-------------------------------------------------------------------------------------------------------
Mo ndaftar :    [EMAIL PROTECTED]
Arsip lengkap Berita-berita Lingkungan Hidup di Indonesia, silahkan klik:
        http://www.egroups.com/group/berita-lingkungan/messages
-----------------------------------------------------------------------------------------------

http://kompas.com/kompas-cetak/0011/29/IPTEK/batu29.htm
>Rabu, 29 November 2000

Batu Bara, Energi Alternatif Masa Depan

KONON, menurut banyak pakar, salah satu kelemahan bangsa
Indonesia adalah lambat merespon perubahan. Contohnya, jauh hari
sebelum krisis moneter terjadi tahun 1997, pakar ekonomi sudah
mewanti-wanti agar pemerintah waspada terhadap hutang luar negeri
yang bakal mencekik rakyat bangsa ini. 

SAYANGNYA, jeritan para ekonom yang kala itu berada di luar
kandang, tidak didengar. Rezim Orde Baru cuek bebek dan terus
saja menjalankan kebijakan ekonominya sehingga terus kebablasan.
Ketika apa yang dikhawatirkan ekonom itu benar-benar terjadi,
semuanya sudah terlambat. Kebanggaan pembangunan selama 32
tahun, runtuh. Kini ekonomi negara ini tumbuh seperti bayi,
merangkak, belajar berdiri, berjalan tertatih-tatih dan entah kapan
dapat berlari. 

http://kompas.com/kompas-cetak/0011/29/IPTEK/hati10.htm
>Rabu, 29 November 2000

Hati-hati Angin Barat Akhir Desember dan Januari
Jakarta, Kompas 

Kepala Badan Meteorologi dan Geofisika
Departemen Perhubungan Ir Sri Diharto MSc
mengingatkan masyarakat luas agar mewaspadai
datangnya angin musim barat yang lebih dikenal
dengan sebutan Monsoon Asia. Angin Monsoon
Asia selain mengembuskan angin yang kencang, juga akan
membawa hujan yang sangat deras.

Sementara di permukaan laut, jelas Sri Diharto, Monsoon Asia ini
juga akan mengakibatkan munculnya ombak besar berikut angin
kencang. Angin musim barat ini akan berlangsung pada akhir
Desember 2000 atau awal Januari 2001 mendatang.
Biasanya musim angin barat inilah yang mengakibatkan banjir di
berbagai daerah, termasuk di Ibu Kota Jakarta. "Jadi, akibatnya
bukan hanya di Jawa saja, tetapi juga di Sumatera dan di daerah
lainnya," tutur Sri hari Selasa (28/11) di Jakarta.

http://suarapembaruan.com/News/2000/11/28/index.html
SUARA PEMBARUAN DAILY

Wapres: Laut Tak Boleh Dikavling-kavling
HNSI Siap Menjadi Mitra Pemerintah
Jakarta, 28 November

Wakil Presiden Megawati Soekarnoputri mengatakan, sebagai Negara Kesatuan Republik
Indonesia, wilayah laut tidak boleh dikavling-kavling. 

Kalau itu terjadi justru akan menciptakan disintegrasi bangsa, sebagai akibat dari 
konflik
antardaerah dalam memperebutkan potensi laut yang ada.

http://kompas.com/kompas-cetak/0011/29/IPTEK/tida10.htm
>Rabu, 29 November 2000

Sarwono Kusumaatmadja: Tidak Ada Pengaplingan Laut
Jakarta, Kompas

Departemen Dalam Negeri saat ini
sedang membuat peraturan pemerintah
(PP) untuk menjabarkan Pasal 3
Undang-Undang (UU) Nomor 22 Tahun 1999, yang menafsirkan
kewenangan daerah sesuai dengan karakter pesisir dan laut.
Peraturan itu akan mengatur bagaimana menangani sumber daya
bergerak, seperti ikan, yang tidak punya teritori."Jadi, tidak ada itu
pengaplingan laut. Masalahnya adalah bagaimanapun dibolak-balik,
sumber daya ikan di laut itu sudah langka. Yang mencari ikan
banyak. Orang rebutan ikan. Otonomi daerah jadi dalih," ujar Menteri
Kelautan dan Perikanan Sarwono Kusumaatmadja, usai
mendampingi Presiden Abdurrahman Wahid menerima kunjungan
Presiden Korea Selatan Kim Dae-jung di Istana Merdeka, Jakarta,
Selasa (28/11).

http://kompas.com/kompas-cetak/0011/29/UTAMA/ban01.htm
>Rabu, 29 November 2000

Banjir dan Longsor Masih Ancam Sumut dan Aceh 

HANYA dalam waktu sepekan ini, 41 warga
Sumatera Utara (Sumut) tewas tertimbun
tanah longsor. Mungkin beberapa orang lagi
juga tewas tenggelam atau dihanyutkan
banjir. Jumlahnya memang belum diketahui
karena masih didata instansi terkait.
Jumlah korban tanah longsor diperkirakan
lebih besar lagi karena angka 41 jiwa baru merupakan perkiraan.

http://kompas.com/kompas-cetak/0011/29/UTAMA/banj01.htm
>Rabu, 29 November 2000

Banjir di Sumbar, Sudah 107 Orang Tewas
* Dairi Porak-poranda
Padang, Kompas 

Korban bencana banjir dan tanah longsor (galodo) di Sumatera Barat
(Sumbar) terus bertambah. Banjir terakhir di Kabupaten Solok,
dilaporkan enam orang tewas. Dengan demikian, korban meninggal
dan yang dinyatakan hilang, sampai Selasa (28/11), menjadi 107
orang.

"Dalam musibah banjir yang terjadi di Kecamatan X Koto Sungailasi
dilaporkan satu orang tewas dan satu orang luka berat, Kecamatan
Lembah Gumanti tiga orang tewas, Alahanpanjang tiga orang luka
berat. Di Kecamatan Pantaicermin satu orang tewas, dan banjir di
Kecamatan Sungaipagu menyebabkan tiga orang tewas," kata
Bupati Solok Gamawan Fauzi, Selasa, di Padang.

http://suarapembaruan.com/News/2000/11/28/index.html
SUARA PEMBARUAN DAILY

Bupati Tangerang Tak Serius dalam Pembangunan SUTET
Jakarta, 28 November

Bupati Tangerang Agus Djunara dinilai tidak serius mengatasi masalah pembangunan 
Saluran
Udara Tegangan Tinggi (SUTET) Curug Incomer yang terhenti sejak 2 Juli 1999. Padahal
pembangunan jaringan listrik tersebut sangat dibutuhkan masyarakat dan berguna untuk
pembangunan kawasan permukiman dan industri.

http://suarapembaruan.com/News/2000/11/28/index.html
SUARA PEMBARUAN DAILY

Bahan Baku "Plywood" di Bengkulu Cukup
Bengkulu, 28 November

Usaha industri pengolahan kayu (plywood) di Bengkulu sangat prospektif karena bahan 
baku
banyak. Kalau ada investor yang berminat menanamkan investasinya di bidang plywood di
Bengkulu akan untung. Usaha ini menjanjikan karena bahan baku cukup, 

Hal itu dikemukakan Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Bengkulu Ir Harijanto menjawab
Pembaruan di Kota Bengkulu, Sabtu (25/11) pagi.

http://kompas.com/kompas-cetak/0011/29/DAERAH/beac19.htm
>Rabu, 29 November 2000

Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Rotan ke Singapura 
Tanjung Balai Karimun, Kompas 

Petugas Bea Cukai Tanjung Balai Karimun, menangkap kapal motor
(KM) Kota Jaya dan KM Satria yang akan menyelundupkan 100
ton rotan ke Singapura. Kapal tersebut ditahan, saat mengarah
meninggalkan perairan Indonesia, tepatnya di perairan Houseborgh
sebelah Utara Pulau Bintan (Riau).

http://kompas.com/kompas-cetak/0011/29/DAERAH/tahu19.htm
>Rabu, 29 November 2000

Tahun 2002, Kalteng Penghasil Minyak Sawit Terbesar
Palangkaraya, Kompas 

Paling lambat awal tahun 2002, Kalimantan Tengah akan menjadi
daerah penghasil minyak sawit mentah terbesar di Indonesia. Kebun
sawit seluas 683.836 hektar sekarang ini mulai berbuah, dan awal
tahun 2002 terjadi panen raya. 

Tahun 2001 sedikitnya 40 proyek pembangunan pabrik crude palm oil
(CPO) akan diselesaikan. Diproyeksikan pabrik CPO itu menghasilan
tiga juta ton minyak sawit mentah, atau 40 persen dari proyeksi
produksi nasional 7,3 juta ton tahun 2001. Sekarang ini, tengah
diselesaikan proyek infrastruktur seperti membangun dua pelabuhan
khusus CPO di Bagendang, Kabupaten Kotawaringin Timur, dan
Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat.

http://www.mediaindo.co.id/cetak/news.asp?id=2000112900140123

                  Tak Ada Pengaplingan Laut
                  Media Indonesia - Kesra (29/11/2000 00:14 WIB)

                  Prihatin, Harta Karun Jadi Potensi

                  Jakarta, 28/11 (ANTARA) - Menteri Eksplorasi Kelautan dan Perikanan
                  Sarwono Kusumaatmadja mengatakan tidak ada pengaplingan laut seperti
                  banyak diberitakan media massa, sebab yang ada ialah rebutan
                  menangkap ikan akibat sumber daya ikan di laut sudah mulai langka. 

                  "Jadi, sebetulnya yang terjadi bukanlah soal itu (pengaplingan laut).
                  Masalahnya adalah, sumber daya ikan di laut itu sudah langka. Yang
                  mencari ikan banyak. Orang rebutan ikan. Otonomi daerah jadi dalih,"
                  katanya menjawab pertanyaan wartawan di Istana Merdeka, Jakarta,
                  kemarin. 

http://www.suaramerdeka.com/harian/0011/29/eko2.htm
             Rabu, 29 Nopember 2000 

           Lumbung Desa Digiatkan Lagi

           SEMARANG- Gubernur Jawa Tengah H Mardiyanto bertekad
           menggiatkan lagi lumbung-lumbung desa. Langkah tersebut
           merupakan ide Menteri Pertanian untuk mengatasi masalah pertanian
           yang sarat problem. Namun pelaksanaannya sekarang tak harus
           dilakukan di setiap desa, karena dapat juga diwujudkan di tingkat
           kecamatan. 

http://www.suarakaltim.co.id/suarakaltim/001129/index.html
 BUMI ETAM  Rabu, 29 November 2000 

"Bom" PT Berau Coal Meresahkan Warga 

TANJUNG REDEB: Penggunaan bahan peledak untuk penambangan batu bara oleh PT Berau
Coal, menjadikan warga Binangun dan sekitarnya di Kecamatan Sambaliung merasa resah.
Ledakan yang oleh masyarakat disebut "bom" itu suaranya sangat keras, terdengar hingga
puluhan kilometer, begitu pula getarannya terasa jauh. 

"Selain suara dan getarannya, warga juga resah karena banyak tanaman yang mati dan 
tidak
tumbuh sebagaimana mestinya. Kemungkinan itu akibat getaran bom PT Berau Coal", kata
beberapa tokoh masyarakat Binangun.



---------------------------------------------------------------------
Mulai langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Stop langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Archive ada di http://www.mail-archive.com/[email protected]

Kirim email ke