Hallo,
Pertama mohon maaf karena saya menanggapi topik yang sudah berlalu agak
lama. Saya hanya akan khusus menanggapi pemanfaatan LPG sebagai alternatif
BBM untuk kendaraan.
Seperti pengamatan Mbak Fitri, sekarang ini memang sudah ada pihak-pihak
yang berminat pada pemanfaatan LPG sebagai alternatif BBM. Mereka terdiri
dari beberapa Pemerintah Daerah debagai pengelola daerah dan juga pihak
swasta yang melihat peluang bisnis di balik hal ini.
Salah satu masalah yang dihadapi adalah harga LPG yang belum bisa cukup
murah untuk menarik orang memanfaatkannya. Harga satuannya memang lebih
murah, tapi sebelumnya dibutuhkan peralatan khusus di mobil, yang berarti
adalah tambahan biaya. Di samping itu, faktor supply juga belum menarik,
karena belum tersedianya infrastruktur berupa stasiun pengisian LPG yang
memadai. Pernah saya dengar, bahwa LPG baru dapat bersaing dengan BBM
apabila harganya kurang atau sama dengan setengah harga BBM.
Dengan adanya berbagai kesulitan itu, masih diperlukan adanya peran
pemerintah dalam mendorong pemakaian LPG sebagai alternatif BBM kendaraan,
misalnya dengan secara khusus menetapkan bahwa kendaraan umum yang baru
harus menggunakan bahan bakar ini, atau mendorong dibangunnya stasiun2
pengisian bahan bakar ini dengan memanfaatkan pihak swasta.
Satu contoh yang saya dengar adalah bahwa rencana Pemda DKI membeli armada
bus sejumlah 3000 buah (yang tidak tahu kapan akan terlaksana) juga
termasuk penggunaan LPG (mudah-mudahan saya tidak salah) untuk armada
tersebut. Kalau ini memang terjadi, dan 3000 kendaraan tersebut memang akan
meremajakan armada angkutan umum ibukota, maka kita bisa berharap udara
ibukota akan sedikit lebih 'segar' dibandingkan saat ini, dan para pengguna
mendapatkan manfaat dari harga yang terjangkau (artinya mungkin kenaikan
harga yang tidak terlalu sering lagi).
salam,
Anjelita
At 21:19 03/10/2000 -0700, you wrote:
>Halo ini tanggapan tentang bbm:
>Sebenarnya kita nggak perlu ribut-ribut kalo pemerintah atau LSM bisa
>melepaskan ketergantungan masyarakat Indonesia dari bahan bakar minyak.
>Salah satunya dengan memperkenalkan alternatif bahan bakar yang murah dan
>ramah lingkungan.
>
>Misalnya, saya pernah liat di Bandung ada beberapa kendaraan umum yang
>diujicobakan menggunakan bahan bakar LPG. Saya dengar bahan bakar ini jauh
>lebih murah, hemat dan ramah lingkungan dibandingkan dengan bensin. Satu
>contoh lagi, Almarhum Prof. Herman Johanes menemukan sejenis arang (saya
>lupa namanya) yang bisa digunakan untuk bahan bakar kompor sebagai
>pengganti minyak tanah. Arang ini jauh lebih murah dan hemat bila
>dibandingkan dengan minyak tanah yang banyak menjadi pilihan masyarakat
>Indoensia terutama golongan menengah bawah.
>
>Coba, kenapa nggak ada yang menindaklanjuti penemuan ini?. Seharusnya ada
>yang mengembangkan, membuatnya jadi produk masal, lalu mensosialisikan.
>Kalau ini bisa berjalan, ada banyak keuntungannya, antara lain lingkungan
>kita bisa menjadi lebih bersih, kita tidak perlu pusing-pusing ngabisin
>energi buat demo setiap kali harga bbm naik, dan masyarakat pun tidak
>perlu mengalokasikan sejumlah besar dananya hanya untuk bbm...Gimana?.
>
>-0-
>Fitri
---------------------------------------------------------------------
Mulai langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Stop langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Archive ada di http://www.mail-archive.com/[email protected]