http://www.mediaindo.co.id/cetak/news.asp?id=2000121900143878 Membangun dengan Berkelanjutan Media Indonesia - Umum (19/12/2000 00:14 WIB) Oleh Prof Dr Emil Salim PRODUK bruto domestik hingga kuartal ketiga 2000 naik hampir 5% dibanding 0,3% (1999). Ini terutama didukung kenaikan ekspor dan konsumsi. Secara kasat mata ekspor Sulawesi dan Sumatra mengalami kenaikan, dan di kota-kota besar permintaan konsumen akan mobil, perabot rumah, elektronik, dan sebagainya meningkat. Depresiasi rupiah terhadap valas telah menurunkan kurs rupiah Rp 9.500/US$, jauh di bawah asumsi APBN Rp 7.800/US$. Ini memberi rangsangan besar kepada eksportir. Sedangkan konsumsi yang tertahan selama krisis 1998-1999 menyembur ke permukaan. Namun, banyak pula sektor ekonomi yang mandek, seperti properti dan konstruksi. Sedangkan pertumbuhan sektor produksi umumnya masih di bawah sebelum krisis. Sehingga pengangguran masih besar, dan jumlah pencari kerja bertambah setiap tahun. Walaupun tampaknya ada pembangunan, namun itu tak berkelanjutan secara ekonomi atau economic unsustainable. Sebab, tidak ada penambahan investasi baru. Pertambahan produksi mengandalkan sisa kapasitas produksi yang selama ini tak terpakai dan sebentar lagi habis. Arus modal swasta netto sejak 1997 menunjukkan negatif akibat arus modal ke luar negeri senilai US$2,3 miliar pada 2000. Keluarnya modal ini dipicu oleh ketidakpastian iklim usaha akibat tidak stabilnya politik dan keamanan dalam negeri. Walaupun pemilu lancar, namun karena sistemnya memilih partai bukan orang, maka partailah penentu anggota MPR/DPR/DPRD. Tidak semua tingkah laku politik mereka sesuai aspirasi rakyat. Namun ini harus diterima sebagai kenyataan legal-formal sesuai ketentuan UU. Sehingga timbulah kesenjangan antara aspirasi rakyat dan tindakan anggota MPR/DPR/DPRD. MPR telah memilih presiden dan wapres. Dalam kehidupan bernegara, antara pimpinan MPR/DPR dan presiden/wapres, tumbuh rivalitas pertikaian yang tak habis-habisnya sehingga menurunnya wibawa dan kredibilitas elite politik. Akibatnya, tumbuh kondisi sosial masyarakat tanpa pimpinan, bahkan tanpa pemerintah yang efektif, sehingga pemerintah menjadi rapuh dan social unsustainable. Banjir besar dengan longsor yang melanda bagian besar daerah telah menunjukkan dilampauinya daya dukung lingkungan dalam proses pengelolaan sumber daya alam (SDA). Pembabatan hutan secara sembrono disertai pembakaran hutan berulang kali telah menghabiskan hutan lebat sehingga mengikis erosi yang membawa lumpur dan mendangkalkan sungai. Kemudian mempercepat arus sungai yang memakan pinggiran sungai dan menabrak tiang-tiang jembatan serta penahan banjir. Ecological unsustainable Selama RI merdeka, bahkan di zaman Belanda, tak pernah alam mengamuk begitu keras. Ini menandakan pembangunan dilaksanakan tidak berkelanjutan secara ekologi atau ecological unsustainable. Pembangunan Indonesia tampaknya tidak punya sifat keberlanjutan secara ekonomi, sosial, dan lingkungan. Sehingga tidak bisa bertahan lama. Padahal, pembangunan kita harus merangkum keberkelanjutannya ekonomi, sosial, dan lingkungan dalam pola sustainable development. Ciri pokok pembangunan berkelanjutan adalah mengelola SDA, sumber daya manusia (SDM), modal sosial, dan modal teknologi dengan sejumlah persyaratan. Pertama, mengelola dengan menggunakan seefisien mungkin SDA, khususnya SDA tak terharukan, beserta sumber daya energi, khususnya energi yang tak terbaharukan. Kedua, dengan limbah dan polusi sekecil mungkin di lokasi yang memperhitungkan daya dungkung alam dan daya serap pencemaran agar dimungkinkan berkelanjutan fungsi ekosistem yang menghasilkan barang dan jasa secara berlanjut. Ketiga, untuk menaikkan kualitas hidup generasi kini dan generasi masa depan. Indonesia terbentang di kawasan khatulistiwa sehingga memiliki SDA dengan ekosistem beranekaragam dan terkaya di bumi sesudah Brazil. Kupu-kupu, misalnya, Indonesia punya keanekaragaman nomor satu terkaya di dunia. Sedangkan mamalia, menduduki kedua terkaya di dunia. Masyarakat kita sudah lama kenal khasiat buah mengkudu, sirsak, dan tapak dara sebagai antitumor. Buah tengkawang, kayu manis, dan kulit manggis sebagai bahan kosmetik. Kulit kayu ulin dan neem untuk bahan insektisida alami. Sejenis rumput laut punya khasiat zat antikanker. Lemak ikan hiu mengandung squalene yang di Jepang untuk obat pencegah penuaan. Pokoknya, flora dan fauna yang bisa dibudidayakan ini ada di darat, laut, hutan, dan ekosistem tropis Indonesia. Menariknya, kita juga punya ahli-ahli di berbagai lembaga penelitian pemerintah. Mereka ahli membuat obat, kosmetik, industri, kimia, dan lain-lain. Yang diperlukan sekarang adalah mempertautkan kemampuan lembaga penelitian ini dengan dunia usaha. Untuk ini, diperlukan debirokratisasi UU yang membatasi ruang gerak lembaga penelitian. Keahlian ini tak hanya di ruang laboratorium penelitian, tapi juga di lapangan. Suatu eksperimen oleh Ir Darmansyah di peternakan Yayasan Kasih Ibu di Sijunjung, Sumbar --bekerja sama dengan laboratorium ITB-- berhasil mengembangkan zat perangsang makan sapi. Temuan ini telah menarik minat banyak peternak dari Bengkulu, Jambi, Riau, dan desa-desa di Sumbar yang berlatih di perternakan Yayasan Kasih Ibu. Kini, mereka berhasil meningkatkan kegiatan penggemukan sapi berkualitas tinggi. Suatu LSM --Yayasan Keanekaragaman Hayati-- telah melatih penduduk suku Hatam di sekitar Cagar Alam Gunung Arfak, Irja, untuk membiakkan kupu-kupu langka (Ornithoptera dan Troides) bernilai tinggi. Hasilnya diekspor hingga pendapatan penduduk lokal naik secara berarti, dan sekaligus melestarikan spesies kupu-kupu dalam ekosistemnya yang fitri. Pola pembiakan kupu-kupu langka untuk ekspor juga dilaksanakan LSM the Nature Conservancy di lembah Pololo, Taman Nasional Lore Lindu, Sulawesi Tengah. Selain itu, penduduk Watutu di sekitar taman nasional dilatih beternak madu untuk tambahan pendapatan. Gambaran ini menampilkan pola pembangunan berwawasan lingkungan yang memanfaatkan kelestarian ekosistem oleh penduduk akar rumput setempat, dalam ruang lingkup ekonomi global melalui ekspor. Dalam pola berkelanjutan ini SDA yang diperbaharui diberi nilai tambah dengan memasukkan ilmu dan teknologi oleh lembaga luar yang dialihkan pada penduduk lokal. Manfaat yang diraih masyarat setempat mendorongnya untuk memelihara dan melestarikan lingkungan ekosistem. Pola pembangunan ini bisa dikembangkan pada SDA terbaharukan secara luas. Yogyakarta, umpamanya, punya 234 varietas pisang dengan berbagai ragam khasiatnya. Jabar punya keanekaragaman bambu dsb. Isi lingkungan alam daratan, hutan, lautan, dan ekosistem Indonesia punya bahan makanan, obat, kosmetika dan industri. Bila ini disentuh dengan ilmu dan teknologi, maka bisa menghasilkan nilai tambah yang kompetitif di abad ke-21. Pemerintah hanya tinggal memberi rangsangan, iklim usaha, dan pembebasan lembaga penelitian kerja sama dengan swasta dan LSM. Proses globalisasi akan mengundang persaingan sengit bagi Indonesia. Indonesia punya SDA hayati unik yang hanya terdapat di kawasan tropis khatulistiwa, sehingga kita punya keunggulan daya saing alami. Dengan sentuhan ilmu dan teknologi dari lembaga penelitian dan diterapkan oleh masyarakat akar rumput melalui kerja sama kelompok masyarakat madani, dapatlah diharapkan meningkatnya pendapatan dan kesejahteraan rakyat kita. Pola ini memungkinkan pembangunan ekonomi berkelanjutan di lingkungan kehidupan sosial masyarakat yang meraih manfaat langsung, dan menjamin ekosistem berkelanjutan sebagai wahana alami yang memberi berkah dari generasi demi generasi. (Penulis adalah Guru Besar FEUI, mantan Menteri Kependudukan dan Lingkungan Hidup/E-1) ------------------------------------------------------------------------------------------------------- Mo ndaftar : [EMAIL PROTECTED] Arsip lengkap Berita-berita Lingkungan Hidup di Indonesia, silahkan klik: http://www.egroups.com/group/berita-lingkungan/messages -------------------------------------------------------------------------------------------------------- --------------------------------------------------------------------- Mulai langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED] Stop langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED] Archive ada di http://www.mail-archive.com/[email protected]
