Envorum-ers yang budiman,

berikut saya forwardkan pernyataan KAMMI pusat perihal beberapa kondisi tanah air. 
semoga berkenan dan bermanfaat.

Salam

Pernyataan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Pusat

"Selamatkan Indonesia dari Kehancuran"

Kemana akan dititip derita dan sengsara bangsa ini, jika penguasa yang
diberi amanat berdiam diri acuh tak acuh? Tragedi demi tragedi hanya
diselesaikan melalui pernyataan-pernyataan yang membingungkan, sikap
diam sambil melempar senyum. Janji-janji yang disebar untuk dituai
menjadi kemarahan Republik ini seperti pertaruhan bagi pemimpin-pemimpin
yang bersemayam di balik kekuasaan dan kekuatan sambil melemparkan
tuduhan terhadap berbagai sikap kritis sebagai ancaman bagi kekuasaannya
itu.

Di hadapan kita tragedi demi tragedi terjadi. Bencana alam Bengkulu yang
ditinggal pergi untuk diserahkan kepada orang yang hanya bisa diam.
Tragedi Poso yang diperhatikan sebatas dengan hitungan jumlah batalyon
bersenjata yang bisa dikirimkan. Disintegrasi yang dijawab lewat
konferensi pers.

Tragedi korupsi yang diselesaikan dengan kedipan mata. Inilah kita,
negeri yang deritanya jadi bahan lawakan. Oleh karena itu, setiap mereka
yang masih punya nurani dan kepercayaan pada kebenaran tidak boleh
tinggal diam. Ancaman Sang Khalik membayangi mereka yang berdiam dieri
terhadpa kemungkaran, kezhaliman dan ketidakadilan.

"Takutlah kalian terhadap azab yang tidak hanya menimpa orang-orang yang
berbuat kezhaliman di antara kalian" (QS 8: 25)

KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia yang dilahirkan dari
rahim gejolak suara kebenaran tentu tidak akan tinggal diam. Dengan
pertolongan Allah, KAMMI akan selalu menyuarakan dengan lantang suara
kebenaran yang telah melahirkannya. Untuk itu, dalam menyikapi tragedi
demi tragedi bangsa, maka KAMMI menyatakan:

1. Ambon, Poso, Aceh, Bengkulu, Papua serta tragedi-tragedi lain adalah
tragedi nasional. Untuk itu KAMMI meminta kepada Pemerintah agar
memberikan perhatian seriud dan tanggap dalam menangani semua tragedi di
atas.
2. Lawan Presiden ke luar negeri dan kebisuan Wakil Presiden adalah
bukti bahwa Pemimpin bangsa ini telah kehilangan sense of crisis dan
sense of emphaty terhadap seluruh tragedi nasional. Terbukti, penanganan
yang lamban, terkesan tidak profesional serta kurang serius telah
membuat rakyat menunggu dalam kondisi penuh dengan ketidakpastian.
3. Tragedi ini adalah peringatan dan cobaan dari Allah SWT. Sebagai
seorang Muslim tidak ada kata yang baik terucap dari mulut kecuali hanya
istighfar, meminta ampun dan bertobat kembali kepada-Nya.

Demikian pernyataan KAMMI, sebagai elemen gerakan mahasiswa yang akan
selalu mengingatkan dan mengawal bangsa ini menuju cita-cita kebaikan
sejarahnya. Terakhir, KAMMI akan ingatkan, "Sekiranya penduduk suatu
negeri beriman dan bertaqwa kepada Allah, niscaya akan Kami limpahkan
kepada mereka keberkahan dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan
(ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya."

Jakarta, 13 Juni 2000

Fitra Arsil
--------------
Ketua Umum KAMMI Pusat


Source: http://www.rakata.com/


------------------------------------------------------------------------
Savings + service + convenience = beMANY!
http://click.egroups.com/1/4116/10/_/275020/_/960995237/
------------------------------------------------------------------------



---------------------------------------------------------------------
Mulai langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Stop langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Archive ada di http://www.mail-archive.com/[email protected]

Kirim email ke