~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Informasikan Situasi Lingkungan Anda
[EMAIL PROTECTED]
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Salam Sejahtera,
Eskol Netters yang terkasih,
Membaca berita penangkapan Pdt. Damanik saat melakukan evakuasi tersebut,
timbul sebuah pertanyaan; "Mengapa aparat keamanan tidak melakukan hal yang
sama ketika sekelompok massa melakukan penyerangan dan pembantaian ke
berbagai desa di Poso, sehingga jatuh korban jiwa serta kerugian harta
benda?"
Tetaplah berdoa,
Redaksi Eskol-Net
=============
August 21, 2002
Penangkapannya sudah lama diinginkan kelompok tertentu
Pdt Damanik Dijadikan Target Operasi Polda Sulawesi Tengah
===========================================
Ketua Crisis Center yang juga Sekretaris Umum Majelis Sinode GKST (Gereja
Kristen Sulawesi Tengah), Pdt Rainaldy Damanik Msi, kini dijadikan target
operasi oleh Polda Sulawesi Tengah (Sulteng) menyusul laporan adanya
penemuan senjata di iring-iringan mobil yang ditumpanginya. Kadit Serse
Polda Sulteng, Kombes Pol Tatang Sumantri kemarin (20/08) menyatakan, saat
ini status Damanik adalah tersangka. Padahal Pdt Damanik sendiri dalam
penjelasannya mengatakan, dia hanya melakukan evakuasi bersama beberapa
warga atas sejumlah korban pembantaian di desa-desa yang diserang. Saat itu,
ketika bertolak dalam perjalanan, iringan mobil untuk keperluan evakuasi
itu, dicegat petugas dan ditemukan senjata yang dibawa orang-orang di dalam
kendaraan.
Menurut Damanik sebagaimana dikutip Direktur Eksekutif Poso Watch Network,
Ferdinand H Enoch kepada Komentar via telepon kemarin, senjata yang ada itu
sebenarnya dibawa oleh warga dari Desa Peleru yang ikut di dalam iringan
mobil. Menurutnya, sudah lumrah ada yang bawa senjata di daerah konflik.
Lagian itu dibawa masyarakat guna menjaga segala kemungkinan, seperti halnya
ter-jadi kemungkinan terjadi penye-rangan pihaknya melakukan eva-kuasi.
Seperti diketahui, lanjut Enoch, iring-iringan mobil bersama Pdt Damanik
tersebut, sudah yang kedua kalinya dilakukan dengan tujuan mengevakuasi
warga desa yang terancam jiwanya akibat serangan kelompok-kelompok tero-ris.
Sebelumnya, banyak anak-anak dan perempuan, telah ber-hasil dievakuasi.
Di sisi lain, Enoch menam-bahkan, sebenarnya juga rencana penangkapan
terhadap Pdt Da-manik sudah lama dihembus-hembuskan oleh kelompok terten-tu.
Dan ketika ada temuan senjata yang dibawa masyarakat yang kebetulan berada
di iringan mobil Pdt Damanik, maka hal itu makin menguatkan untuk menangkap
Damanik. Sebelumnya, sebagai-mana disampaikan Enoch, berita penangkapan
terhadap Damanik sudah dipublikasikan melalui Laskar Jihad.online.
''Padahal Pdt Damanik itu bu-kanlah seorang panglima perang. Dia hanyalah
orang biasa yang berkeinginan melakukan evakuasi terhadap warga yang menjadi
korban penyerangan,'' ungkap Enoch. Sementara itu, seba-gaimana disampaikan
sumber resmi Polda yang dilansir Antara, tim gabungan TNI/Polri ketika
melakukan penyisiran tim, menahan empat mobil dari arah Tentena menuju
Kolonedale, namun satu melarikan diri. Saat dilakukan penggeledahan, dimana
salah satu dari tiga mobil yang ditahan terdapat Pdt Damanik, ditemukan
adanya 14 pucuk senjata api berikut 144 butir amunisi jenis RPD dan satu
botol minyak lantak.
Saat itu, menurut Kadit Serse Polda Sulteng, tim gabungan tidak dapat
menahan Damanik. ''Sebab yang bersangkutan di-lindungi massa yang jumlahnya
lebih banyak dari kekuatan aparat. Akan ada korban jiwa jika aparat ketika
itu memaksakan diri menangkap Damanik,'' ujar Kadit Serse, Tatang Sumantri.
Ia mengatakan barang bukti senjata api dan amunisi sudah dievakuasi dari TKP
ke Mapolres Poso dengan menggunakan heli-kopter, sedangkan tiga mobil yang
ditahan masih berada di pos pengamanan di Mayumba.
Sementara itu, seorang pengurus Crisis Center GKST kepada Komentar tadi
malam mengatakan, senjata dan peluru itu sengaja dijadikan perangkap
oknum-oknum tertentu yang tak senang dengan sepak terjang Damanik.
Di sisi lain, soal isu akan ditangkapnya Pdt Rainaldy Damanik telah menyebar
luas di Kota Palu dan Poso. Damanik, seperti dikutip sumber, mengaku tak
gentar dengan rencana ter-sebut. "Silakan tangkap saya di Kantor Sinode GKST
Sulteng di Tentena," kata sumber mengutip pernyataan Damanik.
Lebih lanjut, sekitar pukul 12.00 WITA siang kemarin, di wilayah udara kota
Kecamatan Tentena lewat sebuah helikopter yang diduga milik aparat Polri
dari Palu. "Menurut informasi di kalangan warga Tentena, aparat yang ada di
heli itu berencana melakukan pemantauan dalam rencana menciduk Damanik,"
lanjut sum-ber.(rik/eky/ant)
http://www.hariankomentar.com/hl001.html