"'''''''''''''''''''''''''''''''''''''' Sari Berita: Senin, 20 September 1999 """""""""""""""""""""""""""""""" @ Dua Juta Pemuda Masjid Siap Terjun ke Timtim @ Lee: Mega Harus Buktikan Mampu Selesaikan Masalah @ Afan Gaffar: Yang Dilakukan AA Baramuli Sangat Konyol @ Xanana Pimpin Pertemuan CNRT Di Darwin @ Australia Duduki Timtim @ Lepas Pasukan, Howard Menangis @ Lebih Besar, Peluang Mega Gagal Jadi Presiden @ Australia Salahkan TNI ''''''''''''''''''''''''''''''''''''' S E L A M A T M E M B A C A ''''''''''''''''''''''''''''''''''''' Dua Juta Pemuda Masjid Siap Terjun ke Timtim --------------------------------------------------------- JAKARTA -- Dua juta pemuda masjid siap diterjunkan ke perbatasan Timor Timur (Timtim) - NTT untuk ikut menjaga kemungkinan munculnya intervensi yang berlebihan terhadap kedaulatan Republik Indonesia oleh pasukan multinasional PBB. Itu ditegaskan Forum Silaturrahmi Remaja Masjid Indonesia (FSRMI). ''Pasukan PBB, terutama Australia, diminta supaya tidak bertindak berlebihan di luar kontrol mekanisme internasional sehingga akan memunculkan rasa kebencian baru bagi bangsa Indonesia, '' tegas Ketua Umum FSRMI Dr HR Zaenal Mahmud, Sabtu (18/9) di Jakarta. Selengkapnya: http://www.republika.co.id/9909/20/24928.htm Lee: Mega Harus Buktikan Mampu Selesaikan Masalah ----------------------------------------------------------------- SINGAPURA - Menteri Senior Singapura Lee Kuan Yew menilai, calon kuat Presiden Indonesia mendatang, Megawati Soekarnoputri, tidak akan memerintah seperti dua pemimpin otoriter sebelumnya jika terpilih. Lee, seperti dikutip koran Sunday Times edisi Minggu kemarin, mengatakan Mega akan menghadapi situasi sangat sulit untuk membuktikan dia pantas duduk di kursi presiden. "Dia juga harus membuktikan dapat mengatasi masalah yang dihadapi bangsa Indonesia. Harus diingat, kekuasaan Presiden RI mendatang sudah jauh berkurang.'' Selenglapnya: http://suaramerdeka.com/harian/9909/20/nas3.htm Afan Gaffar: Yang Dilakukan AA Baramuli Sangat Konyol --------------------------------------------------------------------- JAKARTA - Keterlibatan Ketua DPA AA Baramuli dalam skandal Bank Bali, ujar pengamat politik Dr Afan Gaffar, sewajarnya bila berbuntut pengunduran diri. Tetapi, jangan sekali-kali dia melihat hal itu sebagai konspirasi politik. Betapapun sebagai seorang tokoh, Baramuli seharusnya menyadari akibat dari setiap perbuatannya. Apa yang dia lakukan jelas-jelas melanggar hukum. Kalau kemudian dipolitisasi, itu sangat wajar. Afan mengemukakan hal itu kepada Suara Merdeka ketika dihubungi kemarin. Dia mengomentari pernyataan Baramuli, yang menyebut skandal Bank Bali merupakan konspirasi politik untuk menyerang pejabat-pejabat pemerintahan. Selengkapnya: http://suaramerdeka.com/harian/9909/20/nas5.htm Xanana Pimpin Pertemuan CNRT Di Darwin --------------------------------------------------- LISABON (Waspada): Dewan Perlawanan Rakyat Timor Timur (CNRT) menjadwalkan pertemuan koordinasi internasional pertama di Darwin, Australia, dipimpin Xanana Gusmao selaku presidennya. Xanana dijadwalkan meninggalkan Jakarta pada Minggu (19/9) pagi atas jaminan Kedutaan Inggeris di Jakarta, yang selama ini memberikan perlindungan diplomatik, kata sumber di Lisabon, Minggu (19/9) pagi WIB. Sejak mendapatkan amnesti dari Presiden RI pada 7 September 1999, Xanana meminta perlindungan di Kedubes Inggeris. Selengkapnya: http://www.waspada.com/ Australia Duduki Timtim ----------------------------- DILI (Waspada): Pasukan tempur multinasional PBB pertama segera menduduki Timor Timur hari ini. Kira-kira 2.500 tentara akan berada di darat sebelum senja, demikian menurut Mayjen Kiki Syahnakri, komandan darurat militer Timtim, Minggu (19/9). Pasukan itu yang mendarat dengan pesawat angkut segera diikuti dengan 10 helikopter dan satu kapal perang yang mengangkut pasok logistik dan kendaraan tempur ke Dili, ibukota Timtim, yang porak-poranda. Beberapa pesawat menurut rencana akan tiba pada pkl. 06:30 pagi [05:30 WIB], katanya. Enam pesawat akan melakukan 37 kali penerbangan selama hari itu untuk menyelesaikan transfer pasukan tersebut sebelum tengah hari. Selengkapnya: http://www.waspada.com/ Lepas Pasukan, Howard Menangis Cemas Tentara Australia Mati di Timtim ------------------------------------------------ Darwin, Jawa Pos.- Mengharukan atau menggelikan? Bila beberapa hari terakhir selalu berkoar, kemarin tiba saatnya PM Australia John Howard menangis. Saat melepas tim pelopor (advance team) pimpinan Komandan Pasukan Internasional untuk Timtim (Interfet) Mayjen Peter Cosgrove bertolak ke Dili, sambil menangis Howard minta rakyat ikhlas berkorban. Mengapa? Penguasa Australia yang sedang bersitegang dengan pemerintah Indonesia ini yakin bisa saja personel Australia maupun negara kontributor lain menjadi korban dalam misinya ke bumi Loro Sae ini. Di pangkalan militer Townsville, Negara Bagian Queensland ini, untuk kali pertama Howard menuturkan bahwa pendaratan pasukan akan dimulai Senin ini. Selengkapnya: http://www.jawapos.com/20sep/de20i1.htm Daniel Sparringa: Lebih Besar, Peluang Mega Gagal Jadi Presiden --------------------------------------------------------- Denpasar (Bali Post) - Jika Aberson M. Sihaloho menilai besarnya peluang Megawati menjadi presiden berdasarkan perolehan suara PDI Perjuangan dalam pemilu, pengamat politik Dr. Daniel Sparringa malah berpendapat beda. Ia malah mengingatkan massa PDI Perjuangan agar tidak terkejut kalau peluang Megawati untuk gagal menjadi presiden justru lebih besar ketimbang keberhasilannya. ''Ini tentu kabar buruk bagi simpatisan PDI Perjuangan,'' kata dosen pascasarjana Universitas Airlangga, Sabtu (18/9), di Hotel Patra Jasa, Tuban. Daniel hadir membawa makalah berjudul ''Demokrasi sebagai Sebuah Wacana Pendidikan Politik'' dalam seminar nasional bertajuk ''Prospek Pemberdayaan Kedaulatan Rakyat pada era Reformasi''. Selengkapnya: http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/1999/9/20/p3.htm Australia Salahkan TNI ----------------------------- Canberra - Australia tidak henti-hentinya mengecam Indonesia dalam kaitan Timor Timur. Setelah menghentikan sepihak kerja sama militer, kini Australia mengecam TNI yang dinilai tidak becus menangani kerusuhan di Timtim. Menlu Australia Alexander Downer Minggu (19/9) kemarin mengatakan, memburuknya hubungan RI-Australia berawal dari sikap pemerintah RI dan TNI yang tidak berbuat apa-apa melihat kerusuhan dan kekerasan di Timtim. Ia menuduh pihak militer Indonesia tidak berupaya menghentikan kekerasan di Timtim. Bahkan, sebagian dari mereka terlibat dengan aksi (milisi). ''Sekarang Indonesia malah keberatan dengan tindakan Australia,'' katanya. Selengkapnya: http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/1999/9/20/p1.htm "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
