SITUASI AMBON, SENIN 20 SEPTEMBER 1999 -------------------------------------------------------------- Situasi kota Ambon hari ini, Senin 20 September 1999 kembali memanas. Sekitar jam 05.00 WIT pagi, mulai terdengar bunyi ledakan puluhan bom yang cukup dahsyat dan berbagai senjata rakitan, di Ahuru dan sekitarnya. Tim Investigasi kami melaporkan dari lapangan bahwa hingga jam 14.00 WIT, telah terjadi pertikaian antara warga Muslim dan Kristen yang mengakibatkan puluhan korban (meninggal dan luka-luka) serta puluhan rumah dibakar masa. Sebab-sebab terjadinya pertikaian dan akibatnya masih dalam proses investigasi. Namun dari beberapa rumah sakit di kota Ambon telah diperoleh data korban antara lain : 1. ABRAHAM LESBASA, tembakan pada bagian leher, korban meninggal di RSU Ambon. 2. SEMMY SOPACUA, meninggal di RSU. 3. TONNY DAVID, luka tembakan pada paha kiri. 4. DONNY LATUIHAMALLO,luka tembakan pada perut kanan. 5. MAX PATTIRADJAWANE, luka tembakan pada paha kanan. 6. ROBERTH LEWIER, luka tembakan pada pergelangan tangan kanan. 7. STEVY NENDISA, luka tembakan pada paha kiri. 8. JUSUF LEATEMIA, luka tembakan pada kaki kanan. 9. DANIEL LEONORA, luka tembakan pada telapak kaki kanan. 10.ROBBY AMANUPUNYO, luka tembakan atau lecet pada tangan kiri dan lutut. 11.JEMMY SOPACUA, luka tembakan pada tangan kiri. 12.DANNY SALAWANE, luka akibat pecahan bon 13.AGUS WARUBUN, luka akibat pecahan bom 14.ARENS LATUMETEN, luka akibat pecahan bom 15.STEVEN NURHA, luka akibat pecahan bom 16.RUDOLF REFI 17.BUTJE WEREMAY 18.AMOS AMAWALU 19.JUSUF W 20.HENDRY PATTY, juga terluka namun belum diketahui sebab-sebab para korban terluka. Selain itu seorang wartawan yang teridentifikasi bernama WELLEM MAKATITA dan seorang warga masyarakat lainnya yaitu ARNOLD PARIAMA juga mengalami luka-luka, karena mobil yang ditumpanginya untuk mengantar korban ke RSU, terbalik di depan SMP Negeri I Karang Panjang. Sementara itu pada jam 09.00 WIT masyarakat Desa Rumahtiga kembali tegang, karena kurang lebih 4 (empat) buah speed boat dari arah Poka sempat menurunkan masa Muslim di pantai Rumahtiga, yang kemudian terkosentrasi pada kompleks mesjid Ataqwa Rumahtiga. Masyarakat sempat protes ke aparat keamanan, karena tindakan tersebut dilakukan di depan aparat keamanan DEN ZIPUR 5 tanpa ada tindakan pencegahan apa-apa. Kesatuan tentara tersebut selama ini dinilai sangat berpihak kepada golongan tertentu dalam penanganan kerusuhan Ambon. Sumber: YAYASAN SALA WAKU MALUKU "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
