"'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''
Sari Berita: Senin, 30 Agustus 1999
""""""""""""""""""""""""""""""""''''''
**Amien Pertegas Komitmen Poros Tengah
**Mega Mantu Politik, Akbar Datang
**Penolakan Pertanggungjawaban Habibie,
    Kendala bagi Golkar
**Amien: Secepatnya Ketua-ketua Partai Buat Konsensus
**Amien Akui Poros Tengah Bukan Idenya
**Kesediaan Gus Dur Jadi Capres Hindari Destruksi
**'Penyelesaian Kasus Aceh Harus Melibatkan GAM'

-------Berita Luar Negeri------------------------
@ Dalai Lama: Anak-anak Bangunlah Dunia Baru
@ Taiwan tak Takut Hadapi Cina
-------------------------------------------------
S  E  L  A  M  A  T     M  E  M  B  A  C  A
'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''
Amien Pertegas Komitmen Poros Tengah
Tak Dukung Gus Dur, Perlu Ditanyakan Ke-NU-annya
---------------------------------------------------------------
Surabaya, Jawa Pos.-
Komitmen Ketua Umum DPP PAN (Partai Amanat Nasional) Prof Dr H M. Amien
Rais untuk mencalonkan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sebagai presiden
kemarin kembali dipertegas di Surabaya. Di hadapan ribuan pendukungnya di
gedung Go Skate Surabaya kemarin, Amien menyatakan bahwa dia  tidak
bergeming sama sekali meski berbagai macam tudingan diarahkan kepadanya.
''Begitu juga tudingan sebagian tokoh NU bahwa dukungan saya terhadap Gus
Dur cuma main-main sama sekali tidak benar. Bahkan, orang NU yang tidak
mendukung pencalonan Gus Dur sebagai presiden perlu ditanyakan ke-NU-annya.
Saya saja orang Muhammadiyah mantap dengan Gus Dur, masak orang NU sendiri
tidak mantap,'' tegas Amien pada rapat akbar memperingati milad pertama
PAN.
Selengkapnya: http://www.jawapos.com/30ags/de30h2.htm

Mega Mantu Politik, Akbar Datang
Besanan dengan Ketua Korcam Golkar Garut
-----------------------------------------------------
Garut, Jawa Pos.-
Calon presiden dari PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri kemarin
menikahkan anak sulungnya, Mohamad Rizki Pratama, dengan Sri Laksmi Dewi di
Garut, Jawa Barat. Ada yang menyebut pernikahan ini sebagai ''pernikahan
politik''. Soalnya, anak Mega menikahi anak Ketua Korcam Golkar Bayongbong,
Garut, Jawa Barat, Acep Hogayat.
Yang menarik, dalam pernikahan ini, Ketua Umum Partai Golkar Akbar Tandjung
bersama rombongan dari DPP juga hadir. Suasana pun jadi meriah karena
banyak tamu yang memberikan aplaus atas kehadiran Akbar Tandjung. Puluhan
wartawan foto pun ikut mengabadikan kehadiran Akbar.
Selengkapnya: http://www.jawapos.com/30ags/de30h9.htm

Akbar Tandjung:
Penolakan Pertanggungjawaban Habibie, Kendala bagi Golkar
--------------------------------------------------------------------------
Garut, Kompas
Ketua Umum DPP Partai Golkar Akbar Tandjung mengakui bahwa Partai Golkar
sangat berkepentingan terhadap diterimanya laporan pertanggungjawaban
Presiden BJ Habibie pada Sidang Umum MPR bulan November. Seandainya
pertanggungjawaban ditolak, maka hal itu jelas menjadi kendala bagi Golkar
dalam meloloskan calon presidennya untuk memimpin negeri ini di masa
datang.
Selengkapnya: http://kompas.com/kompas-cetak/9908/30/UTAMA/peno01.htm

Amien: Secepatnya Ketua-ketua Partai Buat Konsensus
* Siapa pun Presidennya tak Jadi Soal
-----------------------------------------------
Jakarta, Kompas
Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais meminta agar
laskar-laskar sipil yang dibentuk untuk mendukung pencalonan presiden dalam
Sidang Umum MPR 1999 dibubarkan. Sebaliknya, ia mengimbau para ketua partai
yang memperoleh suara signifikan dalam Pemilu 1999 bersama pimpinan TNI
secepatnya duduk bersama, berbicara dari hati ke hati, untuk memecahkan
berbagai masalah secara bersama-sama. Seruan itu disampaikan Amien dalam
seminar tentang Poros Tengah di aula Masjid Al-Azhar, Jakarta, Minggu
(29/8).
Selengkapnya: http://kompas.com/kompas-cetak/9908/30/UTAMA/amie01.htm

Amien Akui Poros Tengah Bukan Idenya
Eep: Gus Dur Erat dengan Feodalisme
---------------------------------------------
JAKARTA - Ketua Umum DPP PAN M Amien Rais ''menantang'' pemimpin nasional
yang terdiri atas pemimpin parpol, Pemerintah dan TNI, duduk dalam satu
meja untuk membahas masalah nasional yang makin krusial. Tantangan tersebut
disampaikannya saat tampil sebagai keynote speaker seminar Kristalisasi
Peran Poros Tengah menuju Masyarakat Madani, di aula Masjid Al Azhar
kemarin.
Alasan yang mendasar dari pentingnya pertemuan tersebut, karena dia melihat
kekuatan yang akan bersaing di SU MPR makin memanas dan makin gengsi saja.
Sementara itu kekacauan yang menimbulkan tragedi kemanusiaan makin
menjadi-jadi tanpa penyelesaian.
''Bila perlu sampai berhari-hari dan dijaga para mahasiswa, sehingga ada
pemikiran-pemikiran brilian yang muncul dari seluruh elemen yang sementara
ini bisa mewakili rakyat .''
Dia mengaku, poros tengah bukan murni idenya. Pemikiran tersebut berawal
dari sebuah diskusi kecil di Pusat Pengkajian Strategi dan Kebijakan UGM.
Waktu itu seorang ekonom ahli manajemen dari program MM UGM, Dr Bambang
Sudibyo, membuat coretan-coretan analisis hasil pemilu.
Selengkapnya: http://suaramerdeka.com/harian/9908/30/nas7.htm

Kesediaan Gus Dur Jadi Capres Hindari Destruksi
------------------------------------------------------------
JAKARTA (Waspada): Kesediaan Gus Dur dimunculkan menjadi calon Presiden
untuk menghindari kemungkinan timbulnya hal-hal yang destruktif, kata
Khofifah Indah Parawangsa, salah satu Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa
(PKB), di Jakarta Sabtu (28/8).
"Dalam banyak hal sebagai orang dalam PKB, saya memahami Gus Dur selalu
tampil menjadi sosok penyeimbang. Saya pikir kesediaannya dimunculkan oleh
poros tengah menjadi calon presiden adalah dalam posisi sebagai penyeimbang
itu, untuk menghindari kemungkinan hal-hal yang sifatnya destruktif yang
muncul dalam sidang umum MPR nanti," katanya.
Selengkapnya: http://www.waspada.com/

'Penyelesaian Kasus Aceh Harus Melibatkan GAM'
------------------------------------------------------------
JAKARTA (Waspada): Pangdam Aceh pada masa Orde Lama, Letjen Purn M Jasin,
mengemukakan, dalam setiap perundingan mengenai penyelesaian masalah Aceh
sebaiknya melibatkan Gerakan Aceh Merdeka (GAM). ''GAM adalah resmi bagi
masyarakat Aceh,'' katanya.
Jasin menyayangkan sampai saat ini Pemerintah tidak pernah melibatkannya.
Padahal, GAM sudah membuka diri untuk bertemu dengan Pemerintah, namun
Pemerintah belum bisa menerimanya. Hal itu dikemukakan Jasin dalam diskusi
masalah Aceh di Jakarta, Sabtu lalu.
Menurut Pangdam I/Iskandarmuda Aceh tahun 1960 sampai 1963 itu, seluruh
komponen masyarakat harus dilibatkan dalam setiap perundingan penyelesaian
masalah Aceh.
Selengkapnya: http://www.waspada.com/

-------Berita Luar Negeri------------------------
Dalai Lama: Anak-anak Bangunlah Dunia Baru
------------------------------------------------------
Chicago, Minggu
Pemimpin spiritual Tibet dalam pengasingan, Dalai Lama, mengajak anak-anak
untuk membangun dunia baru yang aman dan damai. Dia mendesak anak-anak
untuk mempraktikkan belarasa (compassion) dan toleransi, dan membangun
dunia yang lebih baik.
Ajakan Dalai Lama itu diungkapkan Sabtu akhir pekan lalu ketika berbicara
di Chicago's Field Museum, Chicago, AS. "Dalam abad ini, manusia telah
balajar banyak hal. Saya rasa, manusia telah menjadi lebih matang," katanya
kepada ribuan pendengar ceramahnya yang harus membeli tiket seharga 75
dollar AS.
Selengkapnya: http://kompas.com/kompas-cetak/9908/30/LN/anak28.htm

Taiwan tak Takut Hadapi Cina
-------------------------------------
Taipei, Minggu
Cina sudah menyiapkan seluruh bala tentaranya menggempur Taiwan, tetapi hal
itu tidak membuat Taiwan takut. Sebaliknya, Taiwan bersikap menantang
setelah hari Minggu kemarin partai berkuasa, Partai Nasionalis Kuomintang
(KMT), menyetujui seruan Presiden Lee Teng-hui. Lee menghendaki agar
hubungan Taiwan dan Cina menjadi "hubungan khusus antarnegara" ("special
state to state").
"Hubungan antarselat harus dibangun sebagai hubungan khusus antarnegara.
Hal ini akan menjadi babak baru hubungan kedua belah pihak," bunyi resolusi
partai, Minggu (29/8). Resolusi dibuat di hari kedua kongres partai yang
berlangsung selama dua hari.
Selengkapnya: http://kompas.com/kompas-cetak/9908/30/LN/taiw27.htm

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke