********************************
Bila anda mampu berpikir kritis analisis,
    Manfaatkan ruang "Artikel" Eskol-Net
Untuk menuangkan ide dan gagasan anda!
    Kirimkan ke [EMAIL PROTECTED]
***Jangan sia-siakan talenta anda****
**********************************

Wacana Mingguan :
Edisi 12 Juni 1999
================

"Kejatuhanku Membuatku Tak Berdaya......"
""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""''''''''''''"'''''''''
" Sebab aku sendiri sadar akan pelanggaranku, aku senantiasa
bergumul dengan dosaku....".   (Mazmur 51: 5)

Salam sejahtera dalam Kasih Tuhan kita Yesus Kristus, Tuhan yang memberi
kita pengharapan hidup kekal untuk selama-lamanya.

Sebelum menerima Kristus sebagai Juru Selamat hidupnya, natur manusia
memang berdosa (cenderung untuk berbuat dosa).  Tapi walaupun sudah ditebus
atau sudah dimenangkan dari segala dosa dengan darah Kristus, kita masih
dalam keadaan berdosa tetapi dimampukan untuk tidak berbuat dosa ( melalui
suatu proses kita akan semakin cenderung untuk tidak berbuat dosa). Semakin
cenderung untuk tidak berbuat dosa berarti kerohanian orang percaya itu
sudah semakin dewasa. Roh Kudus terlibat dalam proses itu. Roh Kudus
menolong dan mengingatkan umat percaya akan dosa yang telah dilakukannya,
dan pertolongan Roh Kudus itu berlaku terus selama hidup kita di dunia ini.

Namun, kita sebagai orang percaya, bukanlah robot, tetapi suatu ciptaan
yang memiliki kehendak bebas dan bisa berupaya untuk mencapai sesuatu.
Begitu pula kita dalam mencapai suatu kekudusan, orang-orang percaya harus
berupaya untuk menjaga kekudusannya dan berusaha terus untuk hidup semakin
sempurna sesuai dengan yang dikehendaki oleh Tuhan.

Sebagai orang yang telah ditebus dari keberdosaan oleh Kasih Kristus, tentu
kita dalam hidup ini masih sering mengalami "jatuh bangun".  Bukan tidak
mungkin Umat
tebusanNya itu menyalahgunakan kehendak bebasnya, dengan bersikap atau
melakukan sesuatu yang menurut Allah tidak baik.  Misalnya; amarah, dusta,
kesombongan, dosa pikiran, dan sebagainya.  Dalam hal ini, orang percaya
itu belum berusaha secara optimal untuk menghindarinya.  Beberapa hal yang
menyebabkan orang percaya jatuh lagi ke dalam dosa, antara lain :

1.  Belum berserah sepenuhnya kepada Allah, karena masih mengejar hal-hal
duniawi
yang sebenarnya bukan merupakan hal yang utama dalam hidupnya.  Hal yang
terutama dalam diri orang percaya adalah mengasihi Tuhan dan mengasihi
sesama.
2. Lupa diri, bahwa ia adalah umat tebusan Allah, sehingga tidak menghargai
pengorbanan Kristus dalam hidupnya.  Lupa bahwa Roh Allah yang kudus
berdiam di hatinya.  Suara hati orang percaya seringkali kalah dengan nafsu
kedagingan.
3.  Lupa bahwa sebagai umat tebusanNya, orang percaya harus ikut memikul
salib. Yaitu lupa melayani Tuhan dan sesama.  Keselamatan yang dari Yesus
bukanlah keselamatan yang egoistik, tetapi keselamatan yang harus dibagikan
kepada orang lain.

Tentu setiap dosa yang kita perbuat ada akibatnya (tetap dalam konteks
orang beriman). Contoh yang dapat kita ambil dalam Alkitab, ialah kisah
Raja Daud. (2 Samuel 12: 1-15).  Daud adalah seorang raja yang dikasihi
oleh Tuhan, raja yang diurapi, tetapi Daud pernah melakukan kesalahan besar
di hadapan Allah.

Allah berfirman melalui Nabi Natan,  memperingatkan Daud akan dosa yang
telah dilakukannya.  Nabi Natan mengatakan "Telah kuberikan isi rumah
tuanmu kepadamu, dan isteri-isteri tuanmu ke dalam pangkuanmu. Aku telah
memberikan kepadamu kaum Israel dan Yehuda; dan seandainya itu belum cukup,
tentu Kutambah lagi ini dan itu kepadamu.  Mengapa engkau menghina Tuhan
dengan melakukan apa yang jahat di mata-Nya ?  Uria, orang Het itu,
kaubiarkan ditewaskan dengan pedang; isterinya kauambil menjadi isterimu,
dan dia sendiri telah kaubiarkan dibunuh oleh pedang bani Amon.

Dalam contoh ini, Daud telah melakukan suatu kekejian di hadapan Allah.
Akibat perbuatannya itu, Tuhan berfirman kepada Daud:
"...malapetaka akan Kutimpakan ke atasmu yang datang dari kaum keluargamu
sendiri. Aku akan mengambil isteri-isterimu di depan matamu dan
memberikannya kepada orang lain........"

Daud sangat merasakan akibat perbuatannya itu.  Daud berkata kepada Nabi
Natan: " Aku sudah berdosa kepada Tuhan.....". Dalam Mazmur 51: 5, Daud
bermazmur " Sebab aku sendiri sadar akan pelanggaranku, aku senantiasa
bergumul dengan dosaku....".   Dari pengakuan dosa Raja Daud di Mazmur 51,
tampak beberapa kondisi Daud sebagai akibat perbuatan dosa, antara lain: 1)
adanya rasa penyesalan    2) kegirangan dan suka cita Daud hilang     3)
berhutang darah
4) Bibir dan mulut Daud seolah-olah terkunci, sulit untuk memuji dan
memuliakan Tuhan.
5)  Korban bakaran tidak ada artinya, karena korban yang dipersembahkan
kepada Allah harus dengan hati yang berkenan di hadapanNya.  Daud mengaku
bahwa hatinya atau jiwanya sedang patah, remuk dan hancur disebabkan dosa
yang ia lakukan.
Raja Daud betul-betul tidak berdaya akibat kejatuhannya itu.

Untuk memulihkan kembali kegirangan dan suka citanya, Raja Daud membutuhkan
pemulihan dari Allah.  Dengan kesungguhan ia mohon pengampunan dari Allah.
Itulah yang tampak dalam Mazmur 51, tentang pengakuan dosa Daud di hadapan
Allah. Tetapi, Allah mengasihi Daud dan mendengar permohonan pengampunan
akan
dosanya, sehingga Allah melalui Nabi Natan berfirman kepada Daud " Tuhan
telah menjauhkan dosamu itu: engkau tidak akan mati..".(2 Samuel 12:13),
walaupun akhirnya anak yang lahir dari perbuatannya itu harus mati.

Suatu refleksi bagi kita. Bahwa kejatuhan akibat penyalahgunaan kehendak
bebas yang diberikan Tuhan bagi umatNya akan mendapat penghukuman.  Tuhan
akan mengijinkan sesuatu hal terjadi kepada umatNya guna menyadarkan
umatNya itu akan kesalahan yang dia lakukan.

Kejatuhan orang percaya, akan berpengaruh terhadap banyak hal dalam
kehidupannya. Terutama terhadap aktivitas pelayanannya.  Contoh, seorang
hamba Tuhan yang baru melakukan dosa akan sungguh sangat sulit untuk
melayani sesamanya, misalnya; berkotbah tentang kebenaran dihadapan
jemaatnya. Hamba Tuhan tersebut akan merasa tidak layak dan merasa hina
dihadapan jemaatnya apabila ia baru saja berbuat dosa.  Kuasa Allah akan
sulit bekerja pada orang-orang percaya yang sedang berlumuran dosa, karena
Allah adalah suci dan mulia.  Oleh karena itu, seperti Raja Daud, orang
percaya yang baru melakukan dosa harus terlebih dahulu berlutut di hadapan
Allah dan mengakui akan kesalahannya, sehingga mendapat pemulihan dari
Allah.

Bisa saja seorang hamba Tuhan menguasai materi Firman Tuhan secara baik,
tetapi apakah kuasa Allah bekerja pada dirinya ?. Hal ini tentu akan tampak
pada buah pelayanannya; apakah jemaatnya semakin bertumbuh kedewasaan
kerohaniannya atau tidak.  Sebab, Firman Tuhan hanya bisa dimengerti jika
mengandalkan kuasa Tuhan.  Injil tidak akan bisa diterima oleh sesama
manusia lainnya kalau kuasa Tuhan tidak bekerja.

Patut dipertanyakan kesungguhan seseorang dalam beriman kepada Kristus
apabila  ternyata setelah melakukan dosa tetapi tidak merasa berdosa.
Salah satu ciri orang yang telah ditebus oleh Kristus ialah; sadar bahwa
memang dirinya adalah orang berdosa yang sebenarnya tidak layak dihadapan
Tuhan.
Oleh karena itu, sebagai orang percaya kepada Kristus hendaklah kita terus
berusaha, dengan melibatkan Tuhan, untuk hidup dalam kekudusan.  Kuasa
iblis telah dikalahkan oleh kuasa kebangkitan Yesus Kristus.  Sekarang,
apakah kita telah mengandalkan kuasa kebangkitan itu dalam kehidupan kita
untuk mengalahkan si jahat (iblis) ?
Semoga Tuhan menolong kita semua. Amin. (AS)
============================


H i m b a u a n
---------------
1. Berdoa untuk situasi Indonesia pasca pemilu, khususnya pada masa
penghitungan suara saat ini dan menjelang Sidang Umum MPR dalam memilih dan
menetapkan kepemimpinan nasional;
2. Berdoa agar partai-partai yang kalah dalam pemilu dapat menerima
kekalahan itu dengan iklas.
3. Berdoa agar Tuhan menetapkan seorang pemipinan nasional yang betul-betul
membawa aspirasi rakyat.


"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke