-------------------------------------------------------------------------------------------------------
Mo ndaftar :    [EMAIL PROTECTED]
Arsip lengkap Berita-berita Lingkungan Hidup di Indonesia, silahkan klik:
        http://www.egroups.com/group/berita-lingkungan/messages
--------------------------------------------------------------------------------------------------------

http://www.suaramerdeka.com/harian/0012/14/slo3.htm
Kamis, 14 Desember 2000 Sala  

           Kasus Kedungombo, Perlu Ada KPP HAM 

           SALA- Kasus pelanggaran dan penderitaan warga sekitar Waduk
           Kedungombo yang tergusur harus mendapat perhatian serius, karena
           sama menderitanya seperti orang Timtim ataupun Aceh. Tidak salah
           bila dalam kasus tersebut juga dibentuk Komisi Penyelidik dan
           Pengawas Hak Asasi Manusia (KPP HAM).

           ''Mereka itu juga belasan tahun menderita dan terkena intimidasi dari
           pemerintah. Penderitaan mereka tak jauh berbeda dengan orang Aceh,
           Timtim maupun Ambon,'' jelas Teguh Purnomo dari LBH Yogya, dalam
           Diskusi ''Perpektif dan Solusi Kedungombo'' yang diselenggarakan
           Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia, UNS kemarin.

http://kompas.com/kompas-cetak/0012/14/EKONOMI/pemb14.htm
>Kamis, 14 Desember 2000

Sarwono Kusumaatmadja: Koordinasi Lemah 
Pembangunan Darat dan Laut Timpang
Jakarta, Kompas 

Menteri Kelautan dan Perikanan Sarwono Kusumaatmadja
mengungkapkan permasalahan pokok dalam pembangunan sektor
kelautan dan perikanan antara lain adalah pembangunan yang tidak
seimbang antara darat dan laut. Hal itu juga terjadi karena lemahnya
koordinasi antara subsektor di bidang kelautan, kurangnya sarana
dan prasarana ekosistem pesisir, pantai, dan pulau-pulau kecil. 

Sarwono mengatakan hal itu pada acara puncak peringatan "Hari
Nusantara 2000" di Istana Negara, Jakarta, Rabu (13/12). Acara itu
dihadiri Presiden Abdurrahman Wahid, Wapres Megawati
Soekarnoputri, dan para menteri. 

http://kompas.com/kompas-cetak/0012/14/JATIM/pers19.htm
>Kamis, 14 Desember 2000

30 Persen Air Irigasi Terbuang Sia-sia
Kediri, Kompas 

Sekitar 284,348 juta meter kubik (30 persen) dari 947,826 juta meter
kubik air di Kabupaten Kediri, setiap tahun terbuang sia-sia, bocor,
terserap tanah, tak sampai ke sawah. Kasus itu terjadi di 537
jaringan tersier, belum termasuk jaringan kwarter.

Munculnya masalah itu menunjukkan belum efektifnya target
pembangunan proyek irigasi, khususnya dalam manajemen
pengelolaan (pemanfaatan) air. Pada akhirnya sektor pertanian
pangan dirugikan dengan korban petani sawah.

http://kompas.com/kompas-cetak/0012/14/DAERAH/korb19.htm
>Kamis, 14 Desember 2000

Korban Banjir Kerinci Minta Benih Padi
Jambi, Kompas 

Sekitar 6.000 kepala keluarga (KK) korban banjir di Kerinci akhir
November, mengharapkan bantuan benih padi sawah untuk ditanam
sekitar awal Januari 2001. Para korban banjir ini umumnya petani
mengalami gagal panen karena lahan pertanian mereka termasuk
rumah dan pekarangan terendam banjir. Tanaman menjadi puso,
sementara petani tak mampu lagi membeli bibit padi.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Jambi Yusrizal
Burhan, Rabu (13/12) mengemukakan, tanaman padi yang
puso/gagal panen akibat banjir November lalu mencapai 2.416,5
hektar. Terdiri dari di Kerinci 2.342,5 hektar dan Kabupaten Merangin
74 hektar," kata Yusrizal. Total benih padi yang diperlukan untuk
membantu petani padi sawah di Kabupaten Kerinci dan Merangin
sebanyak 60.400 kilogram senilai Rp 241,6 juta.

http://kompas.com/kompas-cetak/0012/14/DAERAH/hekt20.htm
>Kamis, 14 Desember 2000

5.500 Hektar Kebun Sawit Dikuasai Transmigran
Pontianak, Kompas 

Sekitar 5.500 hektar kebun kelapa sawit, baik inti maupun plasma,
yang dikelola PT Surya Deli di Kabupaten Sanggau, Kalbar, telah
dikuasai transmigran setempat. Langkah itu dilakukan, sebab sudah
sembilan tahun ditempatkan di kawasan tersebut sebagai
transmigran peserta pola perkebunan inti rakyat (PIR)-Trans, namun
belum juga dibagikan kebun plasma seperti dijanjikan.Kepada
Kompas, Rabu (13/12), Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perkebunan
Kalbar, TN Sihite, mengatakan, tindakan para transmigran itu
didukung Pemda Kabupaten Sanggau. Dasar pertimbangan adalah
tanaman kelapa sawit yang ada sudah mulai berproduksi, tetapi tidak
pernah dirawat serta dipupuk, menyusul menghilangnya investor
sejak tahun 1995. 

"Makanya, daripada tanaman sawit yang ada ditelantarkan terus,
lebih baik dimanfaatkan petani setempat yang juga transmigran.
Sebab, kepergian investor telah ikut menelantarkan sekaligus
menyengsarakan mereka. Dengan memanen tandan buah segar
(TBS) yang ada, pendapatan yang diperoleh bisa memenuhi
kebutuhan pokok. Selain itu, tentu saja petani akan merawat serta
memupuk lagi tanaman kelapa sawit," jelas Sihite. 

http://kompas.com/kompas-cetak/0012/14/EKONOMI/jang15.htm
>Kamis, 14 Desember 2000

Bungaran Saragih: Jangan Kenakan Pajak Berjenjang 
Jakarta, Kompas 

Menteri Pertanian dan Perkebunan (Mentanbun) Bungaran Saragih
meminta agar pengenaan pajak terhadap hasil pertanian dan
agrobisnis tidak dilakukan berjenjang, karena hanya memberatkan
petani. Dengan sumber daya yang terbatas, pemerintah berusaha
mendukung petani, khususnya padi, meskipun hasilnya belum
seperti yang diharapkan. 

"Misalnya, mulai dari pupuk, ke jagung, ke ayam, sampai ke penjual
seperti Kentucky Fried Chicken, dikenai pajak. Jadi, hendaknya
pajak itu jangan dikenakan pada setiap tahapan. Hendaknya pajak
itu, pertambahan nilai itu dikenai di bagian akhir saja, supaya jangan
terjadi pajak bertingkat," ujar Saragih sebelum mengikuti sidang
kabinet di Bina Graha, Jakarta, Rabu (13/12).

http://kompas.com/kompas-cetak/0012/14/EKONOMI/pemb15.htm
>Kamis, 14 Desember 2000

Pemberian Izin Impor Daging dari Irlandia Harus Hati-hati
Jakarta, Kompas

Pemerintah hendaknya hati-hati dan tidak mudah memberi izin
terhadap impor daging sapi dari Irlandia. Menurut pengamatan
Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), sekitar 1.000 ton daging
impor dari Irlandia telah masuk ke Indonesia."Pemerintah seharusnya
tidak begitu saja memberi izin impor daging sapi dari Irlandia.
Pemerintah harus hati-hati, sebab Inggris saja yang sudah sangat
ketat peraturannya masih kebobolan dengan masuknya daging sapi
yang terkena penyakit mad cow (sapi gila-Red)," ujar Ketua Umum
Dewan Pimpinan Pusat Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (DPP
HKTI) Siswono Yudo Husodo, di Jakarta, Selasa (12/12).

http://kompas.com/kompas-cetak/0012/14/IPTEK/angk08.htm
>Kamis, 14 Desember 2000

Di Lokasi Pengungsian Kalbar 
Angka Kematian dan Kelahiran Cukup Tinggi
Pontianak, Kompas 

Angka kematian dan kelahiran di kalangan pengungsi Sambas,
Kalimantan Barat (Kalbar), selama 20 bulan ini tergolong cukup
tinggi. Jumlah mereka yang meninggal sedikitnya 307 jiwa,
sedangkan yang lahir hidup sebanyak 321 jiwa. Jumlah itu
diperkirakan terus bertambah, sebab lebih-kurang 93 ibu, sekarang
ini dalam keadaan hamil.

Demikian data yang dihimpun Kompas dari relawan yang bertugas di
berbagai lokasi pengungsian Sambas, hari Rabu (13/12). Dari 307
pengungsi yang meninggal, 75 persen di antaranya merupakan anak
berusia 12 tahun ke bawah. Mereka umumnya menderita penyakit
paru-paru, tetanus, tifus, diare dan muntaber. 


---------------------------------------------------------------------
Mulai langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Stop langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Archive ada di http://www.mail-archive.com/[email protected]

Kirim email ke