"'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''' Sari Berita: Sabtu, 18 September 1999 """"""""""""""""""""""""""""""""""""""" **Presiden yang Minta Dana Dikembalikan **IMF Resmi Menunda Misi ke Indonesia **PM Howard Dikecam Masyarakatnya **Baramuli Dikte DPR, Sempat Dilempar Botol Minuman **Ketua DPP Golkar Ultimatum Habibie **Keterlibatan Baramuli Dalam Kasus BB Cukup Jelas **PAN Menerima Satu Koper Dolar dari BII **Howard Menggertak, TNI Anggap Provokasi ----- Luar Negeri --------- @ P e n j a h a t Perang @ Bank of New York Tempat Cuci Uang ------------------------------------- S E L A M A T M E M B A C A ''''''''''''''''''''''''''''''''''''' Soal Pengembalian Dana Bank Bali Presiden yang Minta Dana Dikembalikan ------------------------------------------------ Jakarta, Kompas Menteri Negara Pendayagunaan BUMN Tanri Abeng dan Gubernur Bank Indonesia Syahril Sabirin pada pertemuan tertutup dengan Panitia Khusus (Pansus) Penyelidikan Kasus Bank Bali (PKBB) mengaku, Presiden BJ Habibie menginstruksikan Gubernur BI mengembalikan semua dana skandal BB. Secara terpisah, usai menghadiri pertemuan tertutup dengan Pansus, Ketua Dewan Pertimbangan Agung (DPA) AA Baramuli, disiram air dan dilempari puntung rokok. Dua anggota Pansus dari F-KP yang juga anggota Komisi VIII DPR, Thomas Suyatno dan Ichsanuddin Noorsy, Jumat (17/9) di Jakarta menuturkan, Tanri dan Syahril mengaku menghadiri pertemuan di kediaman Habibie di Patra Kuningan, Jakarta, pada tanggal 16 Agustus 1999 sore. Pertemuan itu, demikian Thomas dan Noorsy secara terpisah, dihadiri Tanri Abeng, Syahril Sabirin, Menteri Keuangan Bambang Subianto, Mensesneg/Menkeh Muladi, dan seorang lainnya. Selengkapnya: http://kompas.com/kompas-cetak/9909/18/UTAMA/pres01.htm IMF Resmi Menunda Misi ke Indonesia ----------------------------------------------- Washington, Kamis Dana Moneter Internasional (IMF) telah menangguhkan pengiriman misi-misinya ke Indonesia, meskipun masih akan terus memantau keadaan di negara ini. Demikian juru bicara IMF William Murray di Washington, Kamis (16/7) atau Jumat WIB. "Situasi di Indonesia masih dalam penilaian (review). Untuk saat ini, IMF sudah memutuskan untuk tidak mengirim misi apa pun ke Indonesia," ujarnya. Selengkapnya: http://kompas.com/kompas-cetak/9909/18/UTAMA/imf01.htm PM Howard Dikecam Masyarakatnya -------------------------------------------- Canberra - Kebijakan PM Australia John Howard atas Timtim yang tidak lagi memprioritaskan hubungan baik bilateral dengan Indonesia, mendapat kecaman di dalam negeri Australia. ''Hubungan kedua negara yang berjalan baik selama ini terancam mundur satu generasi. Sekarang masyarakat Indonesia dan Australia mulai merasa asing satu sama lain,'' tulis mantan Dubes Australia di Jakarta Richard Woolcott di kolom opini harian The Australian, Jumat (17/9) kemarin. Selengkapnya: http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/1999/9/18/p1.htm Baramuli Dikte DPR, Sempat Dilempar Botol Minuman * Pengawalnya Digebuk Wartawan ------------------------------------------ Jakarta (Bali Post) - Penyelidikan skandal Bank Bali (BB) kembali kusut. Di hadapan Tim Khusus Penyelidikan Skandal BB (Timsus) DPR, Jumat (17/9) kemarin, Ketua DPA AA Baramuli mengaku tidak terlibat dalam kasus yang menghebohkan itu. Ia juga membantah semua materi yang tertuang dalam ''catatan harian'' Rudy Ramli yang disebutnya penderita narkoba. Baramuli malah balik menuding ada konspirasi politik dahsyat di balik pemberitaan skandal BB yang ingin menggulingkan pemerintahan Habibie dan merusak reputasinya. ''Saya baca, bahwa kasus BB sengaja ditiup besar-besar. Seolah-olah ada skenario besar di mana tokoh-tokoh pemerintah sekarang terlibat dalam tuduhan kemungkinan adanya perbuatan pidana di baliknya,'' ujar lelaki kelahiran Pinrang, Sulsel ini seusai konsultasi. Selengkapnya: http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/1999/9/18/n2.htm Ketua DPP Golkar Ultimatum Habibie -------------------------------------------- BANDUNG (Waspada): Ketua DPP Partai Golkar Marzuki Darusman memutuskan akan mengakhiri pencalonan Habibie sebagai presiden dalam Sida ng Umum MPR mendatang, jika dalam sisa waktu sepuluh hari dia tidak mampu menyelesaikan skandal Bank Bali, Timor Timur, dan pengusut an terhadap harta Soeharto. Golkar melihat ketiga hal itu merupakan prasyarat lolosnya Habibie sebagai calon presiden. Selengkapnya: http://www.waspada.com/ Keterlibatan Baramuli Dalam Kasus BB Cukup Jelas ------------------------------------------------------------- JAKARTA (Waspada): Panitia Khusus (Pansus) Penyelidikan Kasus Bank Bali (PKBB) DPR RI mengungkapkan keterlibatan Ketua DPA Achmad Arnold Baramuli dalam skandal Bank Bali cukup jelas. Wakil Ketua Pansus PKBB Erwin Syahril usai pemeriksaan tertutup Pansus terhadap Baramuli di DPR RI Jakarta, Jumat (17/9) mengungkapkan bahwa dalam pemeriksaan tersebut sejumlah anggota Pansus melihat keterlibatan Baramuli dalam skandal Bank Bali cukup jelas. "Teman-teman melihat keterlibatannya cukup 'kereng' (jelas), cukup kelihatan," katanya. Selengkapnya: http://www.waspada.com/ PAN Menerima Satu Koper Dolar dari BII -------------------------------------------------- YOGYAKARTA - Setelah skandal Baligate dan Lippogate, isu money politics yang berkaitan dengan dunia perbankan kembali muncul. Kali ini Partai Amanat Nasional (PAN) dan Bank International Indonesia (BII) yang terkena. Dalam seminar nasional memperingati 44 tahun Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada (FE UGM) di Yogyakarta, kemarin, staf pengajar kampus tersebut, Drs Revrisond Baswir MBA, mengatakan mendapat laporan dari tokoh PAN, BII memberikan sumbangan yang melebihi ketentuan seperti digariskan undang-undang. Menurut UU, sumbangan untuk parpol maksimum Rp 15 juta dari perseorangan dan Rp 150 juta dari sektor korporat. Revrisond yang akrab dipanggil Sony itu menyatakan, berdasarkan pengakuan itu, sumbangan yang diterima PAN dipastikan melanggar peraturan. Selengkapnya: http://suaramerdeka.com/harian/9909/18/nas3.htm Howard Menggertak, TNI Anggap Provokasi ----------------------------------------------------- Canberra, Jawa Pos.- PM Australia John Howard kembali memantik situasi panas. Ketika pasukan Indonesia mulai menarik diri secara damai dari Timtim, Howard malah menantang. Dia mengertak TNI dengan mengatakan, setiap serangan terhadap pasukan multinasional di Timtim pasti akan mendapatkan balasan. Bahkan, serangan itu membuat MNF makin kompak dan menguatkan personelnya. ' 'Mereka (tentara Indonesia) sepatutnya merenungkannya. Bila (serangan) itu harus terjadi, sudah pasti intervensi dan pembalasan yang lebih hebat akan terjadi,'' paparnya dalam wawancara radio. Selengkapnya: http://www.jawapos.com/18sep/de18i1.htm ----- Luar Negeri ----- P e n j a h a t Perang -------------------------- JUDUL berita-berita yang diturunkan media asing baik majalah maupun koran luar negeri mengenai peristiwa di Timor Timur (Timtim) sungguh dahsyat. Majalah Time (20/9) menurunkan judul laporan Island of Death; Majalah The Economist (11-17/9) turun dengan laporan berjudul The Tragedy of East Timor; Majalah Newsweek (20/) memilih judul Terror in the Street; Majalah Asiaweek (17/9) menurunkan laporan bertajuk East Timor's Agony. Tidak ada satu pun media asing yang menurunkan berita bernada menyejukkan. Bahkan pernyataan para pemimpin dunia, misalnya Presiden AS Bill Clinton pun, bernada negatif. Dia secara terang-terangan menuduh TNI ada di balik aksi kekejaman milisi. Selengkapnya: http://kompas.com/kompas-cetak/9909/18/LN/penj24.htm Bank of New York Tempat Cuci Uang --------------------------------------------- Jenewa, Kamis Setelah terbongkarnya praktik pencucian uang (money laundering) Mafia Merah Rusia di Bank of New York (BNY), AS, kalangan para pelaku kriminal global percaya, BNY kini menjadi tempat pencucian uang terbesar di dunia. Diduga jumlah uang yang keluar dari Rusia dan dicuci di BNY lebih dari 15 milyar dollar AS. "Ini kasus terbesar yang pernah ditemukan," kata Sekjen Interpol Inggris Raymond Kendall, Kamis (17/9). "Kami bersama para penyelidik AS ikut terlibat dalam penyelidikan kasus ini," lanjutnya. Menurut dia, rumitnya keadaan di Rusia yang membuat korupsi tingkat tinggi meluas, tak bisa diatasi dengan prosedur biasa. Selengkapnya: http://kompas.com/kompas-cetak/9909/18/LN/bank23.htm "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
