Salam sejahtera, Rekan pembaca yang terhormat, berikut ini kami postingkan berita aksi damai yang dilakukan oleh masyarakat Papua yang cinta damai di Timika. Kiranya posting ini membantu kita memahami pergolakan saudara-saudara kita di propinsi ter Timur Indonesia itu. Salam dan doa, Redaksi Eskol-Net -------------------- AKSI DAMAI: "KEMBALIKAN KEMERDEKAAN BANGSA PAPUA BARAT" Semenjak dikeluarkannya Maklumat Kepolisian No. Pol.: MK/-01-/IV/1999 oleh Kepolisian Daerah Irian Jaya pada tanggal 17 April 1999, yang melarang dilakukannya sosialisasi hasil Dialog Nasional 100 orang tokoh masyarakat Papua Barat dengan Presiden Republik Indonesia, B. J. Habibie, pembentukan Komite Nasional Pemuda Papua Barat, Posko-posko Papua Barat dan posko-posko sejenis yang berafiliasi dengan kegiatan Tim 100 bersama satgas-satgas, aksi-aksi terbuka masyarakat Papua Barat tidak begitu nampak, terlebih setelah aksi pembongkaran posko-posko dan satgas-satgas Papua di Sorong pada 5 Juli lalu. Namun, aksi yang dilakukan oleh masyarakat Papua yang cinta damai di Timika menggelar suatu aksi damai menentang maklumat tersebut dengan tuntutan: Kembalikan Kemerdekaan Bangsa Papua Barat. KRONOLOGIS AKSI : Pada pukul 06.00, masyarakat Papua Barat yang bermukim di Kwamki Lama yang berjumlah � 1.000 orang berkumpul di Terminal/Pasar Kwamki Lama dan pada pukul 07.05 rombongan masyarakat yang dipimpin oleh Sdr. MARKUS TIMANG mulai bergerak menuju kota Timika. Rombongan masyarakat Papua ini bergerak melalui jalan Freeport, Koprapoka, pasar Timika dan bergabung dengan masyarakat Papua lainnya (� 2.000 Orang) yang telah menunggu di pasar Timika. Sementara itu, satu kelompok masyarakat Papua, � 2.500 orang, pada pukul 09.00 mulai berkumpul di Kwamki Baru dan bergerak secara spontan berjalan melalui jalan Yos Sudarso menuju pasar Timika. Mulai pukul 09.35-10.05, Kelompok Kwamki Lama dan Kelompok Kwamki Baru berjalan dengan route jl. Pendidikan, menuju jl. Timika Indah masuk lapangan bola/upacara Timika sambil menyanyikan kidung-kidung rohani dan meneriakkan yel-yel: "Papua Merdeka", "Papua Tetap Merdeka", "Hidup Bangsa Papua Barat", "Segera Kembalikan Kemerdekaan dan Hak-Hak Orang/Bangsa Papua Barat." Pada pukul 10.15, semua kelompok masyarakat Papua, baik yang berdatangan dari Kwamki Lama, Kwamki Baru, Koprapoka, Sempan, Nawaripi, pulau Pisang dan semua daerah di sekitar kota Timika telah berada dalam halaman Kantor Bupati. Setelah 15 menit kemudian (10.30) rombongan Bupati, Dandim, Wakapolres, Sekab, dan sebagian jajaran Pemda serta anggota TNI lengkap dengan senjata telah berada bersama masyarakat Papua di depan Kantor Bupati Kabupaten Administratif Mimika. Masyarakat Papua yang hadir diwakili oleh Sdr. Markus Timang menyampaikan aspirasi masyarakat kepada Pemerintah, sbb : 1. Kembalikan dengan segera kemerdekaan bangsa Papua Barat sebelum masuk tahun 2000. 2. Memohon agar diberi ijin untuk membuka posko Papua Barat di Kabupaten Mimika; 3. Kami tidak membenci orang "Rambut Lurus" atau pendatang tetapi yang kami minta agar pemerintah bangsa Indonesia yang sedang berada sekarang di Tanah Papua segera tinggalkan tanah Papua; Tanggapan Bupati Titus Potereyauw sebagai wakil dari pemerintah, sbb : 1. Berterima kasih kepada masyarakat atas aspirasi dan aksi damai yang dilakukan dan berjanji untuk meneruskan kepada Pemda Tk. I dan Pusat (Jkt); 2. "Papua Merdeka berarti orang Papua harus berjuang". Perjuangan telah dimulai oleh Tim 100 dengan menghadap Habibie, kamu tinggal tunggu proses dan jawaban dari Pemerintah RI. 3. Sejarah bangsa Papua masuk NKRI dimulai oleh orang tua kita (orang Papua) semasa kolonial Belanda; 4. Posko Papua, soal ijin ada pada bapak Kapolda, karena sudah tidak ada posko-posko Papua lagi, semua telah ditutup oleh Kapolda. Setelah Bupati menanggapi aspirasi yang disampaikan oleh Markus Timang, secara spontan muncul seorang wakil dari Pemuda/i Papua, Damaris Onowame maju ke hadapan Bupati di rombongan dan berkata, sbb : 1. Sejarah tanah Papua masuk NKRI telah dimengerti dan sudah berlalu, itu urusan orang tua dulu. Kami bicara sebagai generasi penerus bangsa Papua yang telah dibantai dan dibunuh seperti binatang oleh ABRI/TNI, karena memperjuangkan kembali kemerdekaan Papua Barat; 2. Generasi Papua mau bebas dari intimidasi, pembunuhan/pelanggaran HAM, perlakuan yang tidak manusiawi dan perampasan sumber daya alam di atas tanah Papua; 3. Kami sendiri mau menikmati Sumber Daya Alam tanpa ada penekanan, pembunuhan dan pengusiran (misalnya: perlakuan ABRI dengan kehadiran PT. Freeport terjadi pelanggaran HAM terbesar terhadap masyarakat bangsa Papua Barat di lokasi penambangan PT. Freeport di Kab. Administratif Mimika); 4. Kami tidak mau dibodohi dengan MIRAS (Hal senada diungkapkan juga oleh sdr. Markus Timang); 5. Semua perlakuan yang keji/biadab yang dilakukan oleh Pemerintah RI dan ABRI/TNI akan dipertanggung jawabkan di hadapan Tuhan Yesus Kristus; 6. Kami bukan binatang. Apakah kami ini binatang yang dapat dibunuh/ditembak dan dibuat sesuka hati oleh ABRI/TNI dan Pemerintah RI ? 7. Kami punya hak-hak sebagai manusia ciptaan Tuhan yang sejajar dengan bangsa-bangsa lain yang telah merdeka. Setelah wakil generasi muda bangsa Papua menanggapi dan menyampaikan aspirasinya, maka acara Aksi Damai ditutup dengan diserahkannya 2 (dua) lembar Statement Aspirasi (terlampir) dan doa penutup yang dipimpin oleh seorang pendeta. Awal kegiatan tatap muka diawali juga dengan doa pembukaan setelah Bupati dan rombongan tiba di depan � 5.000-an masyarakat bangsa Papua Barat dan 500-an simpatisan Papua Merdeka. Selama aksi berjalan tidak ada kontak fisik, baik antar kelompok aksi dengan masyarakat pendatang maupun dengan pihak militer atau keamanan. Sekitar � 30-an anggota Polisi dan keamanan lainnya turut menjaga keamanan dan ketertiban aksi damai dari awal sampai akhir. Sumber: GKI Irian Jaya ====================== "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
