********************************
Bila anda mampu berpikir kritis analisis,
Manfaatkan ruang "Artikel" Eskol-Net
Untuk menuangkan ide dan gagasan anda!
Kirimkan ke [EMAIL PROTECTED]
***Jangan sia-siakan talenta anda****
**********************************
Wacana Mingguan : 03 Juli 1999
=============================
� Mengambil Teladan Dari Allah�
Ayat Bacaan: Hakim-Hakim 3:12-30
"Ikutlah aku,sebab Tuhan telah menyerahkan musuhmu orang-orang Moab itu, ke
dalam tanganmu"
(Hakim-Hakim 3:28)
Apabila kita memandang ikan di aquarium. Jika ikannya bergerak dengan
normal, sedikit sekali kita mau memberi komentar tentang ikan tsb.
Sebaliknya, jika ikan tsb bergerak dengan aneh atau miring, maka secepatnya
reaksi akan timbul dari bibir kita. Entah mengutuki ikan itu atau apapun
bentuk ejekan yang kita ungkapkan tentang ikan itu.
Kondisi ini tidak jauh beda apabila kita melihat gaya seseorang yang
telah menjadi anak Tuhan. Apabila ia menunjukkan sikap yang baik, normal,
yang menurut kita sudah benar dan orang lain melihat juga benar,tidak ada
suatu reaksi yang kita timbulkan yang menyenangkan hati orang tersebut
di depan matanya. Paling... di dalam hati kita aja.
Tetapi bila seseorang yang telah lama mengikuti bahkan melayani Tuhan
tiba-tiba berbuat yang paling jelek, hati kita bagai dikorek-korek dan
menyampaikan pesan-pesan yang sangat jelek tentang orang itu. Semua
kejelekannya kita mulai ungkapkan. Seakan-akan bagi orang tersebut tidak
ada kesempatan untuk berbuat baik lagi.
Marilah kita berdiam diri sejenak dan melihat sejarah umat pilihan Allah
bangsa Israel itu ketika mereka ditinggalkan mati oleh Yosua, grafik
kehidupan kerohanian mereka di hadapan Allah bisa dikatakan naik-turun.
Pada saat mereka senang, mereka meninggalkan TUHAN, tetapi ketika mereka
dihukum oleh Tuhan sehingga bangsa lain memperbudak mereka maka mereka
mengerang dan berseru kepada Tuhan, pada saat itulah tangan Tuhan terbukti
bagi mereka menolong dan mengangkat mereka. Tuhan tidak mau
mengungkit-ungkit yang jelek tentang bangsa itu. Kitab Hakim-Hakim
membuktikan bahwa Tuhan sabar bagi mereka, dengan membangkitkan seorang
Hakim atas bangsa tsb. Dan hal tsb berulang-ulang terjadi. Marilah kita
mengambil teladan dari Allah, Ia lebih banyak menolong daripada
mengungkit-ungkit. (Yus)
H i m b a u a n
---------------
1. Berdoa untuk situasi Indonesia pasca pemilu, khususnya pada masa
penghitungan suara saat ini dan menjelang Sidang Umum MPR dalam memilih dan
menetapkan kepemimpinan nasional;
2. Berdoa agar partai-partai yang kalah dalam pemilu dapat menerima
kekalahan itu dengan iklas.
3. Berdoa agar Tuhan menetapkan seorang pemipinan nasional yang betul-betul
membawa aspirasi rakyat.
"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l