********************************
Bila anda mampu berpikir kritis analisis,
Manfaatkan ruang "Artikel" Eskol-Net
Untuk menuangkan ide dan gagasan anda!
Kirimkan ke [EMAIL PROTECTED]
***Jangan sia-siakan talenta anda****
**********************************
Wacana Mingguan :
Edisi Sabtu, 9 Oktober 1999
KUNCI KESUKSESAN
'''''''''''''''''''''''''''
(Kej.39:1-10)
Tetapi Tuhan menyertai Yusuf, sehingga ia menjadi seorang yang selalu
berhasil dalam pekerjaannya, maka tinggallah ia di rumah tuannya, orang
Mesir itu (ayat 2).
Membaca judul di atas, pembaca kemungkinan berpikir bahwa solah-olah
penulis sedang menjual sesuatu ramuan khusus dan istimewa untuk meraih
kesuksesan, karena pada dasarnya semua orang selalu rindu untuk mencapai
kesuksesan, baik dalam bidang usaha, karier, study, dll. Sehingga jangan
heran pula kalau setiap orang selalu berjuang dengan sekuat-kuatnya dalam
mencapai kesuksesan ini. Mudah-mudahan dengan membaca judul tersebut
pembaca tertarik untuk mengetahuinya.
Dalam hal kesuksesan Yusuf seperti kutipan ayat di atas, adakah ia mencari
kiat khusus dengan cara yang lebih spesifik untuk meraih kesuksesanya
mempertahankan imannya di dalam TUHAN ?.
Konteks di atas menunjukkan bahwa tidak ada yang khusus dan tersembunyi
bagi banyak orang, termasuk Yusuf sendiri. Namun hal yang sangat utama dan
penting adalah :
1. TUHAN mnyertai Yusuf
Kalau Yusuf mau mencari dengan kekuatannya sendiri supaya ia sukses di
tempat yang baru/ asing baginya, besar kemungkinan ia dapat gagal. Tetapi
kalau kita lihat kesuksesannya ini adalah karena penyertaan Tuhan. Dan
dalam hal ini tentu ada tuntutan dari Yusuf sendiri adalah dia tidak boleh
merasa rendah diri. Mengapa timbul pemikiran seperti itu ? Kita harus
melihat ke belakang kembali bahwa sesungguhnya ia dijual oleh
saudara-saudaranya dengan standar yang sangat rendah yaitu dua puluh syikal
perak (Kej.37:38). Tetapi terlihat di sini bahwa Yusuf tidak merasa rendah
diri (minder) . Ia menyadari kalau ia disertai oleh Tuhan.
2. Yusuf mengetahui batas tanggung jawabnya.
Dari sekian besar tanggung jawab yang telah dilimpahkan oleh Potifar
kepada Yusuf, terlihat bahwa Potifar tidak perlu lagi mengatur apa-apapun
selain makanannya sendiri. Itu berarti Yusuf memiliki kedudukan dan
tanggung jawab yang tidak kalah rendahnya dengan tuannya. Namun ketika ia
diperhadapkan dengan tanggung jawab yang baru oleh istri Potifar untuk
melakukan sesuatu dosa perzinahan, ia tidak melakukannya. Terlebih lagi
tawaran tersebut nyata-nyata adalah dosa di hadapan Tuhan. Maka dengan
jelas ia menjawab kepada istri tuannya itu:
"..dan tiada yang tidak diserahkannya (Potifar) kepadaku selain daripada
engkau, sebab engkau istrinya. Bagaimana mungkin aku melakukan kejahatan
yang besar ini dan berbuat dosa terhadap Allah ?
Di sini memang terlihat Yusuf mengendalikan diri dan tidak mau
melanggar batas yang telah ditentukan tuannya baginya sebagai tanggung
jawabnya, dan dengan demikian Yusuf tetap mengkonsentrasikan diri pada
tanggung jawabnya. Ia tidak mau mengambil resiko karena kejahatannya kepada
Tuhan. Sekalipun nantinya Yusuf mengalami resiko karena fitnah dari istri
Potifar itu namun bagi Yusuf hal tersbut menjadi jalan untuk membuktikan
dirinya disertai oleh Tuhan.
3. Yusuf mempertahankan sikap yang benar di tengah orang asing.
Ayat 6 b, menyatakan bahwa Yusuf mempunyai sikap yang manis. Memang secara
harafiah manis itu, dimaksud untuk menyenangkan tuannya. Tetapi
sesungguhnya sikap manis ini dimaksud bahwa Yusuf mempertahankan sikap yang
benar di hadapan Tuhan. Ia tidak mau pasif dalam penyertaan Tuhan yang
dialaminya. Tetapi dari dia sendiri mau meresponi penyertaan Tuhan itu
dengan berjuang untuk memelihara sikap yang manis. Tentu hal ini dengan
disiplin diri.
Mari kita belajar dari sikap Yusuf ini sehingga dengan demikian kita pun
dapat meraih kesuksesan di manapun dan bagaimanapun sulitnya situasi yang
kita hadapi.
Dan kesuksesan kita dalam hal karier dan pekerjaan kita kiranya tetap dapat
menunjukkan identitas kita sebagai anak Tuhan. Raihlah kesuksesan dengan
mengutamakan menyenangkan Tuhan daripada menyenangkan hati manusia,
sehingga penyertaan Tuhan itu tetap nyata dalam apapun yang kita lakukan.
(Yus)
Pokok-pokok Doa:
---------------------
1. Berdoa agar kita semakin memiliki kerinduan untuk dekat dan setia kepada
Tuhan.
2. Tetap berdoa untuk kebutuhan para pengungsi Timor-Timur.
3. Berdoa untuk keamanan daerah Tim Tim, Ambon, Aceh, dan juga SU MPR yang
sedang berlangsung saat ini.
4. Berdoa bagi anak-anak Tuhan yang menjadi anggota MPR agar mampu
menyuarakan kebenaran di dalam menjalankan tugasnya sebagai wakil rakyat.
5. Berdoa secara khusus untuk pemilihan Presiden Bulan Oktober ini, agar
Tuhan menetaplan seorang pemimpin yang terbaik bagi negara kita.
"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l