----------------------------------------------------------------------------
---------------------------
Mo ndaftar :    [EMAIL PROTECTED]
Arsip lengkap Berita-berita Lingkungan Hidup di Indonesia, silahkan klik:
        http://www.egroups.com/group/berita-lingkungan/messages
----------------------------------------------------------------------------
----------------------------

http://kompas.com/kompas-cetak/0101/12/EKONOMI/peta14.htm
>Jumat, 12 Januari 2001

Petani Karawang Minta Satgas Dolog Turun ke Sawah
Karawang, Kompas 

Petani di Kabupaten Karawang, sentra produksi beras di Jawa Barat,
meminta satuan tugas (Satgas) Dolog turun ke sawah. Selama ini
mereka tidak bisa menikmati harga dasar gabah yang ditetapkan
pemerintah karena yang melakukan "jemput bola" ke sawah adalah
para tengkulak. Petani makin mengkhawatirkan harga gabah yang
saat ini berkisar Rp 800/kg, makin anjlok karena cuaca yang terus
hujan hingga menyulitkan pengeringan. 

"Satgas Dolog belum pernah ke sini, kita terus jual ke tengkulak,"
kata H Sainan (60), petani asal Desa Karangligar di Kecamatan
Telukjambe yang ditemui di rumahnya, Kamis (11/1). Sainan malah
menyebutkan kenaikan harga dasar gabah pun banyak belum
diketahui petani setempat.

http://www.mediaindo.co.id/cetak/news.asp?id=2001011200122454

                  Teologi Lingkungan
                  Media Indonesia - Opini (12/01/2001 00:12 WIB)

                  Oleh M Yudhie R Haryono 
                  Staf Yayasan Paramadina, Jakarta 

                  DI tengah kerusakan lingkungan (kebakaran hutan, banjir) di
mana-mana,
                  ada baiknya kita harus mempertanyakan kembali, apakah alam
raya ini
                  diciptakan oleh Sang Khalik buat manusia--sebagai khalifah di
                  bumi--ataukah sebaliknya, manusia diciptakan buat alam raya?
Inilah
                  pertanyaan penting yang kini banyak diajukan kepada rohaniwan
oleh
                  kalangan yang mulai skeptis terhadap teologi lingkungan.
Menurut mereka
                  agama ikut bertanggung jawab atas berbagai kerusakan
lingkungan akibat
                  legitimasi teologisnya terhadap superioritas manusia. Di
kalangan
                  rohaniwan sendiri, tampaknya tidak ada upaya untuk melahirkan
suatu
                  teologi yang `ramah` terhadap lingkungan. Kecuali Seyyed
Hossein Nasr
                  (1996). Kalangan ahli Islam dan agama lain (Kristen,
misalnya, hanya
                  Anthony De Mello) tampaknya jarang yang menaruh perhatian
                  sungguh-sungguh terhadap permasalahan lingkungan. 

http://www.thejakartapost.com/detaileditorial.asp?fileid=20010112.C03&irec=3
Opinion January 12, 2001

                 Plan to map out natural resources 
                 By Indra Darmawan

                 JAKARTA (JP): October and November were among
                 the busiest months in the year 2000 for the House of
                 Representatives (DPR). Extensive sessions were held
                 for executives and legislators to discuss and finally
                 approve laws on the national development plan
                 (Propenas).

                 The schedule was hectic largely because the annual
                 development plan (Repeta-yearly breakdown of
                 Propenas) and annual budget for 2001 (APBN) were
                 also in the pipeline at almost the same time and the
                 schedule overlapped. 

http://www.suaramerdeka.com/harian/0101/12/dar23.htm
Jumat, 12 Januari 2001 Jawa Tengah - Kedu & DIY  

           Status Bahaya Dinaikkan Siaga Merapi
           Bupati Magelang Siapkan Penampungan Pengungsi

           MUNGKID- Aktivitas Gunung Merapi meningkat. Kepala Balai
           Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK)
           Syamsul Rizal Dipl Seis menyatakan status dinaikkan dari waspada
           Merapi menjadi siaga Merapi.

           Hasil pengamatan pada 10-11 Januari terjadi guguran kubah lava di
           Gunung Merapi terus-menerus dan pusat guguran pada tubuh kubah
           lava 98.

From: JALA <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Wed, 10 Jan 2001 22:40:22 +0700
Subject: [pela] Kronologis Peristiwa dan Pernyataan SNSU dan JALA

Salam Pela
Tanggal 5 Januari 2001, merupakan hari yang kelabu bagi kami dan bagi kita
semua, karena pada hari tersebut telah terjadi peristiwa yang sangat
mengenaskan, dimana kawan-kawan nelayan tradisional yang menjadi anggota
SNSU telah tewas akibat keganasan para awak kapal trawl. Sampai saat ini
telah di ketahui bahwa 3 orang di pastikan telah meninggal dunia dengan
sekujur tubuh penuh luka penyiksaan sementara 2 orang nelayan sampai saat
ini belum di ketahui nasibnya. Dan salah satu korban tersebut adalah Bapak
Maringan Sitanggang yang juga merupakan wakil ketua Serikat Nelayan
Sumatera Utara. 

Pernyataan Sikap Serikat Nelayan Sumatera Utara (SNSU)

Kami dari Sarekat Nelayan Sumatera Utara (SNSU) sebagai wadah perjuangan nelayan
kecil di Sumatera Utara, merasa sangat terpukul  dengan kejadian yang telah
menimpa kawan seperjuangan kami, yang telah tewas karena berusaha memperjuangan
masyarakat nelayan kecil di Kabupaten Deli Serdang. 3 orang yang meninggal
dunia antara lain dengan nama, Maringan Sitanggang (Wkl Ketua Umum SNSU),
Misnan (calon Anggota SNSU), Samsul Bahri ( calon Anggota SNSU). 2  orang yang
belum di ketahui nasibnya sampai sekarang adalah bernama Ucok penduduk desa
Bogak Besar Kec.Teluk Mengkudu, dan Ijai penduduk desa matang pulau Perbaungan.

Apa yang di tuduhkan kepada korban bahwa mereka adalah perampok dengan ini kami
bantah dengan keras. Sebab tuduhan perampok tersebut di ungkap menurut kami
untuk menghilangkan sebab-sebab kematian korban. Hal ini berdasarkan kondisi
tubuh para korban yang sebelum meninggalnya telah di aniaya terlebih dahulu.
Sepengetahuan kami di dalam tubuh organisasi SNSU Bapak Maringan Sitangang
(Almarhum) adalah seorang pejuang nelayan yang menjadi salah satu anggota Tim
Pengawasan dan Penertiban Pukat Harimau (Wastib) di tingkat Kabupaten Deli
Serdang dengan SK. Bupati DS No. 33 Thn . 2000. Sedangkan Sdra.Ucok yang sampai
saat ini belum di ketahui nasibnya menjadi anggota Tim Wastib Pukat Harimau di
tingkat Kecamatan Teluk Mengkudu dan Perbaungan.

PERNYATAAN SIKAP ORNOP PESISIR DAN LAUT
SUMATERA UTARA

Pada tanggal 5 Januari 2001, tiga  orang pejuang  nelayan gugur  mengenaskan,
ketiga korban tersebut adalah Maringan Sitanggang 51 tahun, Syamsul 34 Tahun
dan Misnan 22 tahun dan 2 orang lainnya bernama Ijai dan Ucok hingga hari ini
belum  diketahui nasibnya. Korban ditemukan dalam keadan telanjang dan ada alat
kelamin yang hilang, kepala pecah , leher terputus, beberapa bagian tubuh
berlubang, kuping ditusuk hingga tembus dari kanan ke kiri. 

Berdasarkan informasi dari beberapa media massa menyebutkan bahwa mereka adalah
perompak. Hal tersebut merupakan berita sepihak yang tidak jelas faktanya.
Korban sebenarnya adalah nelayan tradisonal yang selama ini memperjuangkan
penghapusan trawl di Kabupaten Deli Serdang. Maraknya pengoperasian pukat
harimau memunculkan niat para korban untuk mengusir pukat harimau (trawl ) di
Perairain Deli Serdang. Apalagi para korban yakni Maringan Sitanggang merupakan
salah satu TIM Wanstib (Pengawasan dan Penertiban ) Trawl di Kabupaten
Deliserdang dan Ucok adalah anggota Tim Wanstib Kecamatan Teluk Mengkudu.  

Kronologis Peristiwa 5 Januari 2001 
I.      Syamsul Bahri 
-       Hari Kamis pagi 4 Januari 2001 jam 04.00 Wib pergi kerja ke jermal
seperti biasa karena selama dua hari ini ia sudah bekerja dijermal lamtua
(baris sepuluh)  istri dan keluarga tidak tau kalau mereka hendak mengusir
pukat trawl pada malam itu tapi , ia selalu menceritakan bahwa sekarang banyak
pukat trawl yang beroperasi dimana selalu menyusahkan nelayan dalam menangkap
ikan dan menjadi musuh nelayan . Sumber  istri korban .
-       Kamis Malam (malam Jum`at) jam : 24.00 samsul berangkat kelaut bersama
Maringan sitanggang, pijai, ucok nelayan dari desa bogak dan misnan. Pergi ke
jermal dimana ia tempat ucok dan samsul bahri bekerja. Diketahui dari Rusli
teman korban satu pekerjaan.    


---------------------------------------------------------------------
Mulai langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Stop langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Archive ada di http://www.mail-archive.com/[email protected]

Kirim email ke