengan tenang sang guru
menyahut, "Apa alasannya?".  "Yang anda tanya adalah yang paling panas,
berarti hanya ada satu jawaban. Nyatanya anda membenarkan dua jawaban yang
berbeda, pagi dan siang" kata sang pakar. Dengan gembira sang guru berseru,
"Dia juga benar, tepuk tangan untuk dia" dan dengan serentak murid2 tepuk
tangan. Sang pakar tambah bingung dan sambil mengumpat meninggalkan taman
kota.

Kebijakan2 dari pemimpin/pemerintah banyak yang membingungkan, tidak hanya
dibidang lingkungan tetapi sudah meluas dalam bidang hukum, politik dan
ekonomi. DPR sendiri yang sudah menjadi sekolah TK hanya bingung (bertepuk
tangan) melihat tingkah laku sang guru bangsa. Jangan-jangan sang guru
bangsa sudah menjadi guru TK seperti episode ibu guru TK di atas ???

Salam dari Butta Mangkasara

Nenny R. Babo




---------------------------------------------------------------------
Mulai langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Stop langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Archive ada di http://www.mail-archive.com/[email protected]

Kirim email ke