"'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''' Sari Berita: Kamis, 7 Oktober 1999 """"""""""""""""""""""""""""""""""""'''' * Gus Dur Resmi Calon Presiden Diajukan Fraksi Reformasi, Tinggal Tunggu PKB * Akbar Kunci Kemenangan Megawati Catatan Agus Astapa * Golkar mungkin Ubah Calon * Soal Terpilihnya Akbar Tandjung Megawati: PDI-P Hargai Hasil Kesepakatan *Dua Capres Ziarah Bersama ============================ Selamat Membaca Fraksi Reformasi Ajukan Gus Dur Fraksi Golkar Akan Dukung Mega Gus Dur Resmi Calon Presiden Diajukan Fraksi Reformasi, Tinggal Tunggu PKB -------------------------------------------------------- Jakarta, JP.- Akhirnya, deklarator PKB KH Abdurrahman Wahid resmi menjadi calon presiden. Fraksi yang pertama mencalonkan dia adalah Fraksi Reformasi (PAN-PK). Inilah jawaban fraksi yang menjadi bagian dari poros tengah terhadap keragu-raguan kalangan NU dan PKB tentang pencalonan ketua umum PB NU itu sebagai presiden mendatang. Pencalonan Gus Dur secara resmi oleh Fraksi Reformasi (FR) ini kemarin diumumkan Ketua FR Ir A.M. Lutfhi dan Sekretaris T.B. Soemandjaja. Pengumuman itu berlangsung di ruang rapat FR, gedung MPR/DPR, Jalan Gatot Subroto, Jakarta. Hadir pula dalam kesempatan itu, tokoh poros tengah Fuad Bawazier dan beberapa anggota FR. Selengkapnya: http://jawapos.com/7okt/de7j1.htm Akbar Kunci Kemenangan Megawati Catatan Agus Astapa ------------------------ IMPLIKASI apa yang bisa dipetik dari proses kemenangan Akbar Tandjung dalam pemilihan ketua DPR Rabu (6/10) dini hari kemarin yang begitu alot dan melewati perdebatan panjang? Dalam kaitan dengan peta pemilihan presiden, jelas sekali kalau salah satu kunci kemenangan untuk menjadikan Megawati Soekarnoputri sebagai presiden, berada di tangan Akbar Tandjung. Hitungannya bisa dianalisis dari proses pemilihan ketua DPR kemarin. Dari logika politik, suara PDI-P yang berjumlah 153 dan PKB 53 suara, tumplek blek ke sosok Akbar Tandjung. Meskipun kedua fraksi itu memiliki calon sendiri untuk jabatan ketua DPR, calon kedua partai berbasis kebangsaan ini tak mau ngotot untuk meraih pimpinan tertinggi Dewan. Mungkin inilah yang disebut power of sharing antarparpol. Ketua Fraksi PDI-P, Dimyati Hartono menyatakan dalam jumpa pers Rabu kemarin, Ketua MPR maupun Ketua DPR bukanlah target PDI-P. Itu berarti, ada konsensus tertentu bagi PDI-P dan PKB oleh Golkar, yang telah menerima limpahan suara untuk pemilihan ketua DPR. Konsensus itu tampaknya, mengarah pada jabatan presiden yang akan dilakukan pemilihannya 20 Oktober mendatang. Hanya itulah jabatan strategis yang masih tersisa bagi parpol besar saat itu. Selengkapnya: http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/1999/10/7/p1.htm Golkar mungkin Ubah Calon -------------------------------- Jakarta (Bali Post) - Golkar diperkirakan masih mempunyai rencana B yang akan dijalankan jika pertanggungjawaban Presiden BJ Habibie akan mendapat tekanan cukup tinggi dari Majelis, kata Ketua Fraksi Reformasi DPR, Hatta Rajasa. ''Kalau kira-kira dalam pertanggungjawabannya mendapat tekanan cukup tinggi dari Majelis, Golkar akan menjalankan rencana B-nya,'' katanya kepada pers di Gedung DPR/MPR Senayan, Jakarta, Rabu (6/10) kemarin. Hatta tidak bersedia menjelaskan lebih rinci apa kira-kira bentuk rencana B tersebut. Namun, diperkirakannya bisa berupa perubahan nama calon yang akan diajukan Golkar. Selengkapnya: http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/1999/10/7/p5.htm Soal Terpilihnya Akbar Tandjung Megawati: PDI-P Hargai Hasil Kesepakatan ----------------------------------------------------- Jakarta, Kompas Ketua Umum DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Megawati Soekarnoputri mengungkapkan, terpilihnya Akbar Tandjung sebagai Ketua DPR merupakan hasil kesepakatan musyawarah mufakat antarfraksi. Sekalipun akhirnya hasil itu dianulir, tetapi PDI-P tetap menghargai kesepakatan tersebut, sehingga tetap memberikan dukungan kepada Akbar Tandjung. Walaupun demikian, Megawati menolak jika dikatakan PDI-P telah bersepakat melakukan power sharing dengan Golkar. "Saya tidak mengatakan PDI-P hanya bekerja sama dengan Golkar, atau PDI-P telah bekerja sama dengan yang lain. Tetapi yang penting, adalah semangat kebersamaan ini harus terus dilakukan dengan baik. Dan, karena cara untuk menentukan kepemimpinan DPR itu akhirnya melalui cara voting, tentunya kesepakatan itu harus diapresiasikan dalam suatu jumlah," jelas Ketua Umum PDI-P itu kepada wartawan di Jakarta, Rabu (6/10). Selengkapnya: http://www.kompas.com/kompas-cetak/9910/07/UTAMA/mega01.htm Dua Capres Ziarah Bersama Fraksi Reformasi Ajukan Gus Dur Fraksi Golkar Akan Dukung Mega --------------------------------------- JAKARTA - Inilah sikap demokrat yang ditunjukkan oleh capres Poros Tengah KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan capres PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, setelah mereka sepakat untuk sama-sama memperebutkan kursi presiden ke-4 RI dengan cara yang fair play. "Kita akan bersama-sama berziarah ke makam orang tua. Saya akan ke Jombang untuk berziarah ke makam orang tua saya, dan Mega akan ke makam Bung Karno di Blitar,'' ujar Gus Dur di hadapan sekitar 70 ulama dari Jawa Barat di kediaman Ciganjur, Jakarta, kemarin. Rencananya untuk pergi bersama dengan Mega ke ke Jawa Timur itu justru disepakati setelah Gus Dur menyatakan ingin tetap maju dalam pencalonan presiden pada Sidang Umum MPR 20 Oktober mendatang. Mega akan berziarah ke makam orang tuanya, Ir Soekarno, di Blitar, sedangkan Gus Dur ke makam kakeknya, KH Hasyim Asy'ari, di Tebu Ireng, Jombang. Kegiatan itu dilakukan sebelum mereka sama-sama maju menjadi capres. "Yah mohon pangestu-lah kepada orang tua," ujar Gus Dur menanggapi rencana tersebut. Selengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/9910/07/nas1.htm "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
