aku setuju..
masyarakat kita yang terkurung ogah bayar..
tapi mau enak ...(tapi nggak semuanya )
yang jelas jangan ada subsidi yang menguntukan sebagian pihak.
lebih baik subsidinya untuk yang berhak dan layak..
di bandingkan dengan di vietnam (kalo nggak salah pernah saya baca di berita
mingguan)
harga bensin premium di atas harga 4000 rupiah..
ngaak ada subsisi dari pemerintah..
kita tahu negara vietnam kayaknya hampir sama dengan kita..kehidupan
ekonominya..
tapi mereka nggak ribuuuut..
kayak di kita..
makanya kalo merasa belum mampu beli bensin jangan beli kendaraan bermotor..
wassalam.
-----Original Message-----
From: D I T [mailto:[EMAIL PROTECTED]]
Sent: Tuesday, October 03, 2000 9:49 PM
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: [envorum] kenaikan harga minyak
Halo,
saya ingin tahu bagaimana tanggapan rekan-rekan tentang kenaikan harga
minyak minggu lalu? Pendapat saya sendiri, sepertinya budaya 'ogah bayar'
ini sudah lumayan mengkhawatirkan. Yang tambah sedihnya kok
mahasiswa-mahasiswa sendiri juga ikut-ikutan yang paling tidak diharapkan
bisa berfikir rasional. Apa juga karena mahasiswa yang protes kebanyakan
dari universitas yang tidak saya kenal, menunjukkan kwalitas kuliahnya ?
Mungkin kalau baca koran dikit, mereka akan sadar dengan naiknya harga
minyak dunia, apalagi harga bahan bakar di indonesia itu disubsidi. Kalau
masalah rakyat kecil, pemecahannya kan banyak alternatif seperti misalnya
subisidi silang antara tarif angkutan dengan bahan bakar dll, paling nggak
alternatif ini jauh lebih ramah lingkungan.
segitu dulu ye
bye
---------------------------------------------------------------------
Mulai langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Stop langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Archive ada di http://www.mail-archive.com/[email protected]
---------------------------------------------------------------------
Mulai langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Stop langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Archive ada di http://www.mail-archive.com/[email protected]