"'''''''''''''''''''''''''''''''''''''' Sari Berita: Kamis, 9 September 1999 """""""""""""""""""""""""""""""" @ PBB Desak Indonesia Terima Pasukan Internasional @ Aksi Pembakaran Berlanjut, Dili Lautan Api @ Langkah Tepat Melepas Timtim Merdeka (Cak Nur) @ Indonesia Tolak Pasukan Asing di Timtim @ Karena Anak Mantan Presiden, Tommy Minta Dibebaskan @ Mega Temui Pengungsi Timtim @ Habibie Diisukan Mundur, TNI Kudeta @ Rupiah Bergejolak BI Sulit Bertindak @ Dukungan kepada Mega Makin Solid --------- Luar Negeri ------------- ***Saudara Tiri Saddam Membelot ***Hubungan Indonesia-Australia Kritis S E L A M A T M E M B A C A ''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''' PBB Desak Indonesia Terima Pasukan Internasional * Kiki Syahnakri, Panglima Komando Pengamanan Timtim ---------------------------------------------------------------- Jakarta, Kompas Sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Kofi Annan hari Rabu (8/9) mendesak Indonesia menerima kehadiran pasukan internasional di Timor Timur untuk mengatasi kekacauan di wilayah itu. Demikian dilaporkan kantor berita AFP dari Markas PBB, New York, AS. Di Markas PBB, juga tengah berlangsung konsultasi darurat Dewan Keamanan PBB guna mempertimbangkan meningkatnya tuntutan untuk mengirimkan pasukan internasional ke Timor Timur. Di Jakarta, Menteri Luar Negeri Ali Alatas mengatakan, waktu 48 jam yang dikatakan Sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Kofi Annan, bukan merupakan ultimatum dari Sekjen PBB untuk Indonesia. Selengkapnya: http://kompas.com/kompas-cetak/9909/09/UTAMA/pbb01.htm Aksi Pembakaran Berlanjut, Dili Lautan Api * Lima Pendukung Pro-Kemerdekaan Tewas Dibantai --------------------------------------------------------------- Dili (Bali Post) - Aksi pembakaran yang dilakukan kelompok yang bertikai di Timor Timur sejak Selasa (7/9), membuat kota Dili menjadi lautan api. Hingga Rabu (8/9) kemarin, asap tebal berasal dari bangunan yang hangus dibakar membuat udara di kota itu menjadi gelap. Aksi pembakaran itu tidak hanya terhadap bangunan milik pemerintah maupun swasta, juga terhadap rumah milik masyarakat yang pro-otonomi maupun yang pro-kemerdekaan. Aksi pembakaran berbagai bangunan itu mulai dilakukan Senin (6/9) lalu oleh kelompok pro-otonomi, menyusul diumumkannya hasil jajak pendapat dengan kemenangan kelompok pro-kemerdekaan. Selengkapnya: http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/1999/9/9/p1.htm Nurcholish Madjid: Langkah Tepat Melepas Timtim Merdeka ------------------------------------------------------------------------ JAKARTA -- Mempertimbangkan sisi positif dan negatifnya, membiarkan Timor Timur menjadi negara sendiri adalah langkah tepat. Apalagi posisi diplomasi Indonesia dalam soal ini sangat tidak menguntungkan karena berhadapan dengan tekanan internasional. ''Menurut saya lebih banyak mudaratnya mempertahankan Timor Timur tetap jadi bagian wilayah Indonesia. Dan, posisi kita saat ini memang tersudut, masuk dalam fait acompli opini internasional yang belum tentu jelas kebenarannya,'' kata cendekiawan Nurcholish Madjid kepada Republika, petang kemarin, [8/9]. Selengkapnya: http://www.republika.co.id/9909/09/23972.htm Indonesia Tolak Pasukan Asing di Timtim * Habibie Batal Hadiri KTT APEC ----------------------------------------- Jakarta (Bali Post) - Mensekneg/Menkeh Prof. Dr. Muladi, S.H. mengatakan, pemerintah tetap menolak kehadiran militer asing atau pasukan PBB di Timor Timur. Kepada wartawan di DPR seusai mengikuti sidang paripurna tentang RUU HAM Rabu (8/9) kemarin, Muladi menjelaskan, dalam waktu yang singkat ini Indonesia mampu menciptakan keamanan di Timtim. ''Kita akan selalu berusaha dalam waktu yang singkat ini untuk melaksanakan keamanan di Timtim. Saya kira pengiriman itu terlalu dini dan semoga hal itu tidak terjadi,'' katanya. Selengkapnya: http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/1999/9/9/p4.htm Karena Anak Mantan Presiden, Tommy Minta Dibebaskan -------------------------------------------------------------------- Jakarta (Bali Post) - Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto minta dibebaskan dari tuntutan hukum dalam kasus korupsi pada ruilslag lahan dan bangunan milik Bulog dengan PT Goro Bhatara Sakti (GBS). Alasannya, selain tidak terbukti melakukan korupsi sebagaimana dakwaan jaksa, Tommy juga putra mantan Presiden Soeharto yang telah berjasa terhadap bangsa Indonesia di antaranya menumpas pemberontakan PKI. Selengkapnya: http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/1999/9/9/p5.htm Mega Temui Pengungsi Timtim Carter Pesawat, Bawa 15 Ton Bahan Makanan ------------------------------------------------------- Jakarta, Jawa Pos.- Calon presiden dari PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, tampaknya, ingin membuktikan perhatiannya kepada pengungsi asal Timtim. Direncanakan, pagi ini Mega terbang dengan pesawat carteran bersama rombongan DPP PDI-P, menemui pengungsi di Atambua, daerah perbatasan Timtim-NTT. "Misinya, menghibur rakyat Timtim," ujar Bendahara PDI Perjuangan Noviantika, yang juga ikut rombongan Mega. Turut serta pula dalam rombongan yang memakai pesawat Fokker 27 ini, antara lain, Theo Syafei, Meilono Suwondo, H Taufik Kiemas, dan Mangara Siahaan. Selengkapnya: http://www.jawapos.com/9sep/ut9s2.htm Habibie Diisukan Mundur, TNI Kudeta Wiranto: Ada Yang Ingin Keruhkan Suasana ----------------------------------------------------- Jakarta, Jawa Pos.- Presiden B.J. Habibie mengundurkan diri. Ini isu santer di kalangan elite politik Jakarta tadi malam. Bahkan, berkali-kali redaksi Jawa Pos menerima telepon untuk mengonfirmasi kabar tersebut. Tak hanya itu. Dalam waktu yang hampir bersamaan, TNI yang kini sedang disibukkan mengamankan Timtim diisukan telah melakukan kudeta. Desas-desus itu makin santer karena ada pemanggilan mendadak sejumlah jenderal oleh Habibie. Menhankam/Panglima TNI Jenderal TNI Wiranto dan Kapolri Jenderal Pol Roesmanhadi dipanggil mendadak di luar jadwal kepresidenan di Istana Negara pukul 17.00 WIB. Padahal, saat itu, keduanya sedang rapat serius dengan para perwira tinggi TNI di Mabes Cilangkap. Selengkapnya: http://www.jawapos.com/9sep/ut9s1.htm Rupiah Bergejolak BI Sulit Bertindak --------------------------------------------- JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mengaku sulit berbuat sesuatu setalah rupiah gonjang-ganjing. Sebab, melemahnya rupiah saat ini lebih banyak diakibatkan oleh faktor nonekonomis. Yaitu skandal Bank Bali dan perkembangan yang makin memburuk di Timor Timur (Timtim). Meski demikian otoritas moneter tetap berupaya mengurangi fluktuasi rupiah yang terlalu tajam. Gubernur Bank Indonesia Syahril Sabirin menyatakan otoritas moneter belum perlu menggunakan instrumen SBI untuk menaikkan suku bunga, meski rupiah terus terpuruk dan mendekati level Rp 8.500 per dolar. Masalah rupiah, tegas dia, tak terkait dengan aspek ekonomi, tetapi nonekonomi. Selengkapnya: http://suaramerdeka.com/harian/9909/09/nas4.htm Dukungan kepada Mega Makin Solid Agus Miftach Berupaya Jegal Gus Dur ---------------------------------------------- JAKARTA - Dukungan Ketua Umum PBNU KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) pada Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri secara pribadi dan kelembagaan melalui PKB cukup solid. Sedangkan komunikasi intensif yang dilakukan Gus Dur dengan kelompok Habibie dilakukan hanya untuk saling memahami strategi. Demikian dikatakan Direktur Balitbang DPP Tjahyo Kumolo SH, menanggapi posisi Gus Dur pascatasyakuran yang mempertemukan kelompok poros tengah, PKB, dan ulama NU belum lama ini. Dia mengakui, manuver politik Gus Dur dengan PKB-poros tengah-NU dan ulama terpola secara berbeda, khususnya menyangkut strategi sebagai calon presiden poros tengah, sebagai deklarator PKB, serta komunikasinya dengan Habibie dan elite TNI. Selengkapnya: http://suaramerdeka.com/harian/9909/09/nas8.htm ------------ Luar Negeri ---------- Saudara Tiri Saddam Membelot -------------------------------------- Amman, Rabu Saudara tiri Presiden Irak Saddam Hussein, Barzan Takriti yang pernah menjadi Duta Besar Irak untuk PBB di Geneva, diberitakan membelot ke Uni Emirat Arab. Tindakan itu dilakukan setelah terjadi kericuhan di lingkungan keluarga, rebutan kekuasaan, dan soal kekayaan keluarga Saddam Hussein. Akan tetapi Kementerian Penerangan Irak hari Rabu (8/9) membantah berita tersebut. Menurut keterangan resmi Pemerintah Irak, Barzan kini sedang berlibur bersama keluarganya di Geneva, tanpa dijelaskan apakah Barzan akan kembali lagi ke Baghdad. Demikian dilaporkan wartawan Kompas Musthafa Abd Rahman dari Cairo, semalam. Selengkapnya: http://kompas.com/kompas-cetak/9909/09/LN/saud23.htm Hubungan Indonesia-Australia Kritis -------------------------------------------- Singapura, Rabu Insiden pembakaran bendera Australia, kemudian menggantinya dengan bendera merah putih di halaman Kedubes Australia di Jakarta hari Rabu (8/9), diperkirakan akan memperburuk hubungan antara Indonesia dan Australia. Unjuk rasa sejumlah orang Indonesia yang marah dan memrotes kebijakan Australia menyangkut kejadian di Timor Timur itu, menurut Reuters, bahkan merupakan hari terburuk hubungan Australia-Indonesia dalam beberapa dekade terakhir. Sebagai jawabnya, di Kota Melbourne, para pengunjuk rasa juga membakar bendera Indonesia, dan mendesak agar pasukan penjaga perdamaian segera dikirim ke bekas jajahan Portugis tersebut agar tidak semakin terpuruk dalam kekacauan. Selengkapnya: http://kompas.com/kompas-cetak/9909/09/LN/hubu24.htm "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
