-------------------------------------------------------------------------------------------------------
Mo ndaftar : [EMAIL PROTECTED]
Arsip lengkap Berita-berita Lingkungan Hidup di Indonesia, silahkan klik:
http://www.egroups.com/group/berita-lingkungan/messages
--------------------------------------------------------------------------------------------------------
http://suarapembaruan.com/News/2000/12/09/index.html
SUARA PEMBARUAN DAILY
Icel Keberatan atas RUU Rahasia Dagang
Jakarta, 9 Desember
Pusat Kajian Hukum Lingkungan Indonesia (Indonesian Center For Environmental
Law-Icel) menyatakan keberatan atas disetujuinya Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang
Rahasia Dagang oleh DPR pada 4 Desember lalu. Karena proses penyusunannya sangat
tertutup tanpa melibatkan stakeholders yang memiliki kepedulian terhadap perwujudan
pemerintahan yang terbuka. Seperti yang diperjuangkan sejumlah aliansi melalui RUU
tentang
Kebebasan Memperoleh Informasi.
Demikian Direktur Eksekutif Icel Wiwiek Awiati dalam siaran pers yang disampaikan
kepada
Pembaruan, Sabtu (9/12), di Jakarta.
http://suarapembaruan.com/News/2000/12/09/index.html
SUARA PEMBARUAN DAILY
Pelaksanaan HAM Mengalami Kemunduran
ESOK, Minggu (10/12/2000), genap 52 tahun Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia
PBB. Kita sendiri baru bulan November lalu memperingati dua tahun Piagam Hak Asasi
Manusia Indonesia berdasarkan Tap MPR No XVII/MPR/1998 tanggal 13 November 1998
hasil Sidang Istimewa MPR (SI-MPR) 1998. Bahkan secara konstitusional baru untuk
pertama
kali itulah masalah HAM dirumuskan dan dituangkan secara rinci ke dalam Tap MPR.
Kemudian baru untuk pertama kali tanggal 18 Agustus 2000 masalah HAM sebanyak 10 pasal
dan 24 ayat dimasukkan ke dalam UUD '45 hasil Amandemen Kedua pada Sidang Tahunan
MPR (ST-MPR) 2000.
Dengan perkembangan seperti itu, peringatan HAM tahun ini bagi kita sangat berbeda
dengan
tahun-tahun pemerintahan rezim Soeharto. Sebab peringatan HAM masa kekuasaan Orde Baru
hanya sekadar formalitas dan seremonial belaka. Bahkan peringatan itu penuh rekayasa,
di
samping memanipulasi secara halus dan sistematis untuk mengesankan pemerintahan yang
manusiawi, nggak tahunya bertujuan melanggengkan kekuasaan yang otoriter dan sarat KKN.
http://suarapembaruan.com/News/2000/12/09/index.html
SUARA PEMBARUAN DAILY
Ribuan Hektare Kakao di Donggala Diserang Hama
Palu, 9 Desember
Ribuan hektare tanaman kakao di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng), saat ini
diserang hama penggerek buah kakao (PBK) yang mengakibatkan anjloknya produksi petani
hingga 50 persen.
Keterangan yang dihimpun Pembaruan dari para petani di sepanjang pesisir pantai barat
Donggala, baru-baru ini, menyebutkan, hama PBK (Conopomorpha cramerella snellen) mulai
menyerang sejak Agustus 2000 dan hingga saat ini terus menyebar secara cepat ke
kebun-kebun inti petani di sentra-sentra kakao.
http://suarapembaruan.com/News/2000/12/09/index.html
SUARA PEMBARUAN DAILY
Ada Dugaan Bencana Banjir Akibat Kerusakan Hutan
Menteri Negara Lingkungan Hidup Dr A Sonny Keraf mengatakan bahwa ada dugaan kuat
terjadinya bencana banjir dan tanah longsor di berbagai daerah, seperti di Cilacap,
Jawa
Tengah, Sumatra Barat, Manado, Jambi dan Aceh, akibat kerusakan hutan.
Beberapa daerah yang mengalami banjir besar, seperti Manado dan sekitarnya, menunjukkan
bahwa hutan di sekitarnya memang mengalami kerusakan. Banjir di Manado sendiri adalah
yang
terbesar sejak 38 tahun, katanya kepada wartawan di Jakarta, Kamis (7/12).
http://suarapembaruan.com/News/2000/12/09/index.html
SUARA PEMBARUAN DAILY
Meningkat, Kekerasan terhadap Perempuan
KEKERASAN dan eks- ploitasi terhadap perempuan di era reformasi semakin meningkat. Hal
itu terindikasi dari kekerasan yang dialami para wanita di daerah konflik, seperti di
Aceh, Timor
Timur, sejak turunnya Soeharto dari tampuk kepresidenan.
Seiring dengan pergantian pimpinan itu, pers yang pada era Orde Baru harus patuh
terhadap
kemauan pimpinan negara, menjadi bebas. Namun, sebagian besar media cetak dan
elektronik,
tidak memperhatikan kode etik pers dalam kebebasannya. Pemberitaan merugikan dan
berdampak buruk kepada masyarakat.
http://suarapembaruan.com/News/2000/12/09/index.html
SUARA PEMBARUAN DAILY
Tuntaskan Kasus Penebangan Liar
Jakarta, 9 Desember
Pemerintah harus menyelesaikan secara tuntas masalah penebangan liar yang menyebabkan
maraknya perdagangan kayu ilegal di luar negeri. Sebab, penebangan dan kegiatan
perdagangan
kayu ilegal mengancam kondisi usaha nasional di sektor perhutanan.
''Buktinya, saat ini sudah banyak pengusaha yang bergerak di sektor perhutanan,
bangkrut. Di
samping itu, semakin tampak terjadinya gangguan ekologi dan fungsi sosial hutan di
Indonesia,''
kata Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI), Adi Warsita Adinegoro
kepada wartawan di Jakarta, Jumat (8/12), usai menyerahkan bantuan senilai Rp 500 juta
untuk
korban bencana alam Sumatra Barat.
http://suarapembaruan.com/News/2000/12/09/index.html
SUARA PEMBARUAN DAILY
Meraup Dolar dari Eceng Gondok
Oleh Wartawan ''Pembaruan'' Paulus C Nitbani
Siapa pernah menyangka eceng gondok yang selama ini hanya dianggap sebagai tumbuhan
perusak dan tak berguna ternyata mampu mendulang dolar di negeri "Clinton".
Itulah realitas yang dialami oleh duet Saryanto Sarbini dan Ontoseno. Mereka tak pernah
membayangkan eceng gondok ternyata mampu menjadi dewa penolong di saat badai krisis
menerpa kehidupan bangsa ini.
Sebagai pengusaha muda, Saryanto dan Ontoseno yang bekerja di bawah bendera PT Retota
Sakti lebih tertarik menekuni bidang usaha pengadaan bahan-bahan tenun untuk keperluan
interior. Makanya sejak didirikan tahun 1988, perusahaan itu lebih banyak
me-ngonsentrasikan
diri di bidang pengadaan bahan tenun interior.
http://www.surabayapost.co.id/
JAWA TIMUR Sabtu, 09 Desember 2000
Tim Gabungan Jaring 40 Penjarah Hutan Jati
Nganjuk - Surabaya Post
Tim gabungan dari unsur Polres, Kodim 0810, dan Perhutani KPH Nganjuk berhasil
menjaring 40 tersangka, yang ditengarai sering melakukan pencurian kayu jati di
kawasan hutan
KRPH Tritik, Kec. Rejoso, Jumat (8/12).
Petugas juga berhasil menyita sekitar 50 blek kayu jati persegen (tiap blek
sekitar 0,4 meter
kubik. Red), 40 buah pecok, serta 40 buah sepeda motor yang digunakan sebagai
sarana
mengangkut kayu hasil jarahannya dari hutan.
http://www.surabayapost.co.id/
JAWA TIMUR Sabtu, 09 Desember 2000
Paceklik, Nelayan Tagih Kredit Lunak
Jember - Surabaya Post
Sepuluh ribu orang nelayan yang bermukim di lepas pantai Puger, menagih realisasi
kredit
lunak yang dilontarkan Bupati Jember, Samsul H Siswoyo MSi. Kala berdialog dengan
nelayan,
awal September lalu, bupati menyerukan agar nelayan mengurangi berhubungan dengan
para
pengambek atau bank gelap yang diistilahkan bupati dengan bank "mencret."
Di hadapan nelayan itu pula, bupati menugaskan Asisten II Sekkab, Kadin
Perikanan, dan
Camat Puger agar menyodorkan konsep kredit lunak sekaligus menunjuk lembaga
penyalur.
Kala itu, bupati memberi waktu dua hari kepada tiga stafnya untuk segera
menyodorkan konsep
kredit lunak dengan maksud kredit bisa segera dinikmati nelayan.
http://www.surabayapost.co.id/
JAWA TIMUR Sabtu, 09 Desember 2000
Warga Pinggiran Hutan Mulai Diperhatikan
Madiun - Surabaya Post
Pemkab Madiun bersama KPH Perhutani Saradan mulai memperhatikan keberadaan warga
pinggiran hutan, menyusul penjarahan hutan kayu jati di RPH Jenangan selama 10
hari
berturut-turut.
Perhatian itu diwujudkan kesanggupan Pemkab Madiun bersama KPH Perhutani Saradan
mengaspal jalan desa Bandungan yang berdekatan lokasi penjarahan hutan.
"Kalau masyarakat setuju, dalam waktu dekat akan segera dimulai pengukuran jalan
desa dan
pengaspalannya dilaksanakan secara gotong royong," kata Bupati Madiun H Djunaedi
Mahendra
SH dan Adm KPH Saradan Ir Dahono Irianto saat dialog dengan masyarakat Desa
Bandungan,
di balai desa setempat Jumat (8/12).
From: "Walhi Kalbar" <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Sat, 9 Dec 2000 10:27:36 +0700
Subject: [WalhiNews] (Walhi New) PTPN SEGERA BENTUK TIM SOSIALISASI
Pontianak Post, Sabtu 9 Desember 2000
PTPN XIII diminta untuk segera membentuk tim sosialisasi mengenai rencana
pembangunan tangki timbun di Pulau Temaju, Sungai Kunyit, Kabupaten
Pontianak. Pasalnya dengan adanya sosialisasi itu maka semakin mudah
masyarakat memahami keberadaan proyek tersebut serta dampak-dampak yang
ditimbulkannya.
"Saya pikir lebih cepat lebih bagus PTPN membentuk tim sosialisasi sebab
sekembali dari kunjungan lapangan di Kuala Lumpur beberapa waktu lalu memang
ada rencana akan dibentuk tim sosialisasi, "kata Ketua Komisi B DPRD
Kabupaten Pontianak, Supardi AKA,S.Pd kepada AP Post di Pontianak, Jumat
(8/12).
---------------------------------------------------------------------
Mulai langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Stop langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Archive ada di http://www.mail-archive.com/[email protected]