"'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''' Sari Berita: Sabtu, 9 Oktober 1999 """""""""""""""""""""""""""""""""""" * Howard Akui Tentaranya Bunuh Warga Timtim * Alwi Shihab: PKB Tinggalkan Mega Saat Pencoblosan * PBNU: Restu untuk Gus Dur Diputuskan pada H-1 * Gus Dur dan Megawati "Nyekar" ke Makam BK * Janji Amin Rais: Permainan ''Fair'' dan Bermartabat * Ekonomi Hancur jika Mega Kalah * Duet Mega-Akbar Paling Ideal ----- Luar Negeri ---------------------- @ Saddam Janji Tampil Beda @ Mahasiswa Tuntut Mahathir Mundur --------------------------------------------- S E L A M A T M E M B A C A ''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''' Howard Akui Tentaranya Bunuh Warga Timtim -------------------------------------------------------- CANMBERRA -- PM Australia John Howard mengakui tentaranya yang tergabung dalam pasukan multinasional di Timtim (Interfet) telah membunuh dua warga Timtim di Suai, dekat perbatasan dengan NTT, Rabu (6/10). Namun, ia menolak menjelaskan secara rinci insiden penembakan itu. ''Masalah operasional di lapangan telah ada yang menanganinya yaitu Mayjen Peter Cosgrove,'' kata Howard kepada wartawan di Bandara Fairbairn Canberra, sebelum terbang ke Port Moresby, Papua Nugini, kemarin. Selengkapnya: http://www.republika.co.id/9910/08/26725.htm Alwi Shihab: PKB Tinggalkan Mega Saat Pencoblosan ---------------------------------------------------------------- JAKARTA -- Saat pemilihan presiden nanti, anggota Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB) akan meninggalkan Megawati Soekarnoputri. Pernyataan tersebut dilontarkan Ketua PKB Dr Alwi Shihab menjawab pertanyaan wartawan, kapan PKB akan meninggalkan Megawati. ''Pada saat pencoblosan [pemilihan presiden] nanti. Saat itu bukan saja meninggalkan Mega, tapi semua, kecuali Gus Dur,'' tegas Alwi Shihab dalam konferensi pers di Gedung MPR/DPR kemarin. Selengkapnya: http://www.republika.co.id/9910/08/26734.htm PBNU: Restu untuk Gus Dur Diputuskan pada H-1 * Gus Dur Maju Terus --------------------------- Jakarta, Kompas Restu untuk mendukung pencalonan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sebagai presiden akan diputuskan oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada hari H-1, atau tanggal 19 Oktober 1999. Sementara itu, Gus Dur tetap akan maju terus sebagai calon presiden.Demikian hasil dari pertemuan antara Gus Dur dengan 15 kiai di Kantor PBNU, Jakarta, Jumat (8/10) malam. Pertemuan dilakukan sesaat setelah Gus Dur tiba dari ziarah bersama Megawati Soekarnoputri ke Jawa Timur. Selengkapnya: http://www.kompas.com/kompas-cetak/9910/09/UTAMA/pbnu01.htm Gus Dur dan Megawati "Nyekar" ke Makam BK -------------------------------------------------------- Blitar, Kompas Dua calon presiden keempat RI, Megawati Soekarnoputri dan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Jumat (8/10), bersama-sama berdoa dan menaburkan bunga di pusara orangtua mereka masing-masing, di Jawa Timur. Mula-mula kedua capres ini datang ke makam Proklamator dan Presiden pertama RI Bung Karno di Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sanan Wetan, Kodya Blitar. Lalu disusul nyekar ke pusara KH Wahid Hasyim, orangtua Gus Dur di Jombang. Selengkapnya: http://www.kompas.com/kompas-cetak/9910/09/UTAMA/gusd01.htm Janji Amien Rais Permainan ''Fair'' dan Bermartabat ------------------------------------------- Jakarta (Bali Post) - Ketua MPR-RI Prof. Dr. HM Amien Rais mengatakan, tiga kandidat presiden masing-masing KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Megawati Soekarnoputri dan BJ Habibie sama-sama mempunyai pendukung yang seimbang. ''Kalau dihitung pendukung masing-masing tokoh itu sebanding, 1/3, 1/3 dan 1/3,'' katanya menjawab wartawan di Jakarta, Jumat (8/10) kemarin. Selengkapnya: http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/1999/10/9/n3.htm Ekonomi Hancur jika Mega Kalah --------------------------------------- SALATIGA - "Kalau bangsa Indonesia ingin memulihkan kondisi perekonomiannya, pilihlah Megawati Soekarnoputri menjadi presiden ke-4 RI,'' kata Dr Hendrawan Supratikno, pengamat ekonomi dari Fakultas Ekonomi UKSW, Jumat kemarin. Apa alasannya? Menurut dia, Megawati selama ini dikenal sebagai figur yang bersih dari unsur-unsur korupsi dan kekerasan. Salah satu faktor untuk memulihkan kondisi bangsa Indonesia sekarang adalah sikap kejujuran dan kebersihan para birokrat dalam bertindak. Selengkapnya: http://suaramerdeka.com/harian/9910/09/nas3.htm Duet Mega-Akbar Paling Ideal Matori: PKB Tetap Dukung Mega Gus Dur Tergantung Kiai Faqih -------------------------------------- JAKARTA - Sikap PKB terhadap calon presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) kian membingungkan. Meski sebagian fungsionaris partai itu menyatakan mendukung Gus Dur, Matori Abdul Djalil sebagai ketua umum menyatakan tetap berpegang pada keputusan Muspim PKB yang mendukung pencalonan Megawati. "Sampai hari ini saya sebagai Ketua Umum PKB tentu merujuk muspim. Musyawarah pimpinan sudah jelas kami mempersilakan partai yang memperoleh suara terbesar yang menjadi pemenang dan dalam hal ini Megawati Soekarnoputri untuk menjadi presiden,'' katanya, menjawab pertanyaan wartawan di Gedung DPR, Jumat kemarin. Selengkapnya: http://suaramerdeka.com/harian/9910/09/nas1.htm ------- Luar Negeri ---------- Saddam Janji Tampil Beda --------------------------------- Cairo, Kompas Hanya sebulan setelah Presiden Saddam Hussein menegaskan siap berdialog dengan AS tanpa syarat, Irak kini kembali menyatakan bersedia beradaptasi dengan realita politik baru di Timur Tengah. Hal itu termasuk kesediaannya untuk terlibat dalam proses perdamaian di kawasan itu, dengan imbalan pencabutan boikot total atas Irak. Hal tersebut termuat dalam surat khusus Saddam Hussein kepada Presiden AS Bill Clinton yang akan disampaikan melalui Raja Abdullah II dari Jordania. Raja Abdullah II akan bertemu Presiden Bill Clinton hari Selasa (12/10) pekan depan, dalam kerangka kunjungannya ke AS dan Uni Eropa yang dimulai hari Rabu (6/10). Selengkapnya: http://www.kompas.com/kompas-cetak/9910/09/LN/sadd23.htm Mahasiswa Tuntut Mahathir Mundur ------------------------------------------- Kuala Lumpur, Jumat Mahasiswa Malaysia tambah berani saja sesudah gerakan reformasi mengguncang negeri jiran ini satu tahun terakhir. Sekitar 200 mahasiswa Malaysia yang didukung aliansi oposisi hari Jumat (8/10) mendesak PM Mahathir Mohamad yang sudah berkuasa 18 tahun mengundurkan diri. Mereka juga menuduh pemerintah "memperlakukan secara tidak adil dan tidak berperikemanusiaan" mantan Deputi PM Anwar Ibrahim.Para mahasiswa itu mendesak agar dibentuk tim independen kerajaan untuk menyelidiki klaim yang menyebutkan, Anwar diracun semasa dipenjara. Saat berdemonstrasi di Universiti Malaya itu, para mahasiswa membawa sejumlah slogan yang berbunyi desakan pembentukan tim independen. Selengkapnya: http://www.kompas.com/kompas-cetak/9910/09/LN/maha23.htm "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
