-------------------------------------------------------------------------------------------------------
Mo ndaftar : [EMAIL PROTECTED]
Arsip lengkap Berita-berita Lingkungan Hidup di Indonesia, silahkan klik:
http://www.egroups.com/group/berita-lingkungan/messages
--------------------------------------------------------------------------------------------------------
http://kompas.com/kompas-cetak/0101/12/NASIONAL/kabu08.htm
>Jumat, 12 Januari 2001
Kabupaten Lebak
MENYEBUT nama Lebak, yang pertama terlintas di pikiran adalah
Suku Badui dengan segala kekhasan dan keunikan kehidupannya di
pedalaman sebelah selatan Banten. Kesederhanaan menjadi ciri
kehidupan di perkampungan suku itu.
Masyarakat Badui, baik Badui Dalam maupun Badui Luar, terpusat di
Desa Kanekes yang terletak di Pegunungan Kendeng berada pada
ketinggian 775 meter di atas permukaan laut. Desa Kanekes sendiri
masuk dalam wilayah Kabupaten Lebak bagian Selatan. Desa ini
termasuk salah satu dari 190 desa-sekitar 60 persen dari 295 desa di
Kabupaten Lebak yang pernah menerima Inpres Desa Tertinggal
(IDT).
http://kompas.com/kompas-cetak/0101/12/NASIONAL/bero08.htm
>Jumat, 12 Januari 2001
Berotonomi dengan PAD Pas-pasan
DI antara tiga daerah kabupaten dan dua kota di Provinsi Banten
yang baru berdiri, Kabupaten Lebak barangkali akan menjadi daerah
yang paling repot dalam menjalani masa awal era otonomi daerah
yang resmi dimulai pada 1 Januari 2001. Maklum, Lebak merupakan
salah satu daerah termiskin, kalau bukan yang paling miskin, di
Banten
Di era otonomi daerah seka-rang ini, untuk memutar roda
pemerintahan dan ekonomi, pemerintah-pemerintah daerah (Pemda)
tidak bisa lagi mengharapkan kucuran dana dari pusat. Mereka harus
hidup sepenuhnya dari sumber-sumber pendapatan yang digali
sendiri di daerah masing-masing, yang disebut dengan Pendapatan
Asli Daerah (PAD).
http://www.indomedia.com/bpost/012001/12/kalsel/lbm1.htm
Oknum Polisi Bisnis Tambang Emas Liar
*Jalan Desa Terancam Putus
Pelaihari, BPost
Jalan desa yang menghubungkan dua kelurahan, Karang Taruna dan Sarang Halang terancam
putus, akibat usaha penambangan emas yang dilakukan seorang oknum polisi.
Meski berjanji bersedia memperbaiki kerusakan itu, hingga saat ini kondisinya sendiri
belum
berubah. Janji yang tidak ditepati ini, membuat pihak Kelurahan Karang Taruna merasa
kecewa
dengan oknum tersebut.
http://kompas.com/kompas-cetak/0101/12/DAERAH/ratu20.htm
>Jumat, 12 Januari 2001
Akibat Tembakau Tak Terpasarkan
Ratusan Petani Lombok Timur Pergi ke Malaysia
Mataram, Kompas
Sedikitnya 100 ton produksi tembakau virginia di Lombok Timur,
Nusa Tenggara Barat (NTB), terancam rusak karena tidak bisa
dipasarkan selama dua bulan terakhir. Akibatnya, karena dikejar
membayar utang, ratusan petani pergi ke Malaysia sebagai tenaga
kerja guna melunasi pinjaman yang sebelumnya dipakai membiayai
produksi tembakau."Di wilayah kecamatan kami (Kecamatan Terara
meliputi 12 desa), petani tembakau dipastikan ada yang berangkat
ke Malaysia. Saya tidak hafal berapa jumlahnya, tetapi kalau diambil
jumlah kasarnya mencapai 75-100 orang," kata Ketua Umum
Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Lombok Timur Abas
Yusuf, usai pelantikan pengurus APTI Lombok Timur di Kantor
Camat Terara, Kamis (11/1).
http://kompas.com/kompas-cetak/0101/12/DIKBUD/mera26.htm
>Jumat, 12 Januari 2001
Merambah Frontier HAM
(Lanjutan Refleksi tentang Pendasaran dan Persoalan HAM)
WALAUPUN Richard Rorty mengatakan bahwa upaya pendasaran
HAM sudah outmoded and irrelevant, "usang dan tidak relevan",
pernyataan itu tidak serta merta meniadakan arti penting upaya
tersebut. Karena itu, senang sekali membaca tulisan K Bertens
Menyambung Refleksi tentang Pendasaran HAM (Kompas, 1
Desember 2000) yang meneruskan refleksi dan mengomentari tulisan
saya di harian ini, 3 November 2000.Tulisan itu antara lain juga
menunjukkan bahwa upaya pendasaran itu masih penting dan bahwa
posisi Rorty pun bukannya tanpa masalah. Tulisan ini akan secara
lebih eksplisit menunjukkan beberapa problem mendasar yang terkait
dengan HAM, dan meneruskan eksplisitasi wacana HAM yang sudah
dikemukakan pada tulisan K Bertens itu ketika misalnya menyebut
"hak solidaritas".
http://kompas.com/kompas-cetak/0101/12/DIKBUD/pere27.htm
>Jumat, 12 Januari 2001
Ideologi (Sinema) Televisi
Perempuan Perkasa, Perempuan Terperkosa
Veven Sp Wardhana
DARI 24 hingga 30 Desember 1991, dalam acara rutin "Sepekan
Sinetron Akhir Tahun", TVRI menayangkan tujuh sinetron,
masing-masing: Skandal, Dua Batas Penantian, Is, Emak, Tragedi,
Nyanyian untuk Mama, dan Gerhana Pagi.Dalam sejumlah sinetron
tersebut, pelbagai sosok perempuan cenderung digambarkan serba
buruk atau negatif: ronggeng penggoda nafsu lelaki, istri yang
merangsang suaminya melakukan korupsi, remaja putri yang
menjadi "pereks" (perempuan eksperimen), mertua nyinyir yang
membuat menantunya memilih melahirkan bayinya jauh dari
lingkungan keluarga, ibu kandung cerewet yang membuat seorang
Anak Mami menjadi begitu berandalan di luar rumah, dan
seterusnya.
http://kompas.com/kompas-cetak/0101/12/EKONOMI/seba14.htm
>Jumat, 12 Januari 2001
Sebagian Sumsel Mengalami Kelangkaan Pupuk Urea
Palembang, Kompas
Kasus kelangkaan pupuk urea yang terjadi di daerah Jalur
Kecamatan Musi Banyuasin II, Kecamatan Karangagung Ulu dan Ilir,
Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, ternyata telah
merembet ke daerah-daerah lain. Kelangkaan pupuk urea juga
muncul di sejumlah kabupaten, di antaranya Musi Rawas, Ogan
Komering Ilir, Ogan Komering Ulu serta Lahat.Demikian diungkap
Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Sumsel Ir Trisbani Arif di
Palembang, Kamis (12/1).
Menurut Trisbani, kelangkaan pupuk di wilayahnya sangat tidak
masuk di akal. Mengingat Sumsel lewat PT Pupuk Sriwijaya (PT
Pusri) merupakan produsen pupuk urea nomor satu di Indonesia.
Setiap tahun, pabrik pupuk yang berlokasi di Kota Palembang ini
memproduksi sekitar 2 juta ton pupuk urea untuk kebutuhan
nasional.
http://kompas.com/kompas-cetak/0101/12/EKONOMI/suda15.htm
>Jumat, 12 Januari 2001
Sudah Biasa, Setiap Panen Harga Anjlok Lagi
PETANI padi di beberapa daerah saat ini telah
memasuki masa panen. Namun kegembiraan
yang seharusnya mengiringi datangnya masa
panen tidak sedikit pun terpancar di wajah
mereka. Bayangan guyuran curah hujan
sepanjang hari yang mewarnai bulan Januari
tahun ular ini, tuntutan mendapatkan uang tunai
segera, dan rendahnya harga gabah yang diterima, menjadi
bayang-bayang buruk yang menghilangkan kebahagiaan masa
panen.
Sumarno (50), petani Desa Lambangan tidak punya pilihan lain harus
segera memanen padi di sawahnya, sebelum genangan air hujan
memperburuk kualitas panennya. "Curah hujan sepanjang hari yang
selalu menandai hari raya Cina (Cap Gomeh-Red), menyebabkan
mau tidak mau padi harus dipanen, risikonya harga gabah pasti
rendah," tuturnya.
http://kompas.com/kompas-cetak/0101/12/EKONOMI/cara14.htm
>Jumat, 12 Januari 2001
Cara KUD Pringgodani Selamatkan Petani
DALAM kondisi kepepet, solidaritas memang acapkali muncul. Itu
pulalah yang terjadi antara pengurus Koperasi Unit Desa (KUD)
Pringgodani Kecamatan Gajah Kabupaten Demak, Jawa Tengah dan
kelompok tani setempat. Untuk mengatasi semakin terpuruknya
nasib petani akibat rendahnya harga gabah, mereka sepakat untuk
memanfaatkan fasilitas kredit usaha tani (KUT). Petani diberi
kesempatan untuk membayar tunggakan KUT sampai dengan akhir
Maret 2001. Sedang pembayarannya dilakukan setelah petani
menjual gabahnya lewat KUD setempat berdasarkan harga umum di
pasaran.
Dengan cara semacam ini, KUD mampu menyelamatkan uang
negara dalam bentuk KUT, membantu petani dan KUD sendiri tetap
memperoleh keuntungan. "Memang semula muncul pro dan kontra,
tapi itulah jalan ke luar terbaik bagi semua pihak," ujar Ketua KUD
Pringgodani, Jazeri, yang dihubungi Kamis (11/1).
http://kompas.com/kompas-cetak/0101/12/EKONOMI/pres14.htm
>Jumat, 12 Januari 2001
Presiden Batalkan PPN Produk Pertanian
Jakarta, Kompas
Presiden Abdurrahman Wahid membatalkan pemberlakuan pajak
pertambahan nilai (PPN) atas produk pertanian, peternakan, dan
perikanan melalui UU No 18 Tahun 2000, yang semula akan
diberlakukan mulai Januari 2001.
"Dalam sidang kabinet, Bapak Presiden memutuskan pembatalan
rencana pengenaan PPN untuk produk-produk pertanian karena
banyak para petani yang keberatan. Keberatan itu masuk akal
karena di negara lain pertanian disubsudi dan sering tidak dikenakan
PPN," kata Mentan Bungaran Saragih, menjawab pertanyaan
Kompas di Jakarta, Kamis (11/1).
Pembukaan Pabrik Pulp PT TPL Sedang Diproses
Medan, 9 Januari
Menperindag Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, proses pembukaan
pabrik pulp PT Toba Pulp Lestari (TPL) di Desa Sosorladang, Porsea,
kabupaten Toba Samosir, saat ini sedang berjalan dengan tahap
sosialisasi kepada masyarakat.
''Sosialisasi sekarang ini terus berjalan dan diharapkan
pelaksanaannya dapat berjalan dengan baik dan bisa diterima oleh
rakyat,'' demikian Luhut menjawab pertanyaan wartawan usai menerima
pemberian pakaian kebesaran adat Batak dan bulang-bulang (penutup
kepala) dari para tokoh adat dan pemuka masyarakat Batak di lapangan
Sisingamangaraja XII di Balige, Senin (8/1) siang.
---------------------------------------------------------------------
Mulai langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Stop langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Archive ada di http://www.mail-archive.com/[email protected]