**********************
Info terbaru dari Ambon
**********************
Eskol Netter yang terkasih,

Berikut Redaksi terima informasi dari Yayasan Sala Waku Maluku mengenai
situasi di Ambon terkini. Harap rekan-rekan tetap berdoa untuk pemulihan di
Ambon.

Salam dan doa,
Redaksi Eskol-Net
================

SITUASI TERAKHIR KOTA AMBON

Setelah terjadi kerusuhan di Ahuru beberapa waktu lalu, kembali terjadi
kerusuhan  di lokasi tersebut.

Menurut saksi mata, pada hari selasa, 5 Oktober 1999 kira-kira jam 10.00
WIT massa Muslim yang terkonsentrasi di Mesjid (arah Gunung Ahuru) mulai
mengadakan aksi penyerangan ke arah Gedung Gereja Petra. Aparat Keamanan
yang teridentifikasi berasal dari kesatuan ZIKON 11 Siliwangi yang berada
di lokasi kejadian terlihat cukup persuasif dalam menangani arus massa yang
mencoba menyerang pemukiman Kristen. Situasi dapat dikendalikan oleh aparat
keamanan, walaupun ada kebakaran-kebakaran kecil di lokasi tersebut pada
jam 10.30 WIT.

Kebakaran  kecil-kecil yang terjadi antara pukul 10.30 s/d 12.00 WIT telah
memancing emosi dari kedua belah pihak. Saksi mata mengatakan bahwa
kira-kira jam 12.00 WIT massa Muslim terlihat kembali melakukan aksi
penyerangan ke arah pemukiman warga Kristen. Aksi pembakaran dilakukan oleh
massa Muslim pada lokasi rumah-rumah warga yang sudah direhabilitasi oleh
Pemerintah Daerah Tingkat I, sedangkan aparat keamanan terlihat tidak
mengambil tindakan  apapun terhadap para perusuh. Bunyi letusan senjata api
otomatis, senjata api rakitan, bom rakitan terdengar di mana-mana.

Kira-kira jam 14.00 WIT  sewaktu terjadinya pembakaran yang dilakukan oleh
massa Muslim, tiba-tiba  terdengar letusan senjata otomatis ke arah massa
Kristen yang sedang bertahan  di sekitar lokasi gedung Gereja Petra. Akibat
penembakan tersebut korban berjatuhan di pihak warga Kristen, di antaranya
wanita. Massa Muslim terus bergerak membakar lokasi pemukiman warga
Kristen.

Kira-kira jam 17.00 WIT massa Muslim terus bergerak dan membakar lokasi
tersebut, tiba-tiba datang sekitar 1 (satu) Peleton Pasukan dari Batalyon
Infantri 733 BS. Walaupun aparat keamanan semakin bertambah untuk
menenangkan massa, tetapi aksi pembakaran masih tetap dilakukan oleh massa
Muslim dan korban semakin berjatuhan.

Menurut saksi mata sanpai dengan 18.00 WIT, korban kembali bertambah  3
(tiga) orang dan terus dievakuasi ke RSU Ambon.

Berdasarkan hasil pengamatan Tim Invenstigasi Sala Waku di lapangan, korban
meninggal dunia atas nama JANSEN RUMABATU (19), luka tembak pada dada.

Korban luka-luka, atas nama:
JOPYNALIS RELEBAIN (39), tembakan petugas.
EZAU RELEBULAN (19), tembakan petugas.
JEFRY SALAMENA (20), tembakan petugas.
Nn. ATI SARUPY (19), Luka tembak pada tulang belakang.
ANDRE MANAKOTA (17), Luka tembak pada pinggang.
AMPY NAKALY (tembakan petugas).
M. RAHAYAAN (27), tembakan petugas di bagian dahi.
J.RERUMBAY, Luka parah.
EZAU LEREBULAN (31), Luka tembak pada kaki kiri.

Sampai jam 20.00 WIT situasi masih memanas di Ahuru.

Sementara itu dari lokasi Benteng Atas dan Pohon Mangga terjadi lagi
kerusuhan yang mengakibatkan korban berjatuhan FERRY MANAIT (21 tahun)
tembakan pada telapak tangan kiri, HENGKY TUHUMURY (24 tahun), tertembak
pada tangan kiri dan AMPY SIAHAY (12 tahun).

Di lokasi kerusuhan Benteng Atas dan pohon mangga, hari Selasa 5 Oktober
1999 telah  ditemukan  sesosok mayat tanpa kepala di dekat Asrama Haji
Pohon Mangga dan teridentifikasi bernama  FRANSISCUS  XAVERIUS YANWARIN
(23) yang diduga terkena tembakan  lebih dulu pada bagian rusuk kanan dan
menembus ke belakang, baru
kepalanya  dipotong. Sampai saat ini situasi masih tetap panas.

Sedangkan dari lokasi kerusuhan di Batu Merah korban luka-luka terus
berjatuhan,diantaranya :
VALES USMANY (25) tembakan pada leher.
MELLY NAHUMURY (20) tembakan pada telapak kanan,
SAUL RELEBULAN (29) luka panah
Y.RERUMBAY  (39) luka tembakan pada ibu jari kiri.

Sementara dari lokasi kerusuhan di desa Tawiri, dan Laha, korban luka-luka
2 (dua)  Orang, yaitu :
JANCE WARKAR  (30 tahun) luka tembak di leher dan MATHEIS SAHERIAN (39)
luka tembak di tangan kiri.

Dari Passo, Tim Investigasi Sala Waku melaporkan bahwa iringan-iringan truk
militer dari arah  Desa Tulehu menembak masyarakat  yang berada di pasar
rakyat di Desa Passo secara membabi buta. Menurut saksi mata iring-iringan
truk militer adalah aparat dari YONIF 733 BS yang pergi ke Tulehu untuk
menyaksikan pemakaman SERMA LESTALUHU.
Sampai berita ini diturunkan, situasi di lokasi-lokasi tersebut masih
rawan.

YAYASAN SALA WAKU MALUKU






"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke