**************************
Laporkan Situasi lingkungan
<[EMAIL PROTECTED]>
Atau Hub Eskol Hot Line
Telp: 031-5479083/84
**************************

Salam sejahtera,

Berikut kami postingkan perkembangan terakhir situasi di kota Ambon dan
sekitarnya. Diharapkan agar umat Kristen terus berdoa bagi ketenangan dan
ketabahan saudara-saudara kita di sana. Bila membaca laporang dari Yayasan
Sala Waku ini, nampaknya perdamaian masih sangat sulit terwujud, karena
kedua belah pihak sudah "terlanjur" saling mencurigai.

Redaksi Eskol-Net
================

SITUASI AMBON, RABU/KAMIS
                        25-26 AGUSTUS 1999

Kondisi kota Ambon saat ini seperti api didalam sekam. Jika beberapa
hari situasi agak tenang, namun tidak ada jaminan bahwa kerusuhan
akan segera berakhir.

Hal mana terbukti dengan setelah terjadinya pembakaran terhadap pendopo
PPKN di Gunung Nona karena adanya informasi lokasi tersebut akan
dipakai untuk menampung pengungsi yang menempati kompleks Pelabuhan
Ambon yang dianggap akan membangun basis penyerangan baru pada hari
Senin tengah malam serta pembakaran rumah-rumah warga Muslim di sekitar
kompleks Gudang Dolog (Depot Logistik) Halong Selasa dini hari, maka
hingga Rabu sore kondisi kota Ambon dianggap agak tenang.

Namun ketika malam hari hingga Kamis pagi hari, bunyi bom dan senjata
rakitan serta senjata aparat terdengar cukup dahsyat di sekitar lokasi
Perigi Lima hingga Tanah Lapang Kecil.

Tim investigasi kami dari lokasi kejadian melaporkan sejak Rabu malam
hingga Kamis pagi massa muslim yang datang dari arah Silale, Waihaong
dan Mesjid Al Fatah, terlihat mencoba melakukan penyerangan ke arah
Perigi Lima dan Tanah Lapang Kecil. Puluhan bom dan senjata rakitan
diarahkan ke arah kompleks ini, namun mereka (para penyerang) dapat
dihalau oleh aparat keamanan dari Kesatuan Marinir. Hal yang sama juga
terjadi pada pukul 08.00 WIT hari Kamis pagi. Pasukan Marinir yang
menghalau dan tidak memberikan kesempatan bagi massa penyerang untuk
melakukan penyerangan, akhirnya dicaci maki oleh massa penyerang
dengan teriakan "MARINIR RMS", "MARINIR PKI" dan lain-lain.

Akibat tembakan Pasukan Marinir ini diperkirakan banyak jatuh korban
(meninggal dunia dan luka-luka) di pihak kelompok penyerang (Muslim).
Hingga sore ini, tim Investigasi kami melaporkan keadaan dapat
dikendalikan oleh aparat keamanan, namun sekitar pukul 14.00 - 15.00
WIT masih terlihat massa muslim memasang barikade untuk menutup jalan-
jalan didepan Rumah Makan Sarinande, arah menuju Tanah Lapang Kecil
dengan berbagai benda, sehingga jalur lalu lintas di sekitar lokasi
tersebut macet total.

Sementara itu dari Kepolisian Daerah Maluku diperoleh keterangan bahwa
diatas kapal Pelni KM Bukit Siguntang yang berlayar dari Ambon tujuan
Bau-bau, Ujung Pandang dan Surabaya, telah terjadi perkelahian antara
sejumlah warga Kristen dan warga Muslim asal Sulawesi. Berita terakhir
yang diperoleh korban Edwin Nanere (Anak mantan Rektor Unpatti Prof.Dr.
Ir. Jan Nanere, MSc) ikut dibantai yang mengakibatkan korban meninggal
dunia. Selain itu menurut berita yang sementara dicek kebenarannya ada 5
orang warga
Ambon yang ikut dibunuh diatas kapal KM Bukit Siguntang dan mayatnya
dibuang ke laut.

Sala Waku - Maluku


"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke