"''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''
Sari Berita: Jumat, 24 September 1999
"""""""""""""""""""""""""""""""""""""""
** 5 Mahasiswa Tewas Diterjang Peluru
** Presiden Seharusnya Tangguhkan RUU PKB
** SU-MPR 1999 Telan Biaya Rp 50 Miliar
** Yakin Bakal Dukung Megawati di SU MPR
** TNI ''Duel'' dengan Interfet di Timtim
** Baramuli Dinyatakan Terlibat
** Cosgrove Diancam Mosi Tak Percaya
** PPI Deadline Interfet Tiga Hari

--------- Luar Negeri --------------
@ Pesawat Rusia Gempur Chechnya
@ Australia Kekurangan Pasukan

S E L A M A T   M E M B A C A

5 Mahasiswa Tewas Diterjang Peluru
Unjuk Rasa Menentang RUU PKB
----------------------------------------
JAKARTA-Demo anti-RUU Penanggulangan Keadaan Bahaya (PKB), kemarin,
mencapai puncak bersamaan dengan pengesahan RUU tersebut oleh DPR RI. Demo
pecah di berbagai kota besar secara serentak, seperti di Semarang, Sala,
Surabaya, dan Jakarta. Di Ibu Kota menurut sumber aksi tersebut membawa
korban jiwa, yakni lima pendemo tewas tertembak ketika ribuan mahasiswa
terlibat bentrok dengan aparat keamanan. Suara tembakan berbaur dengan
jeritan kesakitan, disusul dengan robohnya sejumlah pengunjuk rasa yang
sebagian besar mahasiswa.
Selengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/9909/24/nas1.htm

Presiden Seharusnya Tangguhkan RUU PKB
----------------------------------------------------
Jakarta, Kompas
Presiden BJ Habibie seharusnya berani menangguhkan pemberlakuan Rancangan
Undang-Undang (RUU) Penanggulangan Keadaan Bahaya (PKB) yang telah
disetujui DPR dengan tidak mengundangkan RUU tersebut sekarang ini.
Meskipun diragukan Habibie mau mengambil langkah itu, reaksi keras
masyarakat yang menolak RUU PKB bisa dijadikan alasan oleh Habibie untuk
tidak mengundangkan RUU PKB pada saat ini. Sementara sikap ngotot DPR untuk
mensahkan RUU mengindikasikan ada diskoneksi antara anggota DPR dengan
masyarakat yang memilihnya.
Selengkapnya: http://kompas.com/kompas-cetak/9909/24/UTAMA/pres01.htm

SU-MPR 1999 Telan Biaya Rp 50 Miliar
-----------------------------------------------
JAKARTA-- Hawa sidang umum MPR mulai terasa di Jakarta. Selain oleh Setjen
MPR, persiapan SU MPR juga mulai dilakukan oleh panitia yang saat ini masih
di bawah kordinasi KPU (Komisi Pemilihan Umum).
Menurut Humas KPU, Djohermansyah Djohan anggaran yang diperlukan untuk
menggelar SU MPR tahap I sebesar Rp 6,2 miliar, sedangkan secara
keseluruhannya menurut Sekjen MPR RI Afif Ma'roef bakal menelan
Rp49.269.125.100.
Selengkapnya: http://www.republika.co.id/9909/24/25222.htm

Yakin Bakal Dukung Megawati di SU MPR
--------------------------------------------------
BANDUNG -- Setelah gigih melancarkan penolakan, PDI Perjuangan (PDI-P)
akhirnya meloloskan calon Partai Golkar Ginanjar Kartasasmita melenggang ke
Senayan sebagai anggota MPR Utusan Daerah Jawa Barat. Pertimbangannya,
menurut salah seorang anggota Fraksi PDI-P DPRD I Jawa Barat, keyakinan
bahwa Ginanjar sebagai seorang nasionalis akan mendukung calon presiden
PDI-P Megawati Soekarnoputri di Sidang Umum MPR.
Selengkapnya: http://www.republika.co.id/9909/24/25247.htm

TNI ''Duel'' dengan Interfet di Timtim
------------------------------------------------
Jakarta (Bali Post) -
Ketegangan di Timtim kini makin menjadi-jadi. Setelah Interfet menganiaya
sejumlah warga yang disinyalir sebagai milisi pro-integrasi, kini pasukan
PBB malah baku tembak dengan TNI.
Panglima Darurat Militer Mayjen Kiki Syahnakri di Dili mengatakan,
kesalahpahaman antara satuan Interfet dan TNI di Dili itu berhasil
diselesaikan kedua pimpinan pasukan militer. Namun, ia membantah
pemberitaan media asing yang menyebutkan satuan Interfet menembaki anggota
TNI, begitu sebaliknya.
Selengkapnya: http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/1999/9/24/p4.htm

Baramuli Dinyatakan Terlibat
-----------------------------------
JAKARTA - Tokoh kontroversial yang juga Ketua DPA, Dr AA Baramuli, akhirnya
resmi dinyatakan terlibat skandal Bank Bali oleh DPR melalui Pansus
Penyelidikan Kasus Bank Bali (PKBB).
Sedangkan Meneg Pendayagunaan BUMN Tanri Abeng kemungkinan besar selamat.
Di Pansus sendiri masih terjadi perdebatan soal pejabat yang akan
dinyatakan terlibat dalam skandal itu.
Selengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/9909/24/nas4.htm

Cosgrove Diancam Mosi Tak Percaya
Thailand Menyebutnya Brutal dan Picu Kekerasan
------------------------------------------------------------
Bangkok, Jawa Pos.-
Meski memegang posisi wakil komandan pasukan internasional di Timtim
(Interfet), sejauh ini Thailand mengaku tidak puas terhadap kepemimpinan
Australia di Interfet. Karena itu, hari ini, Wakil Komandan Interfet Mayjen
Songkitti Chakkrabhat bakal menemui Panglima TNI Jenderal Wiranto dan
petinggi lain militer Indonesia di Jakarta.
Menurut sumber-sumber militer Thailand, Negeri Gajah Putih itu mengaku
sangat prihatin atas pendekatan agresif yang ditempuh Australia serta
Interfet pimpinan Mayjen Peter Cosgrove, yang juga asal Australia. Tujuan
pertemuan itu tidak lain untuk meredakan situasi di Timtim akibat kebijakan
Cosgrove yang sudah kelewatan.
Selengkapnya: http://www.jawapos.co.id/24sep/de24i1.htm

PPI Deadline Interfet Tiga Hari
Minggu, Semua Pasukan TNI Ditarik
-------------------------------------------
Atambua, Jawa Pos.-
Langkah agresif Pasukan Internasional untuk Timor Timur (Interfet) pimpinan
Australia di Timtim ternyata membuat geram kelompok Perjuangan Pro
Integrasi (PPI). Kini pemimpin PPI men-deadline Interfet untuk segera
melepaskan anggota PPI yang ditahan mereka sejak Senin lalu. Dijelaskan,
ada 8 anggotanya yang ditangkap pasukan Interfet Senin lalu. Penangkapan
itu terjadi di Pelabuhan Dili. Hingga kini, nasib 2 orang di antara 8 yang
ditangkap itu belum diketahui. Yang terang, setelah ditangkap, keduanya
disiksa pasukan Interfet.
Selengkapnya: http://www.jawapos.co.id/24sep/de24i2.htm

--------- Luar Negeri --------------
Pesawat Rusia Gempur Chechnya
---------------------------------------
Grozny, Kamis
Selagi persoalan di dalam negeri makin rumit dan perang di Dagestan belum
usai, Rusia sudah membuka front baru. Hari Kamis (23/9), pesawat-pesawat
tempur Rusia menggempur sebuah bandar udara dekat Grozny, Chechnya.
Sebelumnya, Rusia menuding pemimpin Chechnya ada di belakang rangkaian
peledakan bom di Rusia belakangan ini.Dalam sehari, Rusia melancarkan dua
kali serangan udara. Serangan udara pertama, menurut para saksi mata,
dilakukan oleh sejumlah pesawat tempur. "Mereka membom bandara, merusakkan
sebuah pesawat. Seorang teknisi yang berkebangsaan Armenia tewas dalam
serangan itu," kata Wakil Kepala Bandara Mansur, Rukman Zakayev, pada
Reuters. Selengkapnya: http://kompas.com/kompas-cetak/9909/24/LN/pesa23.htm

Australia Kekurangan Pasukan
------------------------------------
Sydney, Kamis
Surat kabar-surat kabar Australia hari Kamis (23/9) memberitakan tentang
rencana Pemerintah Australia untuk memperkuat pasukannya di Timor Timur
(Timtim) dengan ratusan pasukan cadangan dan rekruitmen baru. Hal itu
dilakukan sebagai bagian dari strategi yang menegaskan tekad PM John Howard
untuk menjadi "wakil" AS dalam penjagaan perdamaian di Asia.
Harian The Australian memberitakan, kebutuhan untuk memperkuat tentara
dengan pasukan cadangan, pensiunan tentara dan rekruitmen baru itu
merupakan pengakuan bahwa Australia tidak cukup banyak untuk menyediakan
4.500 serdadu di lapangan untuk waktu panjang.
Selengkapnya: http://kompas.com/kompas-cetak/9909/24/LN/aust24.htm

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke