********************************
Bila anda mampu berpikir kritis analisis,
Manfaatkan ruang "Artikel" Eskol-Net
Untuk menuangkan ide dan gagasan anda!
Kirimkan ke [EMAIL PROTECTED]
***Jangan sia-siakan talenta anda****
**********************************
Wacana Mingguan :
Edisi 24 April 1999
================
"ANTARA KASIH DAN RASA KASIHAN "
------------------------------------------------
Oleh: Augustinus Simanjuntak
Umat Kristen sangat dikenal dengan hukum kasih, yaitu mengasihi Tuhan
Allah dan mengasihi sesama manusia seperti mengasihi dirinya sendiri (Mat:
22: 37 -38). Kasih itu sendiri ada 3 golongan. Kasih Agape (Kasih yang
sifatnya kekal, kasih karena merasa telah menerima Anugerah Keselamatan di
dalam Kristus, kasih yang tanpa memandang latar belakang seseorang); Kasih
Eros (Kasih/cinta berahi, bersifat sementara, misalnya cinta berahi antara
seorang pria dengan wanita); Kasih Philia (Kasih karena sebagai akibat
adanya jalinan persaudaraan, misalnya antara orang tua dan anak, kasih
antara adik dengan kakak kandung).
Keistimewaan orang percaya kepada Kristus ialah, terdapatnya KASIH AGAPE.
Kasih yang satu ini sangat luas, tanpa batas/ tanpa memandang latar
belakang seseorang. Apabila KASIH AGAPE terdapat pada diri kita, maka
KASIH EROS DAN PHILIA akan lebih sempurna, dengan kata lain, KASIH AGAPE
pasti memperlengkapi KASIH EROS dan KASIH PHILIA. Misalnya; seseorang yang
telah menerima KRISTUS dalam hidupnya, maka ia akan mengalami perubahan
dalam kasihnya terhadap istri/suaminya (semakin mencintai istri/suaminya),
juga akan semakin mengasihi orang tua/sanak saudaranya. Bahkan, kasih
Agape itu meluas ke seluruh sesamanya manusia, sebagaimana dikehendaki oleh
Firman Tuhan.
Istilah yang sering kita dengar dengan adanya rasa kasih, yaitu rasa
KASIHAN. Rasa kasihan sebenarnya bisa dipakai untuk membuktikan apakah
seseorang itu sudah memiliki rasa kasih atau belum. Dua istilah ini tidak
bisa terlepas, artinya, jika kita mengakui mengasihi sesama, maka kita
otomatis memiliki rasa kasihan kepada sesama.
Oleh karena itu, tidak mungkin seseorang mengaku mengasihi sesama manusia,
tetapi ia sama sekali tidak mempunyai rasa kasihan.
Apabila kita sebagai orang percaya melihat sesama kita manusia (tidak
terbatas hanya pada saudara yang seiman) mengalami penderitaan, kemiskinan,
dan kelaparan, bagaimanakah perasaan kita. Jika kita tidak memiliki rasa
kasihan sama sekali, atau bahkan memandang hina mereka, itu berarti bahwa
patut dipertanyakan, apakah kita sudah betul mengasihi sesama manusia ?
MEMPUNYAI RASA KASIHAN KEPADA SESAMA YANG MENDERITA SEBAGAI WUJUD ADANYA
KASIH DALAM HIDUP KITA SEBENARNYA TIDAK SELALU MENUNTUT AGAR KITA MENOLONG
MEREKA (KALAU MEMANG KITA TIDAK/BELUM MAMPU UNTUK MELAKUKANNYA). TETAPI
YANG DITUNTUT DARI KITA IALAH ISI HATI KITA/BAGAIMANA SIKAP HATI KITA
TERHADAP MEREKA. Sikap hati kita akan diketahui oleh Tuhan. Apakah sikap
hati kita sudah berkenan di hadapan Tuhan dalam menyikapi segala
penderitaan sesama ? PALING TIDAK KITA BERDOA BAGI MEREKA, KALAU KITA
MEMANG MEMPUNYAI RASA KASIHAN, KALAU KITA BELUM BISA MENOLONG MEREKA.
Kita seharusnya lebih kasihan bagi mereka yang BELUM MENGENAL KRISTUS,
termasuk mereka yang masih mengejar hal-hal duniawi, mereka yang masih
mengutamakan jabatan, mereka yang melakukan kejahatan (pembunuh, pemerkosa,
pencuri, koruptor, pembohong, dan sebagainya). Bukankah mereka calon-calon
penghuni neraka bila mereka tidak terselamatkan dengan pemberitaan Injil ?
Alangkah kasihannya mereka.
Persoalannya sekarang ialah, sudah sanggupkah kita berpola pikir kasih
seperti itu ?
Saya yakin bahwa bila kita sudah mampu mempunyai hati seperti itu (karena
dimampukan oleh Kristus) maka muncullah keinginan bagi kita untuk
menyadarkan mereka, bahkan keinginan untuk menginjili mereka.
KIRANYA KRISTUS MEMAMPUKAN KITA SEMUA UMAT TEBUSANNYA. AMIN.
Tuhan Yesus berkata dalam Matius 9:13:
"Yang Kukehendaki ialah BELAS KASIHAN dan bukan persembahan ........"
================================================
Pokok-Pokok Doa:
1. Berdoa untuk situasi saudara-saudara kita (baik yang seiman maupun yang
tidak seiman) di Maluku, Sambas, Situasi Kota Jakarta, rencana Pemilu, agar
rencana dan kehendak Tuhan yang terjadi di Indonesia.
2. Berdoa untuk situasi dunia, khususnya masalah peperangan, kemiskinan,
penderitaan, penekanan, dan segala bentuk pelanggaran Hak Asasi lainnya,
agar Tuhan kiranya menolong dan menyadarkan orang-orang yang bertindak
kejam, sadis da tidak adil.
*******************************************************
"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
BII Cab. Pemuda Surabaya, a.n. Robby (FKKS-FKKI) Acc.No. 2.002.06027.2
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l