**************************
Laporkan Situasi lingkungan
<[EMAIL PROTECTED]>
Atau Hub Eskol Hot Line
Telp: 031-5479083/84
**************************

Salam Sejahtera,
Berikut Surat Pernyataan Sikap dari Forum Pengkajian Hak Asasi Manusia dan
Demokrasi atas penganugerahan Bintang Maha Putra Utama kepada Prof. Dr.
Soelarso Sopater
(Ketua Umum PGI).

Salam dan Doa,
Redaksi Eskol-Net
-------------------------------------

PERNYATAAN FORUM PENGKAJIAN HAK ASASI MANUSIA DAN DEMOKRASI

        Keadilan, kebenaran, dan kejujuran serta integritas tidak dapat
dibeli dengan sejumlah uang, betapapun besar jumlah uang itu. Demikian
pula, keadilan, kebenaran, dan kejujuran serta integritas tidak dapat
dibeli oleh sebuah pemerintah yang berselubungkan tirani dan yang
memperkosa Hak Asasi Manusia  dengan sejumlah rekayasa, membeli dengan
rekayasa 'anugerah' Bintang Maha Putera kepada Prof. Dr. Sularso Sopater,
yang secara kebetulan diberi kepercayaan oleh Gereja-Gereja Kristen untuk
menduduki jabatan sebagai Ketua Persekutuan Gereja-Gereja  di Indonesia.

    Adalah bukan suatu rahasia lagi bahwa di bawah pemerintahan Presiden
Habibie yang hendak memperlihatkan wajah HAM kepada dunia
internasional, --tidak dapat menyangkal kenyataan bahwa dari sejumlah 592
gereja yang ditutup, dirusak, dan dibakar --, melebihi gereja-gereja yang
dirusak, ditutup, dan dibakar di bawah pemerintahan otoriter dari mantan
Presiden Suharto. Justru di bawah kekuasaan Presiden Habibie di mana banyak
terjadi rekayasa pergolakan SARA dan di mana terjadi perkosaan HAM berupa
pembunuhan oleh aparat kekuasaan, apakah itu di Aceh dan terutama di Ambon,
di mana aparat kekuasaan menembak orang yang tak bersalah dalam rumah
ibadah, Prof. Dr. Sularso Sopater masih begitu tega dan tidak membiarkan
hati nuraninya sebagai seorang Gembala untuk berbicara dan merenungkan
apakah pantas untuk menerima sebuah bintang dari tangan Yudas Iskariot.

    Sungguh disesalkan, kalau benar, mereka yang telah dimintai nasihat
oleh Ketua PGI ini membenarkan dan atau menyetujui untuk menerima
kehormatan semu dan palsu dari suatu pemerintahan berlepotan KKN dan
pemerkosaan HAM, di mana tidak pernah Pemerintah Habibie mengambil tindakan
menyelesaiakan pergolakan, kerusuhan dan pembunuhan dari rakyat yang tak
berdosa, baik di Aceh maupun di Ambon dan berbagai tempat lain di
Indonesia. Mereka yang menyarankan agar Prof. Dr. Sularso Sopater menerima
Bintang Maha Putera, sesungguhnya setali tiga uang dengan kualifikasi
ketidakjujuran, kemunafikan, dan tidak memeliki rasa kepekaan dengan
membaca, mendengar, dan menyaksikan di telivisi begitu banyak Hak Asasi
Manusia yang diperkosa oleh manusia-manausia aparat yang sudah tidak
memiliki hati nurani manusia.

     Prof. Dr. Sularso Sopater, apakah Anda tidak menyadari dan memahami
betapa banyak anggota jemaat yang dibunuh di Ambon dalam kerangka rekayasa
di mana gereja dan jemaat Kristiani hendak dibungkam dan diselesaikan untuk
selamanya. Jika Prof. Dr. Sularso Sopater menyandang bintang yang
berlepotan HAM itu di dadamu, apakah Anda tidak merasa di belakang bintang
yang tersemat di dadamu, terdengar dan terasa doa-doa kepada Sang Mesias
itu,  ataukah Anda memang hanya karena keegoisan dan ingin mencari nama
hendak berlaga seperti Esau. Apakah Anda sudah lupa ketika seperti seorang
"Majus Agung" membawa emas dan uang sewaktu Suharto masih berkuasa,
"persembahan" Anda tidak dibawa ke "Yerusalem", tetapi justru
dipersembahkan ke istana Nebukadnezar di Jalan Cendana. Sudah lupakah Anda,
bahwa di akhir rezim Suharto menjelang kejatuhannya, Anda masih terus ikut
mendukung rezim Suharto yang berlepotan dengan KKN, pelanggaran HAM dan
terus merekayasa "abuse of power". Oleh karena itu adalah sangat naif dan
tidak masuk akal kalau Anda menerima Bintang Maha Putera berdasarkan
"jasa-jasa" Anda -- "jasa-jasa" apa!? -- di waktu yang lalu di zaman rezim
Suharto.

     Semoga Tuhan mengampuni Anda kalau semua itu Anda lakukan dalam
ketidaktahuan. Tetapi celakalah Anda kalau Anda melakukan itu semua dengan
penuh kesadaran yang diselimuti dengan kemunafikan. Semoga pernyataan kami
ini hendaklah Anda simak berdasarkan Galatia 4:16 dan Yehezkiel 3: 18-21.
Selamat berjuang mendukung Presiden Habibie dengan mencelakakan dan
menjurumuskan Gereja-Gereja Kristen yang kini sedang terpuruk.


Surabaya, 15 Agustus 1999
Forum Pengkajian HAM dan Demokrasi
ttd

Prof. Dr. J.E. Sahetapy, S.H., M.A.
(Ketua)

Drs. Hery Setyo Adi
(Sekretaris)


Tindasan:
1. Semua Gereja di Indonesia
2. Lembaga Kristiani di Dalam dan Luar negeri
3. KWI



"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke