"''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''
Sari Berita: Sabtu, 25 September 1999
"""""""""""""""""""""""""""""""""""""""
@ Akhirnya, Pemerintah Tunda RUU PKB
@ "Jika Terlibat Saya Tindak" (Habibie)
@ Tetap Merasa Tidak Bersalah (Baramuli)
@ Rudy Ramli Merasa Dimanfaatkan PDI-P
@ Geledah Rumah, Bawa Artileri Berat
@ Gus Dur Ancam Ambil Alih Negara

---------- Luar Negeri ----------------
** Chechnya: Rusia Harus Dilawan
** Anak-anak Muda "Pemuja Setan"
'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''
  S E L A M A T   M E M B A C A

Akhirnya, Pemerintah Tunda RUU PKB
---------------------------------------------
Jakarta, Kompas
Setelah didahului demonstrasi besar-besaran dan bentrokan berdarah antara
aparat keamanan dengan mahasiswa dan warga masyarakat secara maraton dua
hari, Kamis dan Jumat (24/9), akhirnya pemerintah menunda pensahan
Rancangan Undang-Undang Penanggulangan Keadaan Bahaya (PKB). Kepala Pusat
Penerangan Hankam/TNI Mayjen Sudrajat, Jumat malam, menyatakan, pemerintah
memutuskan menunda pengesahan RUU PKB. Penangguhan itu ditempuh pemerintah
setelah Menteri Pertahanan dan Keamanan/Panglima TNI Jenderal Wiranto
berkonsultasi dengan Presiden BJ Habibie karena melihat dengan cermat
perkembangan yang terjadi di tengah masyarakat.
Selengkapnya: http://kompas.com/kompas-cetak/9909/25/UTAMA/akhi01.htm

"Jika Terlibat Saya Tindak"
 ----------------------------------
JAKARTA - Beberapa jam setelah DPR menyebut tujuh pejabat yang diduga
terlibat dalam skandal Bank Bali, Presiden BJ Habibie menegaskan, agar
persoalan itu diproses sesuai hukum yang berlaku. Apabila dalam penyidikan
terbukti secara hukum ada pejabat negara yang terlibat, ia berjanji
mengambil tindakan sesuai dengan kewenangan yang dimilikinya.
Dalam sambutannya pada silaturahmi Presiden dan DPR dalam acara santap
siang di halaman tengah Istana Merdeka kemarin, Habibie menyatakan
berterima kasih atas rekomendasi yang disampaikan Pansus DPR.
Selengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/9909/25/nas4.htm

Tetap Merasa Tidak Bersalah
 -----------------------------------
JAKARTA - Apa komentar AA Baramuli terhadap rekomendasi Pansus DPR yang di
antaranya mendesak agar dirinya dipecat?
Dengan sikap penuh percaya diri dan merasa tidak bersalah, Ketua Dewan
Pertimbangan Agung (DPA) itu menganggap rekomendasi DPR untuk memecat
dirinya berkaitan dengan dugaan kasus Bank Bali tidak relevan.
Bagi Baramuli, apa yang dilakukannya selama ini tidak melampaui batas dan
kewenangannya sebagai Ketua DPA, termasuk mengusulkan kepada Presiden
Habibie untuk mengganti Ketua BPPN Glenn Yusuf.
Pejabat yang sangat dekat dengan Presiden BJ Habibie itu juga menyatakan,
ia akan mundur sebagai Ketua DPA jika sudah ada keputusan dari DPRD Tingkat
I Sulawesi Selatan untuk menjadikannya anggota MPR Utusan Daerah.
Selengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/9909/25/nas10.htm

Rudy Ramli Merasa Dimanfaatkan PDI-P
------------------------------------------------
JAKARTA -- Hasil penyelidikan Pansus Penyelidikan Kasus Bank Bali yang
diumumkan kemarin dalam rapat paripurna DPR RI mengungkapkan bahwa Rudy
Ramli merasa dimanfaatkan oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan
(PDI-P). Pernyataan itu merupakan substansi penting dalam rekaman
pengakuan, pernyataan, dan kalrifikasi Rudy Ramli yang tidak dimasukkan
dalam kesimpulan pokok hasil penyelidikan.
Selengkapnya: http://www.republika.co.id/9909/25/25306.htm

Geledah Rumah, Bawa Artileri Berat
-------------------------------------------
Dili, Jawa Pos.-
Pasukan Internasional untuk Timtim (Interfet) kembali menunjukkan
kepongahannya. Kemarin hingga tadi malam, mereka melakukan show of force
(unjuk kekuatan) lewat blokade sampai setengah kilometer persegi menuju
jalanan keluar dari kota Dili dengan artileri tempur.
Bahkan, sekitar 1.500 serdadu Australia juga menggeledah rumah demi rumah
yang ada di sekitar jalan-jalan protokol di Dili. Sementara itu, heli-heli
tempur Blackhawk mereka meraung-raung di langit Dili yang masih penuh
dengan asap hitam dari bangunan yang terbakar.
Selengkapnya: http://www.jawapos.co.id/25sep/ut25s3.htm

Gus Dur Ancam Ambil Alih Negara
* Tinggal Ngomong dengan Megawati
---------------------------------------------
Jakarta (Bali Post) -
Ini peringatan dari Ketua Umum PBNU KH Abdurrahman Wahid terhadap para
pemimpin negeri ini. Tokoh yang sering dipanggil Gus Dur ini mengatakan,
kalau para pemimpin tidak mau bertanggung jawab terhadap keadaan rakyat, NU
bisa mengambil alih kekuasaan.
''Terus terang saya lihat nada-nadanya tidak enak, angin politiknya tidak
enak. Kalau memang terpaksa apa boleh buat, NU akan ambil alih pengelolaan
negara,'' kata Gus Dur saat memberikan sambutan pada pembukaan Musyawarah
Wilayah NU DKI Jakarta, Jumat (24/9) kemarin.
Selengkapnya: http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/1999/9/25/p1.htm

---------- Luar Negeri ------------
Chechnya: Rusia Harus Dilawan

Grozny, Jumat
Angkatan Bersenjata Chechnya akan membalas serangan udara Rusia jika negeri
beruang merah itu masih melanjutkan gempurannya. Kemarin, empat pesawat
tempur SU-25 milik Rusia membombardir kota industri di pinggiran selatan
Grozny, ibu kota Chechnya, serta bekas pangkalan militer Khamkala yang kini
menjadi markas polisi."Negara kini telah menyiapkan rencana pertahanan bila
Rusia masih terus menyerang. Presiden Chechnya Aslan Maskhadov
memerintahkan para petinggi militer menghadapi kemungkinan invasi pasukan
Rusia. Unit-unit militer Chechnya sekarang tinggal menunggu perintah,"
tandas juru bicara presiden, Said Selim Abdulmuslimov, Jumat (24/9).
Selengkapnya: http://kompas.com/kompas-cetak/9909/25/LN/cheh23.htm

Anak-anak Muda "Pemuja Setan"
---------------------------------------
Ankara, Jumat
Telinga beranting. Rambut gondrong atau kepala dicukur plontos. "Jenggot
kambing" menggantung di dagu. Tato menghiasi bagian tubuh. Mengenakan
t-shirt hitam, terutama bergambar lambang kelompok musik heavy metal.
Itulah tanda-tanda fisik kelompok anak-anak muda yang disebut sebagai
"pemuja setan". Mereka ini melakukan pembunuhan ritual mengerikan dan
mengguncang masyarakat Turki. Dan akhirnya, polisi menangkap ratusan anak
muda. Akan tetapi, media setempat hari Jumat (24/9) menilai tindakan polisi
berlebihan.
Selengkapnya: http://kompas.com/kompas-cetak/9909/25/LN/anak24.htm

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke