**************************
Laporkan Situasi lingkungan
<[EMAIL PROTECTED]>
Atau Hub Eskol Hot Line
Telp: 031-5479083/84
**************************
Salam sejahtera,
Para Netters yang terhormat, berikut ini kami postingkan sebuah pemberitaan
tentang Utusan Golongan MPR, mungkin para Netters belum membacanya.  Semoga
bermanfaat.
Salam,
Redaksi Eskol
-----------------


SABTU, 21 AGUSTUS 1999
SUARA INDONESIA

Sukses Masukkan Utusan Golongan, Clara Berpesta
Dapat Duit Berapa ? �Pokoknya Ada-lah ��
---------------------------------------------------

Jakarta, SI.,
 Anngota Tim 15 Komisi Umum Pemilihan Umum (KPU) Clara Sitompul kemarin
berpesta. Beberapa wartawan dan karyawan KPU ditraktir makan di kantin KPU.
�Ayo, kita makan-makan. Saya sudah berhasil memasukkan tiga organisasi
(Utusan Golongan MPR). Ayo kalian makan apa ?� katanya di kantor KPU,
Jakarta kemarin (20/8).

 Wajah Clara tampak ceria. Anngota Tim 15 yang juga anggota KPU mewakili
Partai Krisna itu mengaku mendapat rezeki. Ya, Anda benar, rezeki harus
disyukuri. Ayo, Anda makan apa, � katanya kepada Suara Indonesia.

 Mantan aktivis PDI pro-Soerjadi ini dapat duit berapa ?  �Ya, pokoknya
adalah.  Mereka (pengurus ormas) minta bantuan. Saya yang memperjuangkan
tiga organisasi itu sehingga akhirnya masuk. Jangan disebut komisi, tapi
namanya orang membantu, tentu ada-lah��jawabnya.

 Seperti diberitakan harian ini, verifikasi UG MPR sudah selesai, dan
hasilnya 65 ormas yang masuk UG MPR diumumkan Kamis lalu.  Clara Sitompul
mengaku sudah memperjuangkan masuknya tiga ormas, yakni persekutuan
Gereja-Gereja Indonesia (PGI), Persekutuan Gereja-Gereja Pantekosta
Indonesia, dan Konvensi Wali Gereja Indonesia.

 Dan, seperti diberitakan Suara Indonesia, verifikasi UG rawan percaloan.
Seorang calo sudah mengaku bahwa untuk masuk UG, sebuah organisasi harus
bayar Rp 25 juta ke Komisi 15. Namun pengakuan calo itu dibantah juru
bicara Tim 15 Agus Miftach.
 Usai penyelesaian soal UG itu, Clara tiba-tiba mentraktir belasan orang.
Namun, ia keberatan menyebutkan jumlahnya. Ketika didesak Suara Indonesia
soal besarnya imbalan, Clara selalu mengatakan, �pokoknya ada-lah.�

 Menurut calo, untuk memasukkan satu ormas, Tim 15 dapat imbalan Rp 25
juta. Benarkah ?  �Ah, itu tidak benar. Tidak ada imbalan-imbalan. Hanya,
karena saya sudah memperjuangkan tiga ormas itu tentu ada-lah,�jawabnya.

Saat makan bersama, mendadak Clara mendapat sebuah map berisi dokumen dari
seorang pegawai KPU. �Wah ini pasti minta bantuan lagi. Kue sudah habis
dibagi, masih ada yang minta bantuan,� katanya.
 Apa maksudnya ? �Ya, ini ada ormas minta bantuan (minta agar organisasinya
masuk UG MPR). Padahal kuenya sudah habis (hasil verifikasi UG MPR sudah
diumumkan Kamis lalu). Ini namanya terlambat,� jawabnya. Namun, Clara tidak
bersedia menyebutkan nama organisasi yang terlambat minta bantuan itu.
 Apakah Anda akan memperjuangkan agar ormas terlambat itu bisa masuk ?. �Ya
tidak bisa, dong.  Hasilnya sudah diumumkan, kue sudah dibagi rata, kok
baru sekarang minta bantuan,� jawabnya.

 Isu pencaloan UG MPR rupanya sudah menjadi rahasia umum. Seorang korban
calo, Lukmanul Hakim SH kepada Suara Indonesia kemarin menyatakan, ia
diminta Rp 200 juta jika ingin menjadi anggota MPR melalui UG. �Karena dana
kami tidak mencukupi, akhirnya gagal,� ujarnya.
Lho, kabarnya hanya Rp 25 juta. Mana yang benar ? � Itu kalau langsung ke
Tim 15. Kalau melalui calo, tentu calonya juga minta bagian.

Dan, bagian calo bisa lebih besar dari bagian Tim 15,� jawabnya.
Lukmanul adalah pengacara cukup di kenal di Jakarta. Ia adalah ketua sebuah
organisasi lembaga advokasi (Ia tidak bersedia menyebutkan namanya) yang
beberapa waktu lalu mendaftar ke Tim 15 untuk masuk ke UG MPR. �Seorang
calo minta Rp 200 juta, dijamin saya masuk UG MPR. Kalau tidak, uang akan
dikembalikan utuh,� katanya.

Siapa calonnya ? �Anda cari sendiri. Kalau saya sebutkan, tentu saya akan
dalam bahaya. Sebab, soal itu sudah ada jaringannya sendiri,� jawabnya.
Yang jelas, kini UG MPR sudah terpilih. (her).


"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke