Mau nimbrung PLH yang sangat sederhana, yaitu teman-teman yang masih suka
menghisap rokok di tempat umum tetapi ucapannya aktif di PLH, bagaimana mau
berkarya yang besar kalau dalam kegiatannya sehari-hari masih mengganggu
bahkan sangat mengganggu lingkungannya (ya rumah tangga, ya teman sekantor,
ya dll...dll). Tolong PLH dimulai dari diri sendiri baru kita meningkat ke
tetangga dan orang lain.
Salam
Harini
----- Original Message -----
From: PPLH <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Tuesday, April 03, 2001 1:56 PM
Subject: Re: [envorum] minta tolong
Apa mungkin juga ya . . .
Kan kita orang Indonesia juga dikenal paling pinter untuk ngakali dan
melanggar yang namanya peraturan, dan kadangpun yang mbuat peraturan juga
dengan "sadar" melanggarnya juga. Ingat juga gimana peraturan tentang
operasi Yustisi dulu dan apakah sekarang masih terdengar masih diterapkan di
kota yang mendapatkan ADIPURA.
Sebenarnya bagus juga usulannya, karena kalau nggak "dipaksa" dan nggak
dibiasakan, kita orang Indonesia terbiasa nggak ada waktu. Pengalaman kita
disini dengan contoh pemisahan sampah di bak-bak khusus, komentar pengunjung
"ya bagus lah" atau yang lebih membuat nyengir jawabannya "nggak sempat mas
atau kok ya sempat-sempatnya misahin sampah kayak gitu", atau pula dengan
komentar "ngapain mas bingung-bingung, kan sudah ada petugas pengumpul
sampah dan lagi tiap bulan kita udah bayar retribusinya". Bahkan pernah
ketika pelatihan Pendidikan Lingkungan bagi Guru SD (sampai 3 kali), salah
seorang guru (bahkan kepala sekolah SD) mencoba menerapkan permainan
Memisahkan Sampah di sekolah dan akhirnya ada murid yang membawa ke rumah.
Apa yang terjadi ? orang tua murid datang ke sekolah dan memprotes Kepala
Sekolah tersebut bahwa anaknya di sekolah untuk dapat pelajaran dan pintar,
bukan untuk diajarkan ngurusin sampah apalagi berurusan dengan barang-barang
bau tersebut. Bahkan orang tua tersebut mengancam pakai wartawan juga. Atau
kalau kita mau refleksi sedikit bagi yang perokok, pernah nggak kita
terpikirkan untuk membawa asbak kemanapun kita pergi (mungkin bawa bekas
bungkus permen dari kaleng kecil).
Mau nanya nih Mas Luchman Hakim, apakah anda adalah si Lucan Wong Ndayak ?
Kalau pulang ke Malang ya bawain dong barang-barang koleksinya. Suwun
Yusuf (Yosep)
---------------------------------------------------------------------
Mulai langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Stop langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Archive ada di http://www.mail-archive.com/[email protected]