**********************************
    Informasikan perkembangan keamanan
yang terjadi di lingkungan ke [EMAIL PROTECTED]
atau Hot Line: (031) 5475305,5479083-84
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Bilik e-Mail Pelanggan: Edisi 20 Agustus 1999
---------------------------------------------
From: "Sudarisman, Anton (KPC)"
Subject: RE: [Eskol-Net]- Spot News :  Laporan Dugaan keterlibatan MUI
Maluku (1)

Yth. Redaksi Eskolnet,

Berita tentang Ambon Anda adalah info yang berharga bagi umat Kristen.
Berita yang kami terima dari media nasional banyak yang menyesatkan.

Mohon Eskol-net juga mengirimkan ke:
Paroki-Net ([EMAIL PROTECTED])
Subscribe (kalau belum): pesan:
subscribe paroki [EMAIL PROTECTED]
Mohon, info-info semacam ini dipostingkan.

Terimakasih.
Salam
Anton Sudarisman
anggota eskol-net dan paroki-net.

Redaksi Eskol-Net :
Terima kasih atas usulannya. sedang kami pertimbangkan.
================

From: "VOICE"
Subject: Re: [Eskol-Net]- Spot News :  Terus Berharap Dukungan Doa untuk
Ambon

Salam Sejahtera kepada rekan di eskol,
Saya sangat prihatin sekali sampai saat ini belum ada pernyataan dari
gereja untuk menghimbau secara resmi berdoa buat kasus Ambon yg berlarut
ini ? kelihatan sekali kalau kita masih egois memikirkan nasib
masing-masing kelompok ( bukan Gereja ? ).
Kapan ada yg mulai bereaksi bersuara ?
Natan.
============

From: "Harun (KPC)"
Subject: RE: [Eskol-Net]- Bilik e-mail pembaca, Jumat 13 Agustus 1999

Saya sangat setuju dengan saran saudara Daniel Gagarin. Memang maksud kita
memberitakan bukan untuk memperkeruh suasana, namun karena bahasa yang
digunakan condong pada satu komunitas tertentu (Kristen) akhirnya ada kesan
memperkeruh suasana.
Istilah "saudara-saudara kita" (Kristen) rasanya terlalu memihak, mungkin
kita perlu merenungkan lagi pertanyaan orang Farisi "Siapakah sesamaku
manusia?". Saya yakin kedua pihak yang bertikai sama-sama menderita
(khususnya yang tidak tahu menahu tentang segala rancangan di balik
kejadian
ini), terlepas dari siapa yang benar atau salah.

Salam,
Harun

Redaksi Eskol-Net :
Terima kasih untuk masukannya. Kami akan mencoba memperbaiki redaksional
kami.
================

From: TEAM DOA 153.
Subject: Re: [Eskol-Net]- Bilik e-mail pembaca, Jumat 13 Agustus 1999

syaloom!

Saya mengikuti berita-berita tentang Ambon langsung dari beberapa sumber
terpercaya dan
juga mengikuti pemberitaan-pemberitaan dari EskolNet. Saya sangat terharu
Anda tak henti hentinya menyoroti dan memberitakan kejadian-kejadian aktual
tsb, meskipun saya rasakan mungkin untuk mengumpulkan data-data tersebut
taruhannya adalah nyawa dilapangan.

Saling membantai adalah pekerjaan yang sangat hina dan keji dari hasil
provokator tingkat nasionaL, karena korbannya adalah saudara-saudara kita
yang Muslim dan Nasrani yang sangat kami kasihi. Termasuk korban-korban
jiwa para provokator, para preman bersenjata dan para pembakar dan
penjarah. Setiap jiwa yang dikorbankan sangat memilukan hati umat manusia
yang beragama dan beradab. Untuk menghentikan ini semua selain melakukan
doa-doa puasa dan dukungan doa semua umat dipermukaan bumi ini, juga harus
ada pemberitaan-pemberitaan dan data-data nyata di lapangan yang dapat
dipercaya untuk mencari  akar permasalahannya yang tepat, sehingga
penyelesaian kerusuhan tersebut baru bisa efektif.

Mengungkapkan kenyataan-kenyataan yang ada di lapangan akan membuat
provokatornya menjadi terang, sehingga menjadi malu untuk meneruskan drama
mereka. Tidak hanya itu, kita harus menggalang dukungan nasional dan
internasional untuk menekan agar pembantaian tsb tidak terus berlanjut.

Era et Labora, berdoa dan bekerja itu adalah mengungkapkan dan menggalang
kesadaran nasional dan internasional untuk menghentikan pembantaian anak
bangsa di Maluku, baik Muslim maupun Nasrani. Kelihatannya persoalan tsb
tidak dapat diharapkan diselesaikan oleh tuan-tuan besar kita di tingkat
nasional, karena rasa perikemanusiaan sudah tidak ada; menghalalkan segala
cara untuk mencapai tujuan.

Tuan Daniel Gagarin, yang anda anjurkan sudah banyak dilakukan sewaktu
kerusuhan baru terjadi. Tetapi yang ada di lapangan adalah
provokator-provokator, preman-preman, perampok-perampok, sehingga selain
berdoa kita harus melakukan sesuatu yang baik dan terus menerus.

Kepada Eskol-Net saya sampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas
liputan yang penuh resiko tinggi di lapangan. Saya selalu berdoa kepada
Tuhan agar melindungi, memberkati seluruh anggota anda. Anda semua telah
berbuat hal yang sangat berharga untuk melindungi umat manusia pada umumnya
dan anak-anak Tuhan pada khususnya supaya terhindar dari pembasmian dan
pembantaian.

Amin
TEAM DOA 153
(Catatan redaksi: surat ini terpaksa kami edit tanpa mengurangi inti
persoalannya)

Redaksi Eskol-Net:
Kami ucapkan terima kasih untuk dukungan anda sekalian. Namun kami merasa
bahwa yang berhak menerima puja-puji anda adalah para kontak person kami
(yang tidak bisa kami sebutkan nama-namanya) di Ambon dari LSM Kristen
maupun LSM Sekuler (Non agama) serta individu-individu yang sudah
mempertaruhkan nyawanya untuk memperoleh data dan kronologis peristiwa.
==================

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke