~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Informasikan Situasi Lingkungan Anda
[EMAIL PROTECTED]
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Lampiran : Catatan-Catatan Penting Masyarakat Tobelo
1. Penempatan Satgas Keamanan Darurat Sipil di Tobelo mulai awal 2000 sampai
dengan saat ini tercatat beberpa hal sebagai berikut :
Kesatuan-kesatuan yang telah bertugas di wilayah ini mulai dari Kostrad 501,
401, Brimob, Marinir, kemudian 321, 742 dan 741, meninggalkan kesan yang
memuaskan bagi masyarakat dalam upaya mengamankan wilayah ini.
Dalam pelaksanaan tugasnya, kesatuan-kesatuan tersebut diatas telah
melakukan berbagai hal bersama masyarakat terutama dalam upaya-upaya bersama
menciptakan kondisi yang lebih kondusif kearah pemulangan pengungsi ke
berbagai daerah asalnya.
Dalam kerangka itu juga telah dilakukan penyerahan berbagai peralatan
senjata perang oleh masyarakat secara sukarela juga atas inisiatif bersama
Kesatuan 321, Marinir dan masyarakat mempelopori pertemuan-pertemuan
kelompok masyarakat Muslim-Kristen Kecamatan Tobelo, Galela dan Morotai yang
melahirkan Deklarasi Damai Tobelo.
2. Catatan kejadian penting tahun 2002
a. Sejak tanggal 08 April 2002, Pengamanan dilakukan oleh keamanan organik
di Tobelo, yang terdiri dari POLSEK Tobelo, Kesatuan KORAMIL, Kesatuan KOMPI
C. 732 Banau dan dibantu oleh satu regu satuan tugas MARINIR.
b. Jumat, 05 Juli 2002, kira-kira pukul 04.30 terjadi ledakan bom di desa
Popilo/dusun Mede. Bom susulan terjadi kira-kira pukul 05.30 di desa yang
sama, sedangkan tempat kejadian berjarak kira-kira 200 meter arah barat
pemukiman masyarakat Kristen.
c. Senin, 08 Juli 2002, kira-kira jam 07.00 terjadi ledakan bom di desa
Gorua
d. Selasa, 09 Juli 2002, kira-kira pukul 02.00 terjadi ledakan bom di desa
Gorua. Hari yang sama pukul 07.00, satuan Gabungan yang terdiri dari
Koramil, Polsek, Marinir di Kecamatan Tobelo mengadakan pemeriksaan di desa
Gorua dan ditemukan barang-barang seperti :
� 4 buah pistol
� 28 senjata laras panjang (organik beberapa jenis)
� 2 senjata mesin berat (sejenis 12,7)
� 4 buah granat
� 73 buah detonator
� 1 karung bom rakitan siap pakai
� ratusan amunisi dari beberapa jenis
Pada hari yang sama, tepatnya pukul 09.00 terjadi kunjungan MUSPIDA Propinsi
Maluku Utara yang dipimpin oleh Sekwilda Propinsi untuk menjelaskan bahwa
mulai tanggal 09 Juli 2002 wilayah Tobelo akan ditempatkan SATGAS Keamanan
Darurat Sipil dari kesatuan ZIPUR-5 dan akan menempati desa Luari, Popilo,
Gorua, Tolonuo dan Togolioa. Penempatan ini mulai dilakukan kira-kira jam
15.00.
e. Rabu, 10 Juli 2002, kira-kira pukul 20.00 terjadi ledakan bom di desa
Gorua dan ledakan susulan pada jam 23.30.
f. Kamis, 11 Juli 2002, kira-kira pukul 04.00 ledakan bom terjadi di desa
Gorua. Kemudian pada pukul 05.00 dan seterusnya sampai dengan pukul 08.30
ledakan bom dan tembakan mulai terdengar dari kelompok pengacau keamanan di
desa Gorua dan Popilo sehingga masyarakat menjadi panik dan terjadi
pengungsian besar-besaran dari kelompok masyarakat Kristen yang berada di
desa Popilo, Gorua dan Tolonuo ke desa-desa tetangga. Setelah meninggalkan
tempat pemukiman, terjadi pengrusakan sebagai berikut :
� Dua rumah penduduk Kristen di bakar (desa Gorua)
� Beberapa rumah penduduk muslim di jarah (desa Gorua dan Gamsungi)
� Satu kios dibakar (desa Gorua)
� Rumah-rumah penduduk Kristen dirusak dan dijarah (desa Tolonuo)
� Satu rumah gereja dirusak (desa Tolonuo)
� Beberapa rumah penduduk kristen dirusak dan dijarah (desa Popilo)
Pada kira-kira pukul 06.30, aparat Gabungan dari Koramil, Polsek, Kompi
Senapan C/732 Banau dan Marinir, melakukan pengamanan dan pemeriksaan di
desa Gorua dan Popilo sehingga menemukan barang-barang seperti :
� 3 buah pistol
� 9 buah senjata laras panjang
� 3 buah senjata mesin berat (sejenis 12,7)
� 6 buah granat
� 33 buah bom rakitan
� ratusan amunisi dan satu karung pakaian loreng
Kira-kira pada pukul 17.30, terjadi pemukulan terhadap dua orang pengendara
sepeda motor di desa Gorua.
g. Jumat, 12 Juli 2002, kira-kira pukul 08.30, terjadi penganiayaan terhadap
sopir angkutan umum (kepala dan tangan dipotong) serta pemukulan dengan
benda keras terhadap tiga orang penumpang yang bersama-sama dengan sopir.
Para korban tersebut di atas berasal dari kelompok Kristen desa tetangga.
h. Senin, 15 Juli 2002 sekitar pukul 02.30, masyarakat Kristen yang berada
di desa Soakonora kecamatan Galela di bom, mengakibatkan dua orang mengalami
luka-luka.
i. Jumat, 19 Juli 2002, sekitar pukul 22.10 terdengar bunyi ledakan bom di
antara desa Gorua dan Wari dan kemudian ledakan susulan terdengar pada pukul
22.30
j. Sabtu, 20 Juli 2002 sekitar pukul 01.00 ledakan bom terjadi di jantung
kota Tobelo dan disusul ledakan berikutnya pada pukul 01.40 di tempat yang
berjarak kurang lebih 200 meter dari ledakan pertama.
k. Sampai hari ini Senin, 22 Juli 2002, masyarakat Kristen dari desa Tolonuo
dan popilo masih berada di pengungsian dan sebagian masyarakat Kristen desa
Gorua, Mamuya (kecamatan Galela) juga masih berada di pengungsian di
desa-desa yang aman di kecamatan Tobelo, sedangkan sebagian masyarakat
Muslim desa Gorua dan popilo dan Togoliua sementara mengungsi di kecamatan
galela dan Ternate. Padahal mereka ini sudah hampir dua tahun telah kembali
ke desanya masing-masing.