"''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''
Sari Berita: Kamis, 23 September 1999
"""""""""""""""""""""""""""""""""""""""
@ DPR Tetap Nekat Sahkan RUU PKB
@ Anggota Timsus BB Ancam Mundur
@ PM Howard Pahami Pernyataan Habibie
@ Pejabat yang Terlibat BB Diusulkan Dipecat
@ 5 Menteri Diizinkan Mundur
@ Tommy Soeharto Godfather Kasus Goro
@ Hubert Neiss Soal Skandal Bank Bali
Habibie Belum Penuhi Janjinya
@ Pengungsi Timtim Ditransmigrasikan
------ Luar Negeri --------------------
** Howard: Kami Orang Eropa!
** Milosevic "Digempur" Demo Lagi
------------------------------------------
S E L A M A T M E M B A C A
''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''
DPR Tetap Nekat Sahkan RUU PKB
------------------------------------------
Jakarta, Jawa Pos.-
Gelombang protes keras mahasiswa dan masyarakat yang meminta pembatalan RUU
Penanggulangan Keadaan Bahaya (PKB) benar-benar tak digubris DPR. Bahkan,
lembaga wakil rakyat itu nekat akan mengesahkan RUU tersebut bersama
pemerintah dalam rapat paripurna hari ini.
Beberapa anggota Komisi I DPR RI yang dimintai komentar Jawa Pos kemarin
mengatakan, keputusan untuk mengesahkan RUU itu sudah tidak bisa ditunda
lagi. ''Fraksi-fraksi sudah setuju dan tinggal melanjutkan ke sidang IV
untuk disahkan menjadi UU,'' ujar anggota Komisi I dari FPP Ghozali Abas.
Selengkapnya: http://www.jawapos.co.id/23sep/de23i9.htm
Anggota Timsus BB Ancam Mundur
* Baramuli Direkomendasi Dipecat
-----------------------------------------
Jakarta (Bali Post) -
Sedikitnya empat anggota Tim Khusus (Timsus) Penyelidikan Skandal Bank Bali
(BB) di DPR mengancam mundur dari keanggotaannya bila rekomendasi hasil
akhir kerja Timsus yang akan disampaikan kepada pemerintah, bobotnya lebih
rendah ketimbang rekomendasi yang pernah dikeluarkan Komisi VIII.
Anggota Timsus dari F-KP Ichsanuddin Noorsy mengatakan kepada pers di DPR
Rabu (22/9) kemarin.
Selengkapnya: http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/1999/9/23/n3.htm
PM Howard Pahami Pernyataan Habibie
-----------------------------------------------
Canberra -
Pemerintah Australia memahami pernyataan Presiden RI BJ Habibie yang
menilai reaksi negara kanguru berlebihan mengenai masalah Timtim, sehingga
menimbulkan reaksi cukup keras di kalangan masyarakat Indonesia.
''Australia yakin hubungan kedua negara yang kini merosot suatu ketika
dapat dibangun kembali,'' kata Howard sebagaimana dikutip Dubes RI untuk
Australia Wiryono Sastrohandoyo di Canberra, Rabu (22/9) kemarin, usai
keduanya bertemu.
Selengkapnya: http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/1999/9/23/n9.htm
Pejabat yang Terlibat BB Diusulkan Dipecat
-----------------------------------------------------
JAKARTA - Rapat Pansus Penyelidikan Kasus Bank Bali DPR merekomendasikan
kepada Presiden untuk menonaktifkan sejumlah pejabat tinggi. Selain itu
rekomendasi juga akan diberikan kepada kepolisian untuk ditindaklanjuti
pengusutan secara tuntas.
Ketua Pansus Lily Asjudiredja menyatakan rekomendasi itu akan diumumkan
secara luas pada rapat paripurna DPR Jumat besok. Saat didesak siapa saja
pejabat yang diusulkan diberhentikan, Lily menolak memberikan keterangan.
Menurut dia jumlah pejabat yang direkomendasikan lebih dari sebelas orang.
Nama-nama mereka tidak jauh dari yang diundang Pansus beberapa waktu lalu.
Selengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/9909/23/nas4.htm
5 Menteri Diizinkan Mundur
----------------------------------
JAKARTA - Presiden BJ Habibie kemarin mengabulkan permintaan lima
menterinya untuk mundur dari kabinet, jika mereka benar-benar dicalonkan
sebagai anggota MPR Utusan Daerah. Keluarnya izin tersebut diungkapkan
Mensesneg/Menkeh Muladi sebelum Sidang Kabinet Bidang Ekuin di Bina Graha,
kemarin.
Lima menteri yang mengajukan permohonan izin secara resmi untuk mundur
adalah Menko Ekuin Ginanjar Kartasasmita, Menparsenibud Marzuki Usman,
Menaker Fahmi Idris, Menpera Theo L Sambuaga, dan Menpora Agung Laksono.
Satu lagi yang dikabarkan juga akan mengajukan permohonan serupa adalah
Menpen Muhammad Yunus.
Selengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/9909/23/nas9.htm
Jaksa: Tommy Soeharto Godfather Kasus Goro
--------------------------------------------------------
JAKARTA -- Jaksa penuntut umum Fachmi SH menilai terdakwa Hutomo Mandala
Putra alias Tommy Soeharto merupakan Godfather dalam kasus ruilslag (tukar
guling) tanah gudang Bulog ke PT Goro Batara Sakti yang merugikan negara Rp
95,4 miliar. ''Ini karena terdakwalah yang mengawali, menentukan, dan
menggerakkan Kabulog untuk melaksanakan ruilslag tersebut,'' kata Fachmi.
Selengkapnya: http://www.republika.co.id/9909/23/25156.htm
Hubert Neiss Soal Skandal Bank Bali
Habibie Belum Penuhi Janjinya
Jakarta, Kompas
Presiden BJ Habibie telah berjanji pada Dana Moneter Internasional (IMF)
untuk menuntaskan skandal Bank Bali (BB) pertengahan bulan Agustus lalu.
Janji tersebut disampaikan langsung per telepon kepada Deputi Direktur
Pelaksana IMF, Stanley Fischer. Namun sampai sekarang, baru sebagian kecil
dari janjinya itu yang dipenuhi, sementara janjinya yang lain belum.
Demikian Direktur IMF urusan Asia Pasifik, Hubert Neiss, kepada Majalah Far
Eastern Economic Review, lewat wawancara dari Hongkong, Selasa (21/9).
Selengkapnya: http://kompas.com/kompas-cetak/9909/23/UTAMA/habi01.htm
Pengungsi Timtim Ditransmigrasikan
-------------------------------------------
Jakarta, Kompas
Jika bersedia, pengungsi Timor Timur (Timtim) akan ditempatkan di unit-unit
pemukiman transmigrasi di Indonesia. Namun, keinginan untuk bertransmigrasi
itu harus datang dari pengungsi bersangkutan.
Hal itu dikemukakan Presiden BJ Habibie seusai membuka Rapat Evaluasi
Penyelenggaraan Transmigrasi selama Kabinet Reformasi di Bina Graha,
Jakarta, Rabu (20/9), kepada Antonio da Silva - salah seorang pengungsi
yang hadir dalam acara itu.
Selengkapnya: http://kompas.com/kompas-cetak/9909/23/UTAMA/peng11.htm
------ Luar Negeri -----------
Howard: Kami Orang Eropa!
----------------------------------
Sydney, Rabu
Momentum Timor Timur (Timtim) dimanfaatkan Australia sebagai awal langkah
untuk mengukuhkan diri dalam sebuah peran baru: sebagai "wakil" Amerika
Serikat dalam "menjaga perdamaian" Asia. Selain itu, momentum tersebut juga
digunakan untuk menegaskan bahwa bangsa Australia adalah orang Eropa yang
berbeda dengan bangsa Asia. Hal itu dinyatakan oleh Perdana Menteri
Australia John Howard dalam wawancara yang dirilis di Bulletin Magazine,
Rabu (22/9). "Kami sudah menunjukkan rasa tanggung jawab kami untuk memikul
beban yang memang harus kita tanggung," kata Howard.
Selengkapnya: http://kompas.com/kompas-cetak/9909/23/LN/howa20.htm
Kamis, 23 September 1999
Milosevic "Digempur" Demo Lagi
---------------------------------------
Beograd, Rabu
Gelombang unjuk rasa putaran kedua di Yugoslavia, sejak Selasa (21/9)
malam, mulai lagi menggempur Presiden Slobodan Milosevic. Sekitar 20.000
demonstran di Beograd, dan puluhan ribu lainnya di tiga kota besar, turun
ke jalan menuntut Milosevic mundur. Demo kali ini diwarnai pertengkaran di
antara kelompok oposisi.
Beberapa pengunjuk rasa memakai topeng besar berwajah Milosevic. "Ini
adalah putaran terakhir menentang penjahat terbesar di negeri ini. Kita
harus menang!" teriak Zoran Zivkovic, salah seorang tokoh oposisi terbesar
yang mengendalikan kota industri Nis.
Selengkapnya: http://kompas.com/kompas-cetak/9909/23/LN/milo19.htm
"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l