'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''
Sari Berita: Rabu, 7 Juli 1999
""""""""""""""""""""""""""""""""
@PDI Perjuangan Unggul dengan 69 Kursi
@Masak Capres bisanya hanya Berdoa
@Usul Gus Dur, Megawati Presiden
@Untuk Ukur Kualitas dan Redam Isu Gender
@Kerugian Rp 1,9 T Dan 133,7 Juta Dolar AS
@PDI Perjuangan Bantah Caleg Kebanyakan Non-Muslim
@Tak Mudah, Gusur Partai Gurem

--------English Section---------------------------------
**UN Warns of Delay in E. Timor Ballot
**Hillary's Senate Run Turns Into a Jog
............................................
SELAMAT  MEMBACA
===================

Dari 172 Kursi di Tujuh Propinsi
PDI Perjuangan Unggul dengan 69 Kursi
------------------------------------------------
 Jakarta, Kompas
Dari tujuh propinsi yang sudah selesai dihitung oleh Panitia Pemilihan
Indonesia, hari Selasa (6/7), dengan jumlah 172 kursi, PDI Perjuangan
unggul dengan mengantungi 69 kursi, disusul Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)
dengan 40 kursi, dan Partai Golkar dengan 27 kursi. Sementara Partai Amanat
Nasional (PAN) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) masing-masing
memperoleh 11 kursi.
Ketujuh propinsi yang telah selesai dihitung itu ialah Propinsi Jawa
Tengah, DI Yogya-karta, Bali, Jawa Timur, Lampung, Riau, dan Timor Timur.
Jawa Barat sebenarnya sudah dihitung, tetapi karena ada ketidakcocokan
antara jumlah suara sah yang masuk dengan input data komputer, maka baru
akan diverifikasi Rabu ini.
Selengkapnya: http://www.kompas.com/kompas-cetak/9907/07/UTAMA/pdip01.htm

Syarwan Hamid: Masak Capres bisanya hanya Berdoa
----------------------------------------------------------------
Jakarta (Bali Post) -
Isu mengenai tim sukses untuk menggolkan Habibie sebagai presiden pada SU
MPR 1999 nanti ditanggapi Mendagri Syarwan Hamid. Mendagri mengatakan,
pembentukan tim sukses itu merupakan hal biasa. ''Itu sah-sah saja dan
wajar. Justru itu yang baik. Masak calon presiden bisanya hanya berdoa.
Tidak mungkin itu, mereka pasti mempunyai tim sukses,'' katanya, Selasa
(6/7) kemarin.
Selengkapnya: http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/1999/7/7/p5.htm

Usul Gus Dur, Megawati Presiden
* Amien Rais: Usulan Itu tak Serius
------------------------------------------
Jakarta (Bali Post) -
Untuk kesekian kalinya Ketua Umum PBNU KH Abdurrahman Wahid yang sering
dipanggil Gus Dur melontarkan usulan mengejutkan. Usai bertemu dengan Ketua
Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Prof. Dr. Amien Rais di kantor PBNU
Jakarta, Selasa (6/7) kemarin, Gus Dur mengusulkan agar kursi kepresidenan
dalam pemerintahan yang baru nanti diduduki Ketua Umum PDI Perjuangan
Megawati Soekarnoputri.
Selain itu, Gus Dur juga mengusulkan dirinya menjadi Ketua MPR dan Amien
Rais menjadi ketua DPR. Pertemuan antara dua tokoh nasional tersebut
berlangsung sekitar satu jam. Amien datang ke kantor PBNU sekitar pukul
14.30 WIB. Pertemuan berakhir sekitar pukul 15.30 WIB. Selengkapnya:
http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/1999/7/7/p1.htm

Untuk Ukur Kualitas dan Redam Isu Gender
----------------------------------------------------
JAKARTA -- Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais,
menyatakan bahwa kapabilitas (kemampuan) calon harus menjadi pertimbangan
utama dalam memilih presiden. Untuk itu, dia mengusulkan kembali perlunya
tes bagi calon presiden (capres) dalam Sidang Umum MPR.
Dengan adanya tes tersebut, menurut Amien, kualitas capres dapat lebih
diketahui tanpa harus meributkan masalah gender. Meski mengaku memahami dan
menghargai pendapat berbagai ulama yang menolak presiden wanita, dia
menyatakan masalah kapabilitas harus lebih dikedepankan.
Selengkapnya: http://www.republika.co.id/9907/07/18366.htm

27.865 Kasus KKN Di 12 Departemen:
Kerugian Rp 1,9 T Dan 133,7 Juta Dolar AS
----------------------------------------------------
JAKARTA (Waspada): Pemerintah kini menemukan 27.865 kasus korupsi, kolusi
dan nepotisme (KKN) di 12 Departemen. Kasus itu menyangkut nilai Rp 1,9
triliun dan 133,7 juta dolar AS. Temuan itu diumumkan Menko Wasbangpan,
Hartarto setelah bersama Menkeh/Mensesneg, Muladi, Menpen M Yunus dan Pjs
Jaksa Agung Ismudjoko membahas KKN dengan Presiden BJ Habibie di Istana
Merdeka Selasa (6/7).
Di antara 12 Departemen itu, tercatat di Departemen Perhubungan ditemukan
kasus KKN terbesar yakni 15 kasus dengan nilai Rp 1,18 triliun dan 31,6
juta dolar. Kasus-kasus tersebut terutama ditemukan di Perum KA dan PPD.
Selengkapnya: http://www.waspada.com/

PDI Perjuangan Bantah Caleg Kebanyakan Non-Muslim
-----------------------------------------------------------------
JAKARTA (Waspada): Direktur Politik Balitbang PDI Perjuangan Max Moein MA,
MBA, mengatakan, tidak benar calon legislatif PDI Perjuangan terdiri dari
sebagian besar non-muslim. "Anggapan daftar caleg PDI Perjuangan didominasi
non-muslim, itu terlalu berlebihan karena faktanya adalah 60 persen dari
mereka beragama Islam sedangkan sisanya dari non-muslim," kata Moein kepada
pers di Jakarta, Selasa (6/7).
Menurut Moein, besarnya caleg PDI Perjuangan yang non-muslim seharusnya
dipahami dari segi latar belakang historisnya karena cikal-bakal PDI
Perjuangan dibentuk dari fusi beberapa partai non-Islam pada jaman Orde
Baru.
Selengkapnya: http://www.waspada.com/

--------English Section-------------------
UN Warns of Delay in E. Timor Ballot
----------------------------------------------
By Nicole Winfield - Associated Press Writer
Tuesday, July 6, 1999; 10:18 p.m. EDT
UNITED NATIONS (AP) -- Citing a surge in violence in East Timor and attacks
on U.N. personnel, the United Nations warned Tuesday of another possible
delay in staging a ballot on the future of the troubled territory.
Secretary-General Kofi Annan has already pushed back the date of the ballot
from Aug. 8 to Aug. 21 or 22 because the security situation hadn't improved
enough to start registering voters.
On Tuesday, one of Annan's top political advisers, Alvaro de Soto, told the
Security Council that the ``alarming security situation'' -- including
recent attacks on U.N. offices and personnel -- didn't bode well for
keeping the new election schedule either.
Selengkapnya:
http://search.washingtonpost.com/wp-srv/WAPO/19990706/V000421-070699-idx.ht
ml

Hillary's Senate Run Turns Into a Jog
----------------------------------------------
First Lady forms exploratory committee. But when will she start paying her
campaign bills?
Fifteen news cameras were there in Washington when Hillary Clinton
officially became an about-to-run as U.S. senator from New York; Hillary
didn't feel the need to show up. It's good to be the First Lady, isn't it?
But now that she's formed an exploratory committee (and thus satisfied the
folks at the Federal Election Commission), the only candidate in history
with more family-name recognition than George W. Bush is going to unpack
her carpetbag and spend some time in the Empire State.
More: http://cgi.pathfinder.com/time/daily/0,2960,27767-101990706,00.html

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke