''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''' Sari Berita: Selasa, 25 Mei 1999 """""""""""""""""""""""""""""""""""""" **PPP Janji Adili Soeharto Bila Menang Pemilu **Wiranto: Cegah Kewenangan Terlalu Jauh Bagi Militer **Dilempari, Rombongan Ketua Umum Golkar **Ghalib Diperintah Teliti Data TIME ---Internasional---- **Komandan Korps AD Yugoslavia Ramalkan Kemenangan Atas NATO **Gereja Katolik Filipina Tolak Kehadiran Militer AS **Insatiable Appetite Cox Report Says China Got Secrets Any Way it Could **The Neanderthal: A Modern Man With Disease? ++++++++++++ PPP Janji Adili Soeharto Bila Menang Pemilu ---------------------------------------------- Jakarta, Pembaruan Ketua Umum DPP PPP (Partai Persatuan Pembangunan) Hamzah Haz menegaskan, langkah utama yang dilakukan PPP bila menang pada pemilu (pemilihan umum) nanti ialah mengadili mantan Presiden Soeharto atas kasus-kasus KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme) yang dilakukannya selama berkuasa. ''Soeharto akan dijebloskan ke penjara kalau ternyata nanti di depan pengadilan dia gagal membuktikan bahwa kekayaan keluarga dan kroni-kroninya tidak diperoleh melalui KKN,'' tegas Hamzah Haz dalam pidato politiknya di hadapan puluhan ribu massa pendukung PPP yang menghadiri kampanye PPP di Kota Bangil, Jawa Timur, Sabtu (22/5). Selengkapnya: http://suarapembaruan.com/News/1999/05/240599/Headline/hl04/hl04.html Wiranto: Cegah Kewenangan Terlalu Jauh Bagi Militer ------------------------------------------------------- Jakarta, Pembaruan Menhankam/Panglima TNI Jenderal Wiranto menegaskan, harus dicegah munculnya tiga kecenderungan yang ekstrim. Yaitu, pertama, memberi peluang bagi jangkauan kewenangan terlalu jauh bagi militer (military over reach). Kedua, mengisolasi militer dari masyarakat warga negara. Dan, ketiga intervensi terlalu jauh oleh sipil dalam manajemen internal militer. ''Apabila satu atau lebih kecenderungan ini menjadi realitas dalam kehidupan masyarakat, dapat dipastikan hal itu akan menjadi akar konflik yang permanen antara sipil dan militer, yang akhirnya hanya akan mengganggu ketentraman kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara,'' kata Wiranto, saat menjadi pengarah pada seminar nasional ''Mencari Format Baru Hubungan Sipil-Militer Indonesia'' yang diselenggarakan jurusan Ilmu Politik Fisip UI, di Kampus UI Depok, Senin (24/5) pagi Selengkapnya: http://suarapembaruan.com/News/1999/05/240599/Headline/hl08/hl08.html Dilempari, Rombongan Ketua Umum Golkar --------------------------------------------- Jakarta, Kompas Partai Golkar kembali mendapat perlakuan tidak mengenakan dalam kampanyenya di Ibu Kota Jakarta. Setelah empat kendaraan hiasnya dirusak massa pada karnaval 19 Mei 1999 (hari pertama kampanye), rombongan Ketua Umum DPP Partai Golkar Akbar Tandjung hari Senin (24/5) dilempari massa di sekitar Stasiun Cikini, Jakarta Pusat. Di wilayah itu pula terletak Kantor DPD Partai Golkar DKI Jakarta. Insiden dipicu ketidakpuasan ratusan warga yang mendatangi kantor DPD Golkar DKI karena mendapat kabar bahwa mereka akan diajak kampanye dengan imbalan kaus, makan siang dan uang transpor Rp 50.000. Dalam insiden itu, sejumlah kendaraan rusak ringan. Insiden itu cenderung mengeras sehingga untuk membubarkan massa, aparat harus melepaskan tembakan peringatan ke udara Selengkapnya: http://kompas.com/kompas-cetak/9905/25/UTAMA/dile01.htm Ghalib Diperintah Teliti Data TIME ----------------------------------- detikcom, Jakarta - Presiden Habibie telah memerintahkan jaksa Agung Andi M Ghalib untuk meneliti dan mempelajari secara serius semua data yang ditulis majalah TIME. Hal itu dilakukan sebagai bagian dari pelaksanaan TAP MPR N0.11/1998. Pernyataan ini dilontarkan oleh Menteri Kehakiman sekaligus Mensesneg Muladi kepada wartawan di Istana Negara, seusai bertemu dengan Habibie, Senin (24/05/1999). Hadir dalam pertemuan itu Jaksa Agung Andi M Ghalib dan juga Pangab Jenderal Wiranto Selengkapnya: http://detik.com/berita/199905/19990524-1603.html ---Internasional--- Komandan Korps AD Yugoslavia Ramalkan Kemenangan Atas NATO ----------------------------------------------------------------------- Beograd, Pembaruan Komandan Korps Angkatan Darat Yugoslavia di Pristina meramalkan suatu ''kemenangan historis'' atas NATO dan membantah laporan-laporan bahwa ribuan tentaranya telah membelot. Dalam suatu wawancara yang diudarakan Minggu (23/5) malam, Mayjen Vladimir Lazarevic memberitahu televisi pemerintah Serbia, ''kami sungguh memiliki peluang untuk menang secara gemilang atas kekuatan dunia terhebat. Sungguh kami memiliki peluang historis untuk menang.'' Selengkapnya: http://suarapembaruan.com/News/1999/05/240599/LuarNegr/ln03/ln03.html Gereja Katolik Filipina Tolak Kehadiran Militer AS ---------------------------------------------------- MANILA - Pemerintah Filipina kemarin mengerahkan satuan marinir ke gedung Senat, pada saat aksi-aksi protes meningkat menjelang voting atas suatu persetujuan dengan AS. Persetujuan itu bertujuan meratakan jalan bagi dilanjutkannya latihan militer bersama antara Filipina dan AS. Di gedung Kedubes AS, yang letaknya tidak jauh dari gedung Senat Filipina, polisi bentrok dengan puluhan pengunjuk rasa yang membakar bendera AS. Namun tidak ada yang cedera dalam bentrokan tersebut Selengkapnya: http://suaramerdeka.com/harian/9905/25/int7.htm Insatiable Appetite Cox Report Says China Got Secrets Any Way it Could --------------------------------------------------------- W A S H I N G T O N, May 24 � China did anything it could to feed its insatiable appetite for U.S. nuclear weapons secrets, super computers and ballistic missile technology, according to a congressional report. The report, being released Tuesday morning, describes a �blurring of commerce and intelligence operations� by China that poses an unprecedented challenge to U.S. efforts to keep China from getting America�s military-related secrets. More: http://abcnews.go.com/sections/world/DailyNews/china_coxreport990520.html The Neanderthal: A Modern Man With Disease? ------------------------------------------------ Recent research has renewed debate over the fate of Europe's Neanderthals, the beetle-browed hunter-gatherers who endured the rigors of the ice age for 200 millennia, only to cede their territory to modern man and dwindle to extinction in a relatively short time some 30,000 years ago More: http://www.washingtonpost.com/wp-srv/national/science/daily/may99/neanderth al24.htm +++++++++++ "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] BII Cab. Pemuda Surabaya, a.n. Robby (FKKS-FKKI) Acc.No. 2.002.06027.2 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
