''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''
Sari Berita: Jumat, 2 Juli 1999
""""""""""""""""""""""""""""""""""""""
Tujuh Besar Partai  DPR Pusat dan Jumlah Kursi
Last Updated : 02 Jul 1999 06:30:01 (Data KPU)

I.   PDI P (11)     23,301,929     (135 Kursi)
II.  Golkar (33)  12,367,705     (97  kursi)
III.PKB  (35)      11,183,3411     (42  kursi)
IV. PPP   (9)        6,473,323      (35 kursi)
V.  PAN  (15)       4,426,164       (20 kursi)
VI. PBB  (22)       1,066,265      ( 2  kursi)
VII PK  ( 24)       792,774          (1  kursi)
...........................................................................
@Anggota KPU Dinilai Keterlaluan
@Polisi Tembaki Massa PRD
@'Pemerintah RI Tidak Perlu Malu
@Baramuli akan Ditindak?
@Aksi Cap Jempol Darah adalah Hak Asasi
@Inflasi Empat Bulan Terakhir Negatif 2,86 Persen
@Cak Nur: Pertemuan Segi Tiga Menenteramkan
@Presiden Ancam Ambil Alih KPU
@Mega Bertemu Benny Empat Jam
@Unjuk Rasa Anti Porno
--------English Section---------------------------------
**Clinton: We now have a 'real chance' for peace
**Russian Flight Shocks West
............................................
SELAMAT  MEMBACA
===================


Usulan Jatah Kursi Untuk Sejumlah
Anggota KPU Dinilai Keterlaluan
---------------------------------------
JAKARTA (Waspada): Usulan beberapa anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU)
untuk meminta jatah kursi DPR, mendapat reaksi keras dari berbagai pihak.
Menteri Kehakiman/Mensesneg Muladi SH menilai hal itu tidak ada aturannya.
Sedangkan peneliti dari LIPI, Dr Indria Samego mengatakan, usulan itu
keluar dari orang yang tidak bermoral. Menjawab pertanyaan wartawan sebelum
mengikuti pembahasan RUU tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi di
Gedung DPR Kamis (1/7), Muladi mengingatkan, jatah kursi harus sesuai
dengan konstitusi. "Parpol yang dulu di MPR memang sesuai dengan aturan,''
katanya.  Selengkapnya: http://www.waspada.com/

Polisi Tembaki Massa PRD
* Puluhan Mengalami Luka Serius
-------------------------------
Jakarta, Kompas
Demonstrasi massa Partai Rakyat Demokratik (PRD) di depan gedung Komisi
Pemilihan Umum (KPU) untuk menuntut diskualifikasi Partai Golkar karena
berbagai kecurangannya dalam Pemilu 1999, dibubarkan polisi dengan
kekerasan. Selain melakukan rentetan tembakan ke arah demonstran, polisi
juga menendang dan menggebuk pengunjuk rasa. Akibatnya, sedikitnya sembilan
orang mengalami luka tembak dan 28 lainnya cedera serius akibat injakan,
pukulan, dan tendangan. Mereka yang luka tembak merupakan korban penembakan
pertama kalinya oleh polisi di Jakarta pasca-Pemilu 7 Juni 1999. Insiden
itu juga berlangsung bertepatan dengan peringatan hari ulang tahun ke-53
Kepolisian RI.
Selengkapnya: http://www.kompas.com/kompas-cetak/9907/02/UTAMA/poli01.htm

'Pemerintah RI Tidak Perlu Malu Libatkan
Pihak Asing Untuk Selesaikan Kasus Aceh'
---------------------------------------------------
BANDA ACEH (Waspada): Pemerintah RI tidak perlu malu untuk melibatkan pihak
atau negara luar untuk menyelesaikan kasus-kasus Aceh, kata Emmy Hafild.
Menurut Direktur Badan Eksekutif WALHI Pusat itu, keberadaan pihak luar
untuk menyelesaikan kasus Aceh itu, kelihatannya memang dibutuhkan saat
ini. Mengapa ? Karena kedua belah pihak yang bertikai, dalam hal ini TNI
dan GAM, tampaknya sama-sama bersi keras untuk tidak mau mengalah.
Selengkapnya: http://www.waspada.com/

Baramuli akan Ditindak?
-----------------------------
Jakarta (Bali Post) -
Panitia Pengawas Pemilu Pusat (Panwaspus) mengeluarkan rekomendasi kepada
Mahkamah Agung (MA) untuk menggunakan kewenangannya terhadap dugaan money
politics yang dilakukan salah seorang kader Golkar AA Baramuli di Sulawesi.
Rekomendasi itu dibacakan anggota Panwaspus Prof. Dr. Ramlan Surbakti dalam
jumpa pers di Jakarta, Kamis (1/7) kemarin. Pada kesempatan itu, Ramlan
didampingi Wakil Ketua Panwaspus Mulyana W. Kusumah serta anggota Panwaspus
lainnya seperti Prof. Dr. Dadang Hawari, Mudji Sutrisno, Rosita Noer dan
Satya Arinanto.
Selengkapnya: http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/1999/7/2/p8.htm

Aberson: Aksi Cap Jempol Darah adalah Hak Asasi
-------------------------------------------------------------
JAKARTA -- Tokoh PDI Perjuangan (PDI-P) Aberson Marle Sihaloho menegaskan
aksi cap jempol darah yang dilakukan para simpatisan partai itu bukanlah
tindak kekerasan yang melanggar hukum dan tidak merugikan orang lain. Jika
dilarang, katanya, justru tidak menghormati hak asasi dan tidak demokratis.
''Apakah itu kejahatan? Ini kan tidak melanggar hukum, tidak merugikan
orang lain. Itu hak asasi mereka, ini freedom of expression,'' katanya di
Jakarta kemarin. Selengkapnya: http://www.republika.co.id/9907/02/17984.htm

Inflasi Empat Bulan Terakhir Negatif 2,86 Persen
------------------------------------------------------------
JAKARTA -- ''Sekarang sembako banyak yang turun. Minyak gue beli kemarin
cuma Rp 3.500 sekilo padahal minggu lalu Rp 4.200, bawang putih juga turun
banyak.'' Ungkapan seorang ibu rumah tangga itu memang mencerminkan kondisi
perkembangan harga bulan silam. Data yang dibeberkan Badan Pusat Statistik
(BPS) kemarin menunjukkan bahwa selama Juni 1999 terjadi inflasi negatif
(deflasi) sebesar 0,34 persen. Itu berarti secara rata-rata harga-harga
relatif turun.
Selengkapnya: http://www.republika.co.id/9907/02/17995.htm

Cak Nur: Pertemuan Segi Tiga Menenteramkan
--------------------------------------------------------
Jakarta, Jawa Pos.-
Niat deklarator PKB KH Abdurrahman Wahid mengadakan pertemuan segi tiga
dengan Megawati Soekarnoputri dan Amien Rais dinilai positif cendekiawan
muslim Prof Dr Nurcholish Madjid. Menurut Cak Nur, ide Gus Dur itu perlu
dihargai karena bisa mencairkan kebekuan politik selama ini.
"Apalagi, ketiganya sama-sama memiliki basis massa besar. Jadi, ketiganya
perlu bicara agar suasana bisa tenteram," ujar Cak Nur seusai memberikan
ceramah maulid Nabi Muhammad saw di LIPI Jakarta, kemarin.
Selengkapnya: http://www.jawapos.com/2jul/de2g3.htm

Presiden Ancam Ambil Alih KPU
--------------------------------------
Jakarta, Jawa Pos.-
Pemerintah akhirnya memberikan warning kepada KPU. Kalau sampai pekerjaan
KPU untuk menyelesaikan penghitungan suara dihambat partai-partai gurem,
presiden bisa mengambil alih KPU. ��Presiden kan bertanggung jawab atas
sukses tidaknya penyelenggaraan pemilu,�� ujar Mensesneg/Menkeh Muladi
kepada wartawan di gedung DPR kemarin.
Pernyataan Mensesneg ini berkaitan dengan sikap partai-partai gurem di KPU
yang sampai kini lebih banyak menjadi hambatan untuk menyelesaikan proses
penghitungan suara. Selain itu, pada setiap sidang, wakil-wakil dari partai
gurem sering menjadi faktor tersendatnya proses pengambilan keputusan.
Selengkapnya: http://www.jawapos.com/2jul/de2g2.htm

Mega Bertemu Benny Empat Jam
---------------------------------------
Jakarta, Jawa Pos.-
Kandidat presiden dari PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mulai
mengikuti jejak politisi lain dalam melakukan berbagai pertemuan politik.
Setelah bertemu mantan Kabakin Letjen TNI (pur) Moetojib, kemarin Mega
bertemu mantan Menhankam Jenderal TNI (pur) Leonardus Benny Moerdani selama
empat jam.
Kali ini bukan Mega yang mengambil inisiatif, melainkan Benny yang telah
mengunjungi Mega di rumahnya, Jl Kebagusan IV No 45, Pasar Minggu, Jakarta
Selatan. Pertemuan yang berlangsung mulai pukul 07.00 sampai 11.15 WIB ini
memicu berbagai spekulasi. Sebab, kendati sudah lama pensiun, Moerdani
tetap menjadi salah satu tokoh TNI yang disegani.
Selengkapnya: http://www.jawapos.com/2jul/de2g1.htm

Unjuk Rasa Anti Porno
Di Depan Kantor Menperta
--------------------------------
JAKARTA (Waspada): Ratusan pengunjuk rasa yang menamakan diri mereka
Bestari - Barisan Perempuan Penyelamat Generasi- berdemo di depan kantor
Menperta di jalan Merdeka Barat dan sempat membakar majalah yang
menampilkan gambar artis Sofia Latjuba yang dianggap porno.  Aksi damai
yang digelar sekitar 100 perempuan ini tidak memacetkan arus lalu lintas di
jalan Merdeka Barat Jakpus, Kamis (1/7) sekitar pukul 10:05 karena sejak
mereka tiba di depan gedung Bank Indonesia mereka berjalan kaki hingga
masuk pekarangan Kantor Menko Polkam dan langsung menggelar aksi di depan
Kantor Menperta. Selengkapnya: http://www.waspada.com/

---------- English Section----------------------------
Clinton: We now have a 'real chance' for peace
---------------------------------------------------------
By HILLEL KUTTLER - WASHINGTON (July 2) - The coalition that Prime
Minister-elect Ehud Barak has assembled "should give him more freedom of
movement to move aggressively ahead" on the peace process, President Bill
Clinton said yesterday.
"We now have a real chance to move the peace process forward in the Middle
East," he declared.
Standing alongside Egyptian President Hosni Mubarak following their
two-hour meeting, Clinton criticized "provocative settlement actions." He
also told reporters that he has ideas on how to push the process forward,
but will not speak about them publicly until he and Barak meet and can form
a "common strategy."
More: http://www.jpost.com/News/Article-0.html

Russian Flight Shocks West
 ---------------------------------
By Dana Priest-Washington Post Staff Writer
Thursday, July 1, 1999; Page A1
Two Russian strategic bombers flew within striking distance of the United
States last week as part of Moscow's largest military exercises since the
end of the Cold War, astounding U.S. officials and underlining recent
Western concerns about the military leadership in Moscow.
The TU-95 Bear bombers were intercepted by four U.S. F-15 fighters and a
P-3 patrol plane near Iceland early Friday morning and escorted in a
clockwise flight around the island, U.S. officials said.
More:
http://www.newsweek.com/nw-srv/topnews/daily/daily/july99/intercept1.htm

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke