'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''
Sari Berita: Kamis, 12 Agustus 1999
""""""""""""""""""""""""""""""""
*Desakan kepada Menko Ekuin dan Menkeu
Mundur dari Jabatan
*Partai-partai 'stembus acoord' anggap PPI rugikan mereka
*Carter Tentang Timtim: RI Dituduh Menyabot
*Mega Dan Akbar Bertemu Malam Ini: Golkar Harus Tarik Pencalonan Habibie

---English Section---
*Orthodox Church Urges Milosevic To Resign
*Pakistan fires back after plane shot down
++++++++++++

Desakan kepada Menko Ekuin dan Menkeu
Mundur dari Jabatan
--------------------------
Jakarta, Kompas
Ketua Dewan Penasihat Centre for Banking Crisis (CBC), Amien Rais, menuntut
Menko Ekuin Ginandjar Kartasasmita, Menteri Keuangan Bambang Subianto, dan
Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) Glenn MS Yusuf, supaya
dipecat dari jabatan mereka. Hal itu dia utarakan pada jumpa pers di
Jakarta, Rabu (11/8). Amien Rais-yang juga Ketua Umum DPP Partai Amanat
Nasional-didampingi Presiden Direktur CBC Deni Daruri. Dia menguraikan
beberapa contoh temuan CBC, seperti penerbitan nota dinas oleh Kepala BPPN
Glenn MS Yusuf kepada Menteri Keuangan Bambang Subianto, Nomor
ND-05/BPPN/0499 bertanggal 22 April 1999.
Dalam nota dinas itu, Glenn meminta Bambang Subianto membayar klaim
pinjaman antarbank milik Bank Bali (BB) kepada BDNI sebesar Rp 904 milyar.
Padahal, lanjut Amien, nota dinas itu jelas-jelas menyebutkan, menurut
verifikasi Bank Indonesia (BI) klaim BB tersebut tidak memenuhi persyaratan
untuk dibayar
Selengkapnya: http://kompas.com/kompas-cetak/9908/12/UTAMA/mund01.htm

Partai-partai 'stembus acoord' anggap PPI rugikan mereka
-----------------------------------------------------------------
JAKARTA, Mandiri
PPI di Jakarta Rabu kembali menunda pengalokasian kursi di DPR bagi
partai-partai peserta pemilu 7 Juni 1999 dengan alasan tidak adanya
kesepakatan dengan delapan partai Islam yang menjalin stembus acoord.
Sebaliknya partai-partai itu beranggapan PPI-lah yang merugikan posisi
mereka melalui kebijakan-kebijakan alokasi kursinya.
"Kesepakatan mungkin baru dicapai pekan depan," kata ketua PPI JacobTobing.
Stembus acoord itu sendiri berpusat pada PPP dan tujuh partai Islam kecil
lainnya. Mereka tampaknya mengincar sedikitnya 58 kursi di parlemen. Namun
berdasarkan kebijakan-kebijakan alokasi kursi PPI mereka mungkin hanya akan
berhasil meraih 39 kursi.
Selengkapnya:
http://www.mandiri.com/isimandiri/contents/Berita/0899/bt110899_9.html

Carter Tentang Timtim:
RI Dituduh Menyabot
-------------------------
DILI (Waspada): Mantan Presiden AS Jimmy Carter hari Rabu (11/8) menuduh
para pejabat Pemerintah Indonesia coba menyabot jajak pendapat tentang masa
depan Timor Timur.
''Beberapa pejabat tinggi Pemerintah RI telah gagal memenuhi janji untuk
menjaga keamaman dan ketertiban (di Timtim). Dan dalam banyak kasus, mereka
secara aktif berusaha menghambat proses dialog antarwarga Timor Timur,''
kata sebuah pernyataan dari Carter Center, mengutip ucapan Jimmy Carter.
Rakyat Timtim pada 30 Agustus mendatang akan memilih: tetap sebagai bagian
dari Republik Indonesia dengan status otonomi luas, atau merdeka.
Selengkapnya: http://www.waspada.com/081299/headline/headline.htm

Mega Dan Akbar Bertemu Malam Ini:
Golkar Harus Tarik Pencalonan Habibie
------------------------------------------------
JAKARTA (Waspada): Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri akan
mengadakan pertemuan dengan Ketua Umum DPP Partai Golkar Akbar Tanjung di
Hotel Indonesia malam ini (12/8).
Wakil Ketua Departemen Hukum dan Perundang-Undangan DPP Partai Golkar
Muchyar Yara mengemukakan hal itu menjawab pertanyaan wartawan di Jakarta
Rabu (11/8). Muchyar mengaku sebagai mantan Ketua Presedium Gerakan
Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dia bersama-sama dengan tokoh-tokoh
Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) bertindak sebagai panitia penyelenggara yang
tergabung dalam Badan Kontak Alumni HMI dan Alumni GMNI
Selengkapnya: http://www.waspada.com/081299/headline/headlin4.htm

*English Section----
Orthodox Church Urges Milosevic To Resign
-----------------------------------------------------
By THE ASSOCIATED PRESS
ELGRADE, Yugoslavia -- Serbia's influential Orthodox Church on Wednesday
demanded the resignation of Yugoslav President Slobodan Milosevic, saying
he was leading the country ``into certain disaster.'.
In its open appeal -- the second in recent months -- the church said it
made its decision because of the ``tragic state into which our people has
been brought, primarily in Kosovo but also in the entire country,
especially by the recent war and NATO bombing
More; http://www.nytimes.com/yr/mo/day/late/ap-yugoslavia.html

Pakistan fires back after plane shot down
---------------------------------------------------
PAKISTAN fired a missile at Indian military helicopters yesterday in
response to the shooting down by the Indian Air Force of a naval
surveillance aircraft over the neighbours' disputed, oil-rich Arabian Sea
border.
The missile was fired at three helicopters, escorted by two MiG 21s, taking
newsmen to the wreckage site of the Pakistani aircraft shot down in western
Gujarat state on Tuesday. Officials said none of the helicopters were hit
as they nose-dived to avoid the missile and no one aboard was injured. The
helicopters and fighters later returned to the Nalya air base close to the
Pakistani border without visiting the wreckage site
More:
http://www.telegraph.co.uk/et?ac=001555271909488&rtmo=pQUBB33e&atmo=HHHHH8w
L&pg=/et/99/8/12/wind12.html
+++++

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke