**************************
Laporkan Situasi lingkungan
<[EMAIL PROTECTED]>
Atau Hub Eskol Hot Line
Telp: 031-5479083/84
**************************

Salam sejahetra,

Berikut ini kami postingkan Press Release dari PGI sehubungan dengan
musibah yang menimpa kel. Prof.Dr. Nanere (Ketua FKKM) pada tanggal 24
Agustus 1999.

Redaksi Eskol-Net
----------------------

Prof. Dr. Saleh Putuhena :
"Saya heran agama dipakai untuk saling membunuh"
Prof.  Dr. Jan Nanere : "Saya sudah mengampuni mereka"
==================================================

Duka sekaligus ketabahan dan harapan tampak hadir bersanding hari ini
(25/8) di jalan Pelanduk 71, Ujungpandang, rumah keluarga Eward, tempat
jenasah Edwin Nanere (23) disemayamkan sebelum diterbangkan ke Jakarta
dengan pesawat sore harinya. Di antara para tamu/kerabat yang hadir tampak
Prof Dr. Saleh Putuhena, Ketua Kerukunan Keluarga Maluku di Sulawesi
Selatan, Ketua Pokja Pemuda/Mahasiswa (Islam-Kristen) Maluku, Dr. A.
Anggui, anggota DPRD Tkt. I Sulawesi Selatan, Pdt. Danny Sopamena,MTh,
salah satu pimpinan Kerukunan Keluarga Maluku di Sulawesi  Selatan yang
adalah juga dosen STT Ujungpandang serta para mahasiswa asal Maluku,

Edwin, putera Prof. Dr. Jan Nanere, mantan Rektor Unpatti mengalami saat
naas dalam perjalanan bersama kedua orang tuanya dari Ambon ke Jakarta,
menumpang KM Bukit Siguntang. Sumber kami di Ujungpandang menginformasikan
bahwa ia diserang massa penumpang kapal di Dek VII ketika korban berada di
sana. Edwin Nanere akhirnya menghembuskan nafas terakhir sekitar pkl. 04.00
wita ketika kapal milik PT Pelni itu berada di perairan depan kota
Ujungpandang.

Jan Nanere yang juga mantan Rektor Ukrida, Jakarta dan kini menjabat Ketua
Forum Komunikasi Kristen Maluku (FKKM), maupun isterinya tidak menerangkan
kejadian yang mereka alami di kapal. Ia seakan hendak menutup buku
peristiwa duka itu. Sumber kami melaporkan bahwa dalam kesempatan
mengucapkan terima kasih kepada hadirin, Jan berkata : " Saya sudah
mengampuni orang-orang yang menjamah anak saya dan saya tidak mengingini
dendam dan amarah. Sebab dendam dan amarah tidak akan menyelesaikan masalah
di Ambon malah akan memperparah keadaan. Saya berdoa kiranya Tuhan sajalah
yang akan merubah mereka (yang terlibat aksi kekerasan)." Dalam kesempatan
itu juga Jan Nanere menyatakan keyakinannya bahwa tidak akan ada orang lain
yang mampu menyelesaikan kerusuhan Ambon kecuali kita (orang Ambon)
sendiri. Ia mengajak semua orang untuk bekerja mengatasi kerusuhan dengan
keberanian iman. Sikap yang ditunjukan Jan Nanere dalam sambutannya itu
segera mengungkapkan ketabahan dan harapan yang diperlukan setiap orang
dalam menghadapi kerusuhan  Ambon. Bahwa terang itu akan selalu ada dalam
kegelapan yang paling gelap sekalipun. Diinformasikan bahwa Keluarga Nanere
tidak menginginkan dilakukan otopsi mayat ketika jenazah Edwin berada di
Rumah Sakit Polri, Ujungpandang  sebelum disemayamkan di rumah duka.

Dalam kesempatan mengungkapkan rasa belasungkawa, Prof. Dr. Saleh Putuhena,
yang juga adalah mantan Rektor IAIN menyatakan rasa kagumnya pada sikap Jan
Nanere. Sebagai seorang Muslim Putuhena menyatakan bahwa sikap Nanere itu
tepat dalam situasi sekarang. Ia sekaligus mengungkapkan harapannya dan
harapan Kerukunan Keluarga Maluku di Sulawesi Selatan agar masalah di Ambon
jangan sampai berpindah ke tempat lain. Karena itu mari kita bangun terus
kerukunan yang sudah ada, lanjutnya.

Ibadah pelepasan jenazah yang  dipimpin langsung oleh Sekretaris PGI
Wilayah Sulawesi Selatan dan Tenggara, Pdt. Ny. Fien Sopamena-Latumahina,
berlangsung sekitar pukul 12.00 wita. Dengan membaca Injil dari Yohanes
14:1-7, ia menghibur keluarga yang berduka dengan mengingatkan agar mereka
tidak bimbang dan ragu-ragu menghadapi peristiwa ini karena Edwin kini
telah berada dalam kedamaian Rumah Bapa.

Jenazah Edwin Nanere dijemput oleh keluarga dan kerabatnya di pelabuhan
Ujungpandang setelah KM Bukit Siguntang merapat sekitar pkl. 06.00 wita.
Selain kaum kerabat, warga Maluku yang tergabung dalam Kerukunan Keluarga
Maluku di Sulawesi Selatan juga ikut menjemput. Sejak malam hari (24/8)
warga Kerukunan Keluarga Maluku di Ujungpandang itu telah melakukan
pertemuan untuk turut menjemput jenazah. Perlu dilaporkan bahwa mereka
telah mempersiapkan diri untuk turut mengatasi akibat-akibat krisis
misalnya dengan membentuk Pokja Pemuda/Mahasiswa Maluku di Ujungpandang
untuk menanggulangi kedatangan pelajar/mahasiswa asal Maluku  ke
Ujungpandang akibat tutupnya Universitas Pattimura, maupun akibat-akibat
kerusuhan lainnya. Diharapkan kerukunan antar warga Maluku yang terus
dipelihara di Ujungpandang dapat turut memberi dampak positif bagi semua
upaya penyelesaian kerusuhan Ambon.

Menghadapi duka yang melanda keluarga Jan Nanere, yang pernah menjabat
Ketua PGI Wilayah Maluku, Majelis Pekerja Harian PGI menyatakan turut
belasungkawa yang sedalam-dalamnya sambil berdoa kiranya maksud Tuhan
dengan peristiwa duka ini dapat dipahami oleh keluarga Nanere dengan
tuntunan Roh Kudus. MPH-PGI berharap kiranya peristiwa ini tidak terulang
lagi dan karena itu PT Pelni dapat meningkatkan keamanan dalam pelayaran
kapal-kapal mereka khususnya yang menjalani rute Ambon-Jakarta.

 Jenazah Edwin Nanere direncanakan tiba di Bandara Soekarno-Hata,
Cenkareng, Jakarta, sekitar pkl. 17.00 langaung disemayamkan di rumah
keluarga Nani Nanere, di perumahan Jaka Sampurna, jalan Galaxi IV, No. 326
B, Bekasi, Jabar. Jenazah akan diberangkatkan dari rumah duka besok, 26/8
pkl. 15.00 wib.

Demikian Press Release kami

Jakarta, 25 Agustus 1999
PUSAT PENANGGULANGAN KRISIS PGI
( PPKPGI )

Pdt. Dicky M. Mailoa
Penanggungjawab






"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke