=======================
EGP dapat bantuan dari
Swiss; Menkeu di desak
Mundur; Unpatti di Tutup!
=======================

'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''
Sari Berita: Sabtu, 21 Agustus 1999
""""""""""""""""""""""""""""""""
*Rp 310 Miliar Ditransfer Dari Swiss
*DPR Desak Menkeu Mundur
*Habibie ungguli Mega di UG
*Universitas Pattimura Tutup
++++++++++++++

Rp 310 Miliar Ditransfer Dari Swiss
------------------------------------------
Jakarta, Pembaruan
Deputi Gubernur BI, Aulia Pohan mengatakan, BI mengetahui semua sumber dana
yang dimasukkan PT EGP ke escrow account (rekening yang dibuka untuk pihak
ketiga) Bank Bali (BB) di BI. Dari Rp 546 miliar yang telah disetor EGP ke
rekening escrow account BB itu, ternyata Rp 310 miliar di antaranya berasal
dari transfer dana di Swiss.
"Selain kliring dalam negeri, sumber dana itu ada yang berasal dari
transaksi Swiss, yakni transaksi antara bank di dalam negeri dengan bank
korespondennya di luar negeri," kata Aulia Pohan di Jakarta, Jumat (20/8).
Artinya, dana dari Swiss itu berjumlah Rp 310 miliar.
Lebih lanjut Aulia memerinci, sekitar Rp 236 miliar di antaranya berasal
dari kliring dalam negeri, masing-masing dari BNI, Bank Lippo dan Bank
Mandiri, yang masuk hari Rabu. Dan kemudian masuk sejumlah Rp 94 miliar
yang masuk dari BDN. Sehingga total dana yang berasal dari bank dalam
negeri Rp 236 miliar
Selengkapnya:
http://www.suarapembaruan.com/News/1999/08/200899/Headline/hl01/hl01.html

DPR Desak Menkeu Mundur
---------------------------------
JAKARTA - DPR RI mendesak Menteri Keuangan Bambang Subianto dan Kepala BPPN
Glenn Yusuf untuk mundur sebagai pertanggungjawaban moral dan politis dari
skandal Bank Bali. Sebagai langkah awal, pejabat negara yang terlibat baik
langsung maupun tidak, dinonaktifkan guna pelancaran pemeriksaan.
Pernyataan ini terungkap dalam rapat intern Komisi VIII DPR RI di Jakarta
kemarin. Namun dari empat fraksi yang ada di Komisi VIII, hanya Fraksi PDI
dan FABRI yang tidak menyatakan secara tegas desakan mundur. FPDI justru
mempertanyakan ke mana larinya dana Rp 546 miliar yang kini telah
dikembalikan ke escrow account Bank Bali.
Ketua Komisi VIII Tayo Tarmadi usai rapat juga memutuskan membentuk tim
kecil yang semalam rapat guna membahas usulan fraksi-fraksi untuk
memberikan sikap resmi Komisi atas hasil rapat kerja dengan Pemerintah soal
skandal Bank Bali
Selengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/9908/21/nas1.htm

Habibie ungguli Mega di UG
---------------------------------
JAKARTA (Bisnis): Baru-baru ini Ketua Umum PPP Hamzah Haz mengemukakan akan
menyusun format baru Poros Tengah setelah penentuan kursi Utusan Golongan
dan Utusan Daerah ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Tapi tentu bukan Hamzah saja yang menunggu penentuan kursi itu. Bahkan
Ketua DPP Partai Golkar Marzuki Darusman yang belakangan sering disorot
juga mengaku menunggu hasil pasti UG dan UD sebelum membaca peta kekuatan
di SU MPR mendatang.
Dari kursi UG yang final di KPU Kamis (19 Agustus), hampir dipastikan
sebanyak 19 Ormas paling berpotensi dirangkul kekuatan Poros Tengah di
bawah komando Hamzah Haz, Amien Rais (PAN) dengan Capres yang
diunggulkannya yaitu KH Abdurrahman 'Gus Dur' Wahid
Selengkapnya:
http://www.bisnis.com/bisnis/owa/frame.fstoryf_othernewsf?cookie=2&cdate=21
-AUG-1999&inw_id=98994

Universitas Pattimura Tutup
---------------------------------
Ambon, Kompas
Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon memutuskan menutup seluruh kegiatan
perkuliahan dan akademis lainnya bagi 9.000 mahasiswanya hingga waktu yang
tak ditentukan. Kebijakan itu berkait dengan tak menentunya situasi
keamanan di Ambon dan sekitarnya. ''Demikian juga halnya dengan kegiatan
heregistrasi bagi 2.000 mahasiswa baru,'' kata Rektor Unpatti Prof Dr Mus
Huliselan kepada Kompas, Jumat (20/8), di Ambon. Situasi di Ambon dan
sekitarnya dinilai Huliselan sangat tidak menunjang kegiatan pendidikan,
dan itu patut disesalkan. ''Masalah itu sudah saya laporkan kepada Menteri
Pendidikan dan Kebudayaan, serta Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi di
Jakarta,'' katanya.
Kampus Unpatti terletak di Desa Poka atau sekitar 35 km dari Kota Ambon.
Sejak terjadinya pertikaian antarkelompok massa di Poka, 23 Juli, yang
diikuti di Kota Ambon, 27 Juli, kegiatan perkuliahan Unpatti tak dapat
dilaksanakan.
Selengkapnya: http://kompas.com/kompas-cetak/9908/21/DAERAH/univ19.htm
+++++++++

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke